JAKARTA | Sentrapos.co.id — Industri komputer personal (PC) global resmi memasuki era baru berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Pergeseran besar ini tidak lagi sekadar soal peningkatan spesifikasi perangkat keras, melainkan transformasi total terhadap cara kerja, produktivitas, dan keamanan bisnis modern.
Lembaga riset Gartner mencatat pangsa pasar AI PC telah mencapai sekitar 31 persen secara global pada akhir 2025 dan diproyeksikan melesat hingga lebih dari 50 persen pada 2026.
Fenomena tersebut menandai perubahan besar dalam industri teknologi dunia.
AI PC Bukan Lagi Sekadar Fitur Tambahan
Director of Commercial ASUS Indonesia, Eric Khoven, menegaskan AI kini bukan lagi fitur pelengkap, melainkan standar baru perangkat komputasi modern.
“Mayoritas perangkat baru ke depan akan membawa kemampuan AI on-device sebagai standar. AI bukan lagi sekadar fitur tambahan,” ujar Eric Khoven.
Menurutnya, perusahaan kini mulai mengubah pola pikir dalam memilih perangkat kerja.
Jika sebelumnya fokus utama ada pada spesifikasi CPU atau GPU, kini perhatian mulai bergeser ke kemampuan perangkat menyelesaikan workflow berbasis AI secara cepat dan efisien.
Dari Perang Spesifikasi ke Perang Workflow
AI PC menghadirkan kemampuan menjalankan proses kecerdasan buatan langsung di perangkat (on-device AI) tanpa bergantung penuh pada layanan cloud.
Microsoft bahkan menetapkan standar baru melalui kategori Copilot+ PC dengan syarat minimal:
- NPU minimal 40 TOPS
- RAM minimal 16GB
- SSD berperforma tinggi
Teknologi ini memungkinkan berbagai aktivitas seperti transkrip otomatis, terjemahan real-time, ringkasan rapat, hingga pencarian data berjalan lebih cepat dan aman.
“Sekarang bukan lagi soal seberapa cepat CPU atau GPU, tetapi seberapa banyak tugas AI harian bisa diselesaikan secara lokal dengan respons instan dan hemat daya,” jelas Eric.
Selain meningkatkan produktivitas, AI on-device juga dinilai mampu menjaga privasi data perusahaan karena informasi sensitif tidak perlu dikirim ke server cloud.
Dukungan Windows 10 Berakhir, Migrasi AI PC Meningkat
Tren migrasi menuju AI PC juga dipicu berakhirnya dukungan Windows 10 pada Oktober 2025.
Kondisi ini membuat banyak perusahaan dan institusi mulai mempercepat proses pembaruan perangkat kerja.
Segmen enterprise disebut menjadi pasar paling agresif karena membutuhkan perangkat yang cepat, aman, dan efisien untuk mendukung operasional bisnis.
Keamanan Jadi Faktor Utama
Di tengah meningkatnya ancaman siber, keamanan perangkat kini menjadi perhatian utama industri.
Standar seperti Secured-core PC dan teknologi Microsoft Pluton mulai digunakan untuk memperkuat perlindungan sistem dari level firmware hingga cloud.
Teknologi tersebut dirancang untuk:
- Melindungi proses booting
- Mengamankan identitas pengguna
- Mendeteksi manipulasi firmware
- Memulihkan sistem secara otomatis
Selain itu, industri juga mulai mengadopsi teknologi kriptografi post-quantum untuk menghadapi ancaman keamanan masa depan.
ASUS ExpertBook Ultra Jadi Andalan AI PC Bisnis
Di tengah persaingan AI PC global, ASUS menghadirkan ExpertBook Ultra sebagai laptop flagship untuk profesional dan kalangan bisnis.
Laptop ini menggabungkan desain ultra-ringan, performa AI tinggi, serta keamanan kelas enterprise dalam satu perangkat.
Spesifikasi unggulan ASUS ExpertBook Ultra:
- Bobot mulai 0,99 kg
- Ketebalan hanya 10,9 mm
- Material magnesium-aluminium CNC
- Layar 14 inci 3K Tandem OLED
- Tingkat kecerahan hingga 1.400 nits HDR
- Intel Core Ultra X9 Series generasi terbaru
- NPU hingga 50 TOPS
“ASUS ExpertBook Ultra hadir sebagai kombinasi mobilitas, kecerdasan, dan keamanan tanpa kompromi,” kata Eric.
AI untuk Produktivitas Nyata
ASUS juga menghadirkan fitur ASUS MyExpert yang memungkinkan pengguna berinteraksi menggunakan bahasa natural untuk berbagai kebutuhan kerja.
Fitur ini mampu:
- Membuat transkrip rapat otomatis
- Menerjemahkan dokumen
- Membuat ringkasan meeting
- Menyusun daftar tindak lanjut
- Melakukan pencarian file lintas cloud dan lokal
Teknologi tersebut dinilai mampu memangkas pekerjaan administratif dan meningkatkan efisiensi kolaborasi tim secara signifikan.
AI PC Jadi Strategi Bisnis Masa Depan
ASUS menilai era 2025–2026 akan menjadi masa dominasi laptop AI.
Jika sebelumnya industri berlomba membuat laptop tipis dan ringan, kini fokus beralih pada kemampuan perangkat mempercepat workflow bisnis berbasis AI.
“Memilih AI PC flagship kini bukan lagi sekadar preferensi teknologi, tetapi strategi bisnis untuk menjaga keunggulan kompetitif,” tegas Eric.
Dengan semakin berkembangnya ekosistem AI on-device, perangkat seperti ASUS ExpertBook Ultra diprediksi akan menjadi standar baru dunia kerja modern. (*)
Poin Utama Berita
- Gartner memprediksi AI PC menguasai lebih dari 50 persen pasar global pada 2026.
- ASUS menyebut AI on-device akan menjadi standar baru laptop modern.
- Fokus industri bergeser dari spesifikasi ke kemampuan workflow berbasis AI.
- AI PC memungkinkan proses AI berjalan langsung di perangkat tanpa cloud.
- Dukungan Windows 10 yang berakhir memicu migrasi besar-besaran ke AI PC.
- ASUS ExpertBook Ultra hadir sebagai flagship AI PC untuk profesional dan bisnis.
- Laptop ini dibekali Intel Core Ultra X9 dan NPU hingga 50 TOPS.
- Teknologi AI dinilai mampu meningkatkan produktivitas dan keamanan perusahaan.

















