Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

GEGER! Kapal Tanker Raksasa Iran “HUGE” Lolos dari Blokade AS, Kini Melintas di Perairan Indonesia

33
×

GEGER! Kapal Tanker Raksasa Iran “HUGE” Lolos dari Blokade AS, Kini Melintas di Perairan Indonesia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INTERNASIONAL | Sentrapos.co.id — Sebuah kapal tanker super milik National Iranian Tanker Company (NITC) bernama “HUGE” menjadi sorotan dunia internasional setelah dilaporkan berhasil menghindari blokade militer Amerika Serikat (AS) di Teluk Oman.

Kapal jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) tersebut disebut mematikan Sistem Identifikasi Otomatis (Automatic Identification System/AIS) sejak Maret 2026 guna menghindari pelacakan dan deteksi militer.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Informasi itu diungkap lembaga pemantau maritim TankerTrackers.com yang menyebut kapal tanker Iran tersebut terakhir mengirim sinyal AIS pada 20 Maret 2026 saat meninggalkan Selat Malaka menuju Iran.

Tanker Iran Terpantau Melintas di Indonesia

Berdasarkan data pelacakan maritim terbaru, kapal tanker “HUGE” kini diketahui tengah melintasi Selat Lombok, Indonesia, dan bergerak menuju wilayah Kepulauan Riau.

Pergerakan tanker raksasa tersebut memicu perhatian internasional karena terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Kapal itu disebut membawa sekitar 1,9 juta barel minyak mentah dengan estimasi nilai mencapai Rp3,8 triliun.

Menurut TankerTrackers, rute memutar melalui Asia Selatan hingga Indonesia dipilih untuk menghindari pengawasan ketat militer AS di kawasan Teluk Oman dan Selat Hormuz.

AIS Dimatikan untuk Hindari Deteksi

Salah satu pendiri TankerTrackers.com, Samir Madani, menyebut keberhasilan tanker Iran lolos dari pantauan menunjukkan bagaimana kapal-kapal tertentu masih mampu menembus blokade internasional.

“Lolosnya kapal tanker Iran dari deteksi menjadi bukti bagaimana sebuah kapal dapat menghindari blokade AS,” ujar Samir Madani.

Menurutnya, tanker Iran diduga menyusuri jalur pantai Pakistan dan India sebelum menuju kawasan yang lebih aman di sekitar Selat Malaka.

Dari kawasan tersebut, minyak mentah biasanya dipindahkan ke kapal lain yang akan menuju China.

Madani bahkan memperkirakan Iran bisa saja menyiapkan strategi pelarian massal bagi armada tankernya di tengah tekanan internasional.

“Saya pikir Iran akan menunggu kesempatan untuk melancarkan ‘Pelarian Besar’ secara tiba-tiba,” ungkapnya.

Respons Pemerintah Indonesia

Menanggapi keberadaan kapal tanker Iran di wilayah perairan Indonesia, Kementerian Luar Negeri RI memastikan kapal tersebut masih berada dalam koridor hukum internasional.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, menegaskan pemerintah terus melakukan pemantauan dan verifikasi lapangan secara intensif.

“Pemerintah Indonesia tengah melakukan verifikasi lapangan serta terus melakukan koordinasi internal, dan memandang bahwa kapal-kapal tersebut melaksanakan hak lintasnya sesuai hukum internasional,” kata Yvonne, Selasa (5/5/2026).

Ia memastikan Indonesia tetap berpegang pada prinsip kebebasan navigasi internasional sambil terus memantau perkembangan situasi melalui jalur diplomatik.

“Kami akan terus memantau situasi ini dan berkomunikasi melalui saluran diplomatik yang tepat,” tambahnya.

Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

Diketahui, Amerika Serikat mulai melakukan blokade di Teluk Oman sejak 13 April 2026 untuk menghalangi kapal-kapal yang menuju maupun keluar dari pelabuhan Iran.

Langkah tersebut diambil setelah negosiasi antara Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan baru terkait keamanan kawasan dan jalur energi global.

Iran sebelumnya bersikeras mempertahankan kontrol strategis di Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima distribusi minyak dunia.

Situasi ini membuat lalu lintas energi internasional berada dalam tekanan tinggi dan memicu kekhawatiran pasar global.

Keberhasilan kapal tanker “HUGE” menembus pengawasan AS kini menjadi simbol baru eskalasi konflik maritim antara Iran dan Amerika Serikat. (*)


Poin Utama Berita

  • Kapal tanker super Iran “HUGE” dilaporkan lolos dari blokade militer AS di Teluk Oman.
  • Tanker tersebut mematikan AIS sejak Maret 2026 untuk menghindari deteksi.
  • Kapal kini terpantau melintasi Selat Lombok menuju Kepulauan Riau.
  • Tanker membawa sekitar 1,9 juta barel minyak mentah senilai Rp3,8 triliun.
  • TankerTrackers menyebut tanker Iran menggunakan jalur memutar untuk hindari pengawasan AS.
  • Pemerintah Indonesia memastikan kapal masih melintas sesuai hukum internasional.
  • AS melakukan blokade setelah negosiasi dengan Iran gagal.
  • Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz dan Teluk Oman kembali meningkat.
error: Content is protected !!