Euforia Kemenangan Persis Solo Berujung Insiden Flare dan Bom Asap
SOLO | Sentrapos.co.id – Manajemen Persis Solo menyesalkan insiden penyalaan flare, bom asap, dan kembang api yang terjadi saat laga kandang terakhir Liga 1 2025/2026 di Stadion Manahan Solo, Sabtu (16/5/2026) malam.
Aksi tersebut menyebabkan sedikitnya delapan penonton harus mendapatkan perawatan medis akibat mengalami sesak napas di tengah pekatnya asap yang memenuhi stadion.
Direktur PT Persis Solo Saestu (PSS) sekaligus Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan, Ginda Ferachtriawan, mengatakan para korban langsung ditangani petugas medis yang bersiaga di lokasi pertandingan.
“Yang dirawat kurang lebih ada 8 orang. Sebagian sesak napas, sebagian juga kaget. Beberapa anak kecil dibawa ibunya minta diamankan karena takut ada flare,” ujar Ginda, Minggu (17/5/2026).
Menurutnya, kondisi Stadion Manahan yang memiliki atap tertutup membuat asap flare dan bom asap sulit keluar sehingga memperparah situasi di dalam stadion.
“Jangan samakan dengan beberapa stadion lain yang atapnya lebih terbuka karena asapnya lebih sulit keluar. Jangan sampai ada korban-korban yang tidak perlu terjadi hanya karena ingin merayakan,” tegasnya.
Puluhan Flare dan Kembang Api Disita
Ginda menjelaskan pihak panitia pelaksana bersama aparat keamanan sebenarnya telah melakukan pengamanan ketat sebelum pertandingan dimulai.
Petugas bahkan telah menemukan dan mengamankan sejumlah flare serta kembang api yang disembunyikan suporter di area stadion.
“Sebelum pertandingan itu kita sudah mengamankan banyak flare dan kembang api, baik yang dibawa penonton maupun yang disimpan di dalam stadion,” jelasnya.
Namun demikian, sejumlah suporter tetap berhasil menyalakan flare dan bom asap saat pertandingan usai.
Manajemen Persis menyayangkan imbauan untuk tidak membawa benda terlarang ke dalam stadion tidak diindahkan.
“Secara regulasi memang tidak diizinkan membawa kembang api dan flare, semata-mata agar pertandingan berjalan aman, nyaman, dan lancar,” katanya.
Persis Solo Terancam Sanksi PSSI
Di tengah euforia kemenangan penting atas Dewa United dengan skor 1-0, Persis Solo kini dibayangi ancaman sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Kemenangan tersebut sangat berarti bagi Laskar Sambernyawa untuk keluar dari zona degradasi di akhir musim Liga 1 2025/2026.
Namun, aksi flare dan petasan di tribun berpotensi membuat klub kembali terkena denda besar dari PSSI.
“Kalau kena denda, tim juga yang kena imbasnya. Ratusan juta lagi keluar,” ujar Ginda.
Ia mengaku manajemen kini hanya bisa menunggu surat resmi dari Komdis PSSI sambil menyiapkan nota pembelaan terkait insiden tersebut.
33 Suporter Diamankan Polisi
Sementara itu, Polresta Solo mengamankan sebanyak 33 suporter buntut insiden flare dan bom asap di Stadion Manahan.
Kabag Ops Polresta Solo, Kompol Wahyu Joko Nugroho, mengatakan para suporter yang diamankan berasal dari sejumlah daerah seperti Sukoharjo, Sragen, dan Klaten.
Mereka dibawa ke Mapolresta Solo untuk dilakukan pembinaan dan pendataan tanpa dilakukan penahanan.
“Kita bina, kita data, kita foto KTP maupun orangnya untuk antisipasi apabila ditemukan lagi kemudian hari,” kata Wahyu.
Selain itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa 23 flare, dua smoke ukuran besar, lima smoke ukuran kecil, dua petasan flare, sembilan kembang api, hingga satu botol minuman keras.
Seluruh barang bukti kini diamankan untuk penanganan lebih lanjut demi menjaga keamanan pertandingan sepak bola ke depan. (*)
Poin Utama Berita
- Penyalaan flare dan bom asap terjadi saat laga Persis Solo vs Dewa United.
- Delapan penonton mengalami sesak napas dan mendapat perawatan medis.
- Stadion Manahan dipenuhi asap karena kondisi atap tertutup.
- Manajemen Persis Solo menyesalkan aksi suporter yang melanggar aturan.
- Panpel dan polisi sebelumnya sudah menyita flare serta kembang api.
- Persis Solo terancam sanksi dan denda dari Komdis PSSI.
- Sebanyak 33 suporter diamankan Polresta Solo.
- Polisi menyita puluhan flare, smoke bomb, petasan, dan miras.
- Persis menang 1-0 dan keluar dari zona degradasi Liga 1.

















