Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

BREAKING NEWS! Trump Hentikan Sementara Operasi AS di Selat Hormuz, Sinyal Damai dengan Iran Muncul

25
×

BREAKING NEWS! Trump Hentikan Sementara Operasi AS di Selat Hormuz, Sinyal Damai dengan Iran Muncul

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

WASHINGTON | Sentrapos.co.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengejutkan dunia internasional setelah mengumumkan penghentian sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz guna membuka peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran.

Keputusan tersebut disampaikan Trump di tengah meningkatnya tekanan geopolitik dan ketidakstabilan pasar energi global akibat konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Project Freedom akan dijeda untuk waktu singkat guna melihat apakah kesepakatan dapat difinalisasi dan ditandatangani,” tulis Donald Trump melalui media sosial resminya, Rabu (6/5/2026).

Menurut Trump, keputusan itu diambil atas permintaan Pakistan dan sejumlah negara lain yang ikut memediasi komunikasi antara Washington dan Teheran.

Operasi AS Dihentikan, Blokade Iran Tetap Jalan

Meski operasi pengawalan kapal dihentikan sementara, Amerika Serikat menegaskan blokade terhadap kapal yang menuju dan keluar dari pelabuhan Iran masih tetap diberlakukan penuh.

Langkah ini menunjukkan Washington masih mempertahankan tekanan ekonomi terhadap Teheran sambil membuka ruang diplomasi.

Sebelumnya, operasi Project Freedom diluncurkan AS untuk membantu kapal-kapal komersial melintasi Selat Hormuz yang dianggap semakin tidak aman akibat konflik bersenjata.

Namun hingga kini, situasi keamanan di kawasan tersebut masih sangat rentan.

Harga Minyak Dunia Langsung Turun

Pengumuman Trump langsung berdampak pada pasar energi global.

Harga minyak mentah Brent dilaporkan turun mendekati 108 dolar AS per barel setelah sebelumnya anjlok sekitar 4 persen.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bergerak di kisaran 100 dolar AS per barel.

Penurunan harga minyak terjadi karena pasar menilai peluang deeskalasi konflik AS-Iran mulai terbuka.

Konflik Hormuz Belum Benar-Benar Reda

Meski ada sinyal diplomasi, ketegangan di Selat Hormuz masih terus berlangsung.

Beberapa jam sebelum pernyataan Trump, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengumumkan operasi ofensif terhadap Iran telah dihentikan dan fokus militer kini dialihkan untuk melindungi jalur pelayaran internasional.

Namun pada hari yang sama, laporan serangan terhadap kapal kargo kembali muncul di kawasan Selat Hormuz.

Organisasi pemantau maritim Inggris menyebut sebuah kapal dagang terkena proyektil misterius di wilayah tersebut.

Selain itu, lebih dari 1.550 kapal komersial dengan sekitar 22.000 awak dilaporkan masih tertahan di Teluk Persia akibat konflik.

Serangan Drone dan Rudal Iran Masih Terjadi

Ketegangan bahkan meningkat pada Senin (4/5/2026) ketika militer AS menghadapi serangan drone, rudal, dan kapal kecil bersenjata Iran saat mengawal dua kapal berbendera Amerika Serikat.

Uni Emirat Arab juga melaporkan berhasil mencegat sejumlah rudal jelajah Iran.

Situasi tersebut menunjukkan jalur menuju perdamaian masih penuh ketidakpastian.

Iran Tetap Tolak Tekanan AS

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian kembali menegaskan negaranya tidak akan tunduk pada tekanan Amerika Serikat.

“Ketika AS menjalankan kebijakan tekanan maksimum terhadap negara kami, mereka juga berharap Iran kembali ke meja perundingan dan tunduk pada tuntutan sepihak. Itu persamaan yang mustahil,” tegas Pezeshkian.

Iran sebelumnya menuduh AS melanggar gencatan senjata dan terus menghambat distribusi minyak serta gas internasional melalui Selat Hormuz.

Negosiasi Dinilai Masih Rumit

Marco Rubio mengakui proses negosiasi dengan Iran berjalan lambat karena kompleksitas sistem politik di Teheran.

“Terkadang butuh lima sampai enam hari untuk mendapat respons karena harus melalui berbagai lapisan hingga pemimpin tertinggi,” ujar Rubio.

AS kini menghadapi tekanan besar untuk meredakan konflik yang telah berlangsung selama sembilan pekan dan memicu lonjakan harga energi dunia.

Selain faktor ekonomi, pemerintahan Trump juga disebut menghadapi tekanan politik domestik menjelang pemilu sela Amerika Serikat.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada kepastian apakah penghentian sementara operasi di Selat Hormuz benar-benar akan menghasilkan kesepakatan damai permanen antara Washington dan Teheran. (*)


Poin Utama Berita

  • Donald Trump menghentikan sementara operasi pengawalan kapal AS di Selat Hormuz.
  • Keputusan diambil untuk membuka peluang kesepakatan damai dengan Iran.
  • Operasi Project Freedom dijeda atas permintaan Pakistan dan negara mediator lainnya.
  • Meski demikian, blokade AS terhadap pelabuhan Iran tetap berlaku.
  • Harga minyak dunia langsung turun usai pengumuman Trump.
  • Konflik di Selat Hormuz masih berlangsung dengan serangan terhadap kapal kargo.
  • Iran menolak tekanan maksimum AS dan menyebut tuntutan Washington mustahil diterima.
  • Lebih dari 1.550 kapal komersial masih tertahan di Teluk Persia.
error: Content is protected !!