Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HUKUM & KRIMINALPERISTIWA

Usai Dugaan Penyerangan di Pantai Wediawu, Puluhan Wisatawan Surabaya Positif Ganja dan Sabu

16
×

Usai Dugaan Penyerangan di Pantai Wediawu, Puluhan Wisatawan Surabaya Positif Ganja dan Sabu

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id – Kasus dugaan pengeroyokan dan perusakan kendaraan rombongan wisatawan asal Surabaya di kawasan Pantai Wediawu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, berbuntut panjang. Fakta mengejutkan terungkap setelah polisi melakukan pemeriksaan terhadap para korban dan rombongan wisatawan tersebut.

Sebanyak 31 orang dari total 69 wisatawan yang diamankan diketahui positif mengonsumsi narkotika berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan Polres Malang.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi mengungkapkan, pemeriksaan dilakukan sebagai langkah lanjutan usai insiden dugaan kekerasan yang terjadi pada Selasa (5/5/2026) dini hari.

“Dari hasil tes urine, 31 orang terindikasi positif narkotika dengan rincian 21 orang positif ganja, 6 orang positif sabu, dan 4 orang positif keduanya,” tegas AKBP Taat dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).

Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti Satresnarkoba Polres Malang. Polisi juga menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang untuk menentukan langkah penanganan berikutnya, termasuk kemungkinan rehabilitasi bagi para pengguna sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Koordinasi dengan BNN dilakukan untuk menentukan langkah penanganan yang tepat, termasuk kemungkinan rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Sementara itu, 38 wisatawan lain yang hasil tes urinenya dinyatakan negatif telah dipulangkan menggunakan armada bus milik BPBD Kota Surabaya.

Meski temuan narkotika mencuat, polisi memastikan proses hukum terhadap dugaan pengeroyokan dan perusakan kendaraan tetap berjalan. Saat ini aparat masih memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan di kawasan wisata Pantai Wediawu tersebut.

“Kami tetap mendalami kasus utama dan melakukan pengejaran terhadap pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut,” ujar AKBP Taat.

Kapolres Malang juga menegaskan bahwa penanganan kasus dilakukan secara profesional dan proporsional, baik dari aspek pidana narkotika maupun dugaan tindak kekerasan.

“Penanganan akan kami lakukan sesuai prosedur, baik dari sisi hukum maupun aspek rehabilitasi bagi yang memenuhi kriteria,” tambahnya.

Sebelumnya, rombongan wisatawan asal Surabaya diduga menjadi korban pengeroyokan dan perusakan kendaraan oleh sejumlah oknum yang diduga suporter Arema FC atau Aremania di kawasan Pantai Wediawu.

Insiden itu disebut dipicu dugaan nyanyian atau chant yang memancing emosi kelompok tertentu di lokasi wisata. Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan dan penanganan awal.

Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar menyatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan warga dan korban.

“Petugas segera mendatangi TKP setelah menerima laporan untuk melakukan penanganan awal dan pengamanan situasi,” ungkap AKP Bambang.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik lantaran memunculkan dua persoalan serius sekaligus, yakni dugaan aksi kekerasan massal dan temuan penyalahgunaan narkotika di kalangan wisatawan. (*detik.com)


Poin Utama Berita

  • Dugaan pengeroyokan wisatawan Surabaya terjadi di Pantai Wediawu, Kabupaten Malang.
  • Polisi melakukan tes urine terhadap 69 orang dari rombongan wisatawan.
  • Sebanyak 31 orang dinyatakan positif narkotika.
  • Rinciannya: 21 positif ganja, 6 positif sabu, dan 4 positif keduanya.
  • Penanganan kasus narkoba dikoordinasikan dengan BNN Kabupaten Malang.
  • Polisi tetap memburu pelaku pengeroyokan dan perusakan kendaraan.
  • Sebanyak 38 wisatawan yang negatif narkoba telah dipulangkan.
  • Kasus menjadi sorotan karena menggabungkan unsur kekerasan dan penyalahgunaan narkotika.
error: Content is protected !!