JAKARTA | Sentrapos.co.id — Industri karoseri Indonesia menunjukkan taringnya di pasar global. Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) mengungkapkan bahwa ekspor bus dalam bentuk utuh atau completely built up (CBU) telah menembus angka lebih dari 1.000 unit.
Ketua Umum Askarindo, Jimmy Tenacious, menyatakan capaian ini menjadi bukti kuat daya saing industri otomotif nasional, khususnya sektor karoseri.
“Sudah ada 1.000 unit lebih, meskipun itu bukan hanya akumulasi tahun lalu saja,” ujar Jimmy dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Ekspor Tembus Berbagai Negara
Pasar ekspor bus buatan Indonesia kini semakin luas, mencakup kawasan Asia hingga Pasifik dan Timur Tengah.
Beberapa negara tujuan ekspor di antaranya:
- Fiji
- Bangladesh
- Thailand
- Laos
- Timor Leste
- Arab Saudi (dalam penjajakan)
Menurut Jimmy, penetrasi ini membuktikan kualitas produk karoseri nasional mampu bersaing di level internasional.
Karoseri Laksana Bidik Arab Saudi
Salah satu produsen karoseri nasional, Laksana, tengah menjajaki ekspansi ke pasar Timur Tengah, khususnya Arab Saudi.
Technical Director Laksana, Stefan Arman, mengungkapkan potensi pasar bus di negara tersebut sangat besar, terutama untuk kebutuhan transportasi jemaah Haji dan Umrah.
“Arab Saudi ini kebutuhan busnya luar biasa besar. Kami masih dalam tahap penjajakan pasar,” jelas Stefan.
Tantangan Ekspor: Regulasi Ketat
Meski peluang besar terbuka, ekspansi pasar internasional tidak lepas dari tantangan. Salah satu hambatan utama adalah perbedaan regulasi tiap negara, terutama terkait standar keselamatan.
Spesifikasi teknis seperti posisi pintu, uji keselamatan, hingga standar kendaraan menjadi perhatian utama produsen sebelum menembus pasar global.
Bangun Innovation Center
Untuk menjawab tantangan tersebut, Laksana tengah membangun Innovation Center sebagai pusat riset dan pengembangan.
Fasilitas ini akan menjadi wadah kolaborasi antara engineer internal dan mitra global guna meningkatkan kualitas produk agar memenuhi standar internasional.
“Innovation Center ini penting untuk pengembangan produk yang lebih inovatif dan sesuai standar global,” tegas Stefan.
Siap Tampil di Busworld Southeast Asia 2026
Industri karoseri nasional juga bersiap unjuk gigi dalam ajang internasional Busworld Southeast Asia 2026 yang akan digelar pada 20–22 Mei 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Sejumlah karoseri besar seperti:
- Laksana
- Adiputro
- New Armada
- Tentrem
- Piala Mas
akan turut ambil bagian dalam pameran tersebut.
Direktur PT GEM Indonesia, Baki Lee, menyebut ajang ini sebagai panggung global bagi industri karoseri Indonesia.
“Pameran ini menjadi ajang memamerkan karya terbaik sekaligus membuktikan industri karoseri kita mampu bersaing secara global,” ujarnya.
Diperkirakan, lebih dari 1.500 peserta dan 60.000 pengunjung profesional dari 40 negara akan hadir dalam pameran tersebut. (*)
Poin Utama Berita
- Ekspor bus karoseri Indonesia tembus lebih dari 1.000 unit
- Pasar ekspor meluas ke Asia, Pasifik, hingga Timur Tengah
- Laksana bidik pasar Arab Saudi dengan potensi besar
- Tantangan utama: regulasi dan standar keselamatan tiap negara
- Dibangun Innovation Center untuk dorong inovasi global
- Industri karoseri RI siap tampil di Busworld Southeast Asia 2026
- Pameran diproyeksikan dihadiri 60.000 pengunjung dari 40 negara

















