Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAH | REGIONALEKONOMI & BISNISPERISTIWA

Driver Ojol Sambut Gembira Penghapusan Program Hemat dan Potongan Komisi Dipangkas Jadi 8 Persen

30
×

Driver Ojol Sambut Gembira Penghapusan Program Hemat dan Potongan Komisi Dipangkas Jadi 8 Persen

Sebarkan artikel ini
Sejumlah pengemudi ojek online saat sedang berkumpul di sekitar stasiun Bekasi sambil menunggu orderan penumpang. Rabu (20/5/2026).(KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA)
Sejumlah pengemudi ojek online saat sedang berkumpul di sekitar stasiun Bekasi sambil menunggu orderan penumpang. Rabu (20/5/2026).(KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA)
Example 468x60

Pengemudi Gojek dan Grab Berharap Pendapatan Meningkat, Pemerintah Dinilai Mulai Berpihak pada Kesejahteraan Mitra Driver

BEKASI | Sentrapos.co.id – Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Kota Bekasi menyambut positif kebijakan penghapusan program langganan akses layanan “Hemat” serta rencana penurunan potongan komisi aplikasi yang diterapkan perusahaan transportasi online.

Para driver menilai kebijakan tersebut dapat meringankan beban operasional sekaligus meningkatkan pendapatan bersih harian yang selama ini tergerus potongan aplikasi dan biaya langganan sistem.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Kebijakan itu mulai diberlakukan setelah Grab dan Gojek resmi menghentikan program langganan akses layanan “Hemat” bagi mitra pengemudi sejak Selasa (19/5/2026).

Selain itu, Gojek juga disebut akan menurunkan potongan komisi aplikasi menjadi 8 persen per perjalanan dari sebelumnya yang sempat mencapai 20 persen.

Driver Ojol: Pendapatan Bisa Lebih Baik

Salah satu mitra pengemudi Gojek di Bekasi, Tugiyat (52), mengaku lega dengan perubahan kebijakan tersebut karena dinilai dapat menambah penghasilan bersih para driver.

“Pastinya merasa senang ya. Jadi pendapatan mungkin agak lebih karena potongan itu kan berkurang,” ujar Tugiyat saat ditemui di sekitar Stasiun Bekasi, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, kondisi orderan yang tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir membuat penghasilan driver semakin sulit diprediksi.

Kadang, kata dia, pendapatan sehari hanya berkisar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu tergantung jumlah order yang masuk.

“Kadang ya dapat Rp100 ribu, kadang Rp50 ribu. Enggak pasti,” ungkapnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Supratman (50), mitra pengemudi Grab yang sehari-hari mangkal di kawasan Stasiun Bekasi.

Ia menilai potongan komisi sebesar 20 persen selama ini terlalu besar dan memberatkan para pengemudi.

“Kalau potongannya diperkecil kan kitanya enggak terlalu beban banget. Kan enak gitu untuk driver,” kata Supratman.

Program Hemat Dinilai Memberatkan Driver

Program “Hemat” sebelumnya merupakan sistem berlangganan yang mengharuskan pengemudi membayar biaya tertentu agar dapat mengakses struktur tarif dan layanan khusus dari aplikasi.

Kebijakan tersebut sempat menuai keluhan karena dianggap menambah beban pengeluaran driver di tengah persaingan order yang semakin ketat.

Dengan dihapusnya skema tersebut, para pengemudi berharap penghasilan mereka menjadi lebih stabil dan tidak lagi dipotong biaya tambahan.

“Potongannya terlalu besar kalau 20 persen. Jadi bagus kalau paket hemat dibuang dan komisinya diperkecil,” tegas Supratman.

Ia menambahkan pekerjaan sebagai pengemudi ojol menjadi sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Karena itu, para driver berharap pemerintah dan aplikator benar-benar menghadirkan kebijakan yang berpihak terhadap kesejahteraan mitra pengemudi.

Perpres Transportasi Online Dinanti Driver

Meski program langganan “Hemat” dihapus, layanan perjalanan murah seperti GrabBike Hemat dan GoRide Hemat disebut masih tetap tersedia bagi konsumen dengan sejumlah penyesuaian tarif.

Saat ini, Gojek dan Grab juga masih menunggu penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 yang akan mengatur ekosistem transportasi online secara lebih komprehensif.

Pengamat transportasi menilai perubahan kebijakan komisi menjadi sinyal awal perbaikan hubungan antara aplikator dan mitra driver yang selama ini kerap memicu polemik.

Selain itu, regulasi nasional dinilai penting agar keseimbangan antara kepentingan perusahaan aplikasi, konsumen, dan pengemudi dapat berjalan lebih adil serta berkelanjutan. (*kompas.com)


Poin Utama Berita

  • Driver ojol di Bekasi menyambut positif penghapusan program “Hemat”.
  • Gojek dan Grab resmi menghentikan program langganan akses layanan bagi driver.
  • Potongan komisi aplikasi direncanakan turun menjadi 8 persen.
  • Pengemudi berharap pendapatan harian meningkat dan beban operasional berkurang.
  • Driver mengeluhkan penghasilan yang tidak menentu akibat order sepi.
  • Program “Hemat” sebelumnya dianggap memberatkan mitra pengemudi.
  • Driver menunggu regulasi nasional melalui Perpres Transportasi Online 2026.
  • Pemerintah dinilai mulai memberi perhatian terhadap kesejahteraan driver ojol.