Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
TEKNO, SAINS & GAME

Bahaya! Hacker Bobol Akun Instagram Lewat Celah AI Meta, Akun Gedung Putih hingga Pejabat Militer AS Jadi Korban

10
×

Bahaya! Hacker Bobol Akun Instagram Lewat Celah AI Meta, Akun Gedung Putih hingga Pejabat Militer AS Jadi Korban

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Peretas Manfaatkan Chatbot AI Meta untuk Ambil Alih Akun Tanpa Membobol Email, Meta Akui Celah Sudah Ditutup

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Dunia keamanan siber kembali diguncang setelah terungkap adanya celah serius pada sistem bantuan berbasis kecerdasan buatan (AI) milik Meta yang diduga dimanfaatkan hacker untuk membobol akun Instagram.

Ironisnya, celah keamanan tersebut justru berasal dari fitur pemulihan akun yang dikembangkan Meta untuk membantu pengguna mendapatkan kembali akses ke akun mereka secara lebih cepat dan otomatis.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Sejumlah akun besar dilaporkan menjadi korban dalam insiden ini. Di antaranya akun Instagram Gedung Putih era Presiden Barack Obama yang sudah tidak aktif sejak 2017, akun pejabat tinggi Angkatan Antariksa Amerika Serikat (Space Force) John Bentivegna, hingga akun milik perusahaan ritel kecantikan global Sephora.

Peneliti keamanan siber Jane Wong juga mengaku akun pribadinya sempat diambil alih menggunakan metode yang sama.

“Kata sandi saya diubah tanpa sepengetahuan saya dan saya menerima beberapa upaya pengaturan ulang kata sandi sepanjang hari kemarin. Ini cukup mengkhawatirkan,” ungkap Jane Wong melalui akun X miliknya.

Modus Peretasan Dinilai Sederhana, Namun Sangat Berbahaya

Berdasarkan laporan sejumlah peneliti keamanan siber, para pelaku tidak menggunakan teknik peretasan rumit seperti malware atau pembobolan server.

Sebaliknya, mereka memanfaatkan kelemahan pada sistem verifikasi identitas yang digunakan chatbot Meta AI Support Assistant.

Fitur tersebut sebelumnya diperkenalkan Meta untuk mempercepat proses pemulihan akun yang terkunci atau kehilangan akses.

Dalam praktiknya, hacker menggunakan layanan Virtual Private Network (VPN) untuk menyamarkan lokasi mereka agar terlihat identik dengan lokasi pemilik akun yang menjadi target.

Setelah sistem mendeteksi lokasi yang dianggap valid, pelaku kemudian berinteraksi dengan chatbot Meta AI dan meminta penambahan alamat email baru pada akun korban.

Tak lama kemudian, chatbot mengirimkan kode verifikasi ke email yang dikendalikan hacker.

Begitu kode tersebut dimasukkan ke sistem, chatbot memberikan opsi untuk melakukan reset password, sehingga akun korban dapat diambil alih tanpa perlu mengakses email asli pemilik akun.

Metode ini dinilai sangat berbahaya karena memungkinkan peretas menguasai akun hanya dengan mengeksploitasi kelemahan proses verifikasi identitas berbasis AI.

Meta Akui Masalah dan Klaim Celah Sudah Ditutup

Menanggapi temuan tersebut, Meta mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan perbaikan terhadap celah keamanan yang ditemukan.

Juru Bicara Meta, Andy Stone, menyatakan perusahaan telah mengatasi masalah tersebut dan tengah mengamankan akun-akun yang terdampak.

“Masalah ini telah diatasi dan kami sedang mengamankan akun-akun yang terdampak,” ujar Andy Stone melalui akun X.

Meski demikian, Meta belum mengungkap jumlah pasti akun yang menjadi korban sebelum kerentanan tersebut berhasil ditutup.

Ketiadaan informasi mengenai jumlah korban memunculkan kekhawatiran di kalangan pakar keamanan siber mengenai kemungkinan masih adanya pengguna yang belum menyadari akunnya telah menjadi target serangan.

Pengguna Instagram Diminta Tingkatkan Keamanan Akun

Insiden ini menjadi pengingat penting bahwa ancaman siber terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam berbagai layanan digital.

Pakar keamanan menyarankan pengguna Instagram untuk segera mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA), memeriksa aktivitas login secara berkala, serta memastikan alamat email dan nomor telepon yang terhubung ke akun tetap aman.

Selain itu, pengguna juga diimbau untuk segera mengganti kata sandi apabila menerima notifikasi reset password yang tidak pernah diminta.

Kasus ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi AI mampu memberikan kemudahan, pengawasan dan sistem keamanan yang kuat tetap menjadi faktor utama dalam melindungi data dan akun pengguna dari ancaman kejahatan siber. (*)


Poin Utama Berita

  • Hacker berhasil membobol sejumlah akun Instagram melalui celah chatbot AI Meta.
  • Akun Gedung Putih era Barack Obama, pejabat Space Force AS, dan Sephora dilaporkan terdampak.
  • Peneliti keamanan Jane Wong mengaku akunnya sempat diambil alih.
  • Peretas memanfaatkan VPN untuk memalsukan lokasi pengguna.
  • Chatbot Meta AI mengizinkan penambahan email baru dan reset password.
  • Hacker dapat mengambil alih akun tanpa perlu mengakses email asli korban.
  • Meta mengonfirmasi celah keamanan telah diperbaiki.
  • Pengguna Instagram diminta mengaktifkan autentikasi dua faktor dan memperkuat keamanan akun.