Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
NASIONALPERISTIWA

Duka Mendalam! Prajurit TNI Praka Rico Gugur di Lebanon, UNIFIL Tegaskan Serangan ke Pasukan PBB Adalah Kejahatan Perang

11
×

Duka Mendalam! Prajurit TNI Praka Rico Gugur di Lebanon, UNIFIL Tegaskan Serangan ke Pasukan PBB Adalah Kejahatan Perang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id – Kabar duka kembali datang dari misi perdamaian dunia. Seorang prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), Praka Rico Pramudia (31), dinyatakan gugur setelah menjalani perawatan akibat luka berat yang dideritanya.

Prajurit TNI tersebut sebelumnya mengalami luka parah akibat serangan proyektil di markas UNIFIL di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, pada 29 Maret 2026.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Dalam pernyataan resminya, UNIFIL menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya prajurit TNI tersebut.

“UNIFIL menyesalkan wafatnya Kopral Rico Pramudia, yang terluka parah akibat ledakan proyektil di pangkalan tempatnya bertugas,” tulis UNIFIL dalam pernyataan resminya, Jumat (24/4/2026).

Praka Rico menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Beirut. PBB juga menyampaikan duka cita kepada keluarga korban serta Pemerintah Indonesia.

“Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, TNI, serta rakyat Indonesia atas kehilangan yang tragis dan tak tergantikan ini,” lanjut pernyataan tersebut.

Serangan ke Pasukan PBB Disebut Kejahatan Perang

UNIFIL menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

“Serangan yang disengaja terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat hukum humaniter internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” tegas UNIFIL.

PBB juga mendesak semua pihak yang terlibat konflik di Lebanon untuk menjamin keselamatan seluruh personel dan fasilitas misi perdamaian.

Kronologi Serangan dan Korban TNI

Insiden terjadi pada Minggu (29/3/2026) saat markas UNIFIL di Lebanon Selatan diserang proyektil. Serangan tersebut menyebabkan sejumlah prajurit TNI menjadi korban.

Dalam kejadian itu:

  • Praka Farizal Rhomadhon gugur di lokasi
  • Praka Rico Pramudia mengalami luka berat (kemudian meninggal dunia)
  • Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan

Selain itu, sehari setelahnya, insiden ledakan lain juga terjadi di dekat Bani Hayyan yang menewaskan dua prajurit TNI lainnya, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan.

Total empat prajurit TNI gugur dalam rangkaian serangan terhadap misi UNIFIL di Lebanon.

Saat ini, proses pemulangan jenazah tengah disiapkan dengan dukungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut.

Peristiwa ini kembali menegaskan tingginya risiko yang dihadapi prajurit Indonesia dalam menjalankan misi perdamaian dunia di bawah naungan PBB. (*)


Poin Utama Berita

  • Praka Rico Pramudia gugur setelah dirawat akibat luka serangan di Lebanon
  • Serangan terjadi di markas UNIFIL wilayah Lebanon Selatan
  • UNIFIL menyebut serangan terhadap pasukan PBB sebagai kejahatan perang
  • Total empat prajurit TNI gugur dalam rangkaian insiden di Lebanon
  • Dua prajurit lainnya mengalami luka ringan
  • Proses pemulangan jenazah dibantu KBRI Beirut
error: Content is protected !!