Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAH | REGIONALPERISTIWA

Harga Sapi Kurban di Ponorogo Naik hingga Rp4 Juta Jelang Idul Adha 2026, Pedagang Kebanjiran Pembeli

87
×

Harga Sapi Kurban di Ponorogo Naik hingga Rp4 Juta Jelang Idul Adha 2026, Pedagang Kebanjiran Pembeli

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PONOROGO | Sentrapos.co.id — Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, harga sapi kurban di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai Rp4 juta per ekor.

Lonjakan harga tersebut dipicu tingginya permintaan masyarakat terhadap hewan kurban, khususnya sapi dengan ukuran sedang hingga besar di Pasar Hewan Jetis Ponorogo.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Salah satu pedagang sapi, Ahmad Saiful Wahid, mengatakan meningkatnya minat masyarakat membeli sapi kurban membuat harga terus bergerak naik dibanding tahun sebelumnya.

“Pembelinya meningkat. Sekarang mungkin kondisi ekonomi masyarakat mulai membaik. Banyak tim arisan ibu-ibu dan jemaah pengajian yang ikut membeli sapi kurban bersama-sama,” ujar Ahmad saat ditemui di Pasar Hewan Jetis Ponorogo, Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya, tren pembelian sapi kurban tahun ini juga dipengaruhi kondisi pasca wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat membuat masyarakat kesulitan membeli hewan kurban dalam beberapa tahun terakhir.

“Setelah beberapa tahun terdampak PMK, sekarang masyarakat kembali semangat berkurban,” tambahnya.

Pedagang lainnya, Agus, menjelaskan harga sapi sangat dipengaruhi postur tubuh serta bobot hewan yang dijual.

Saat ini, sapi dengan bobot sekitar 550 kilogram dijual dengan harga mencapai Rp29 juta per ekor. Padahal pada Idul Adha tahun sebelumnya, sapi dengan ukuran serupa hanya dijual sekitar Rp25 juta.

“Kenaikannya sekitar Rp3 juta sampai Rp4 juta. Kalau sapi besar sekarang bisa Rp29 juta,” kata Agus.

Meski harga sapi besar melonjak, Agus menyebut sapi dengan bobot sekitar 300 kilogram justru menjadi favorit pembeli karena dinilai lebih terjangkau.

Sapi kategori sedang tersebut kini dijual dengan harga rata-rata Rp22 juta per ekor atau naik sekitar Rp2 juta dibanding tahun lalu.

“Sapi ukuran sedang paling banyak dicari untuk kurban. Sekarang harga Rp22 juta tetap laris,” ujarnya.

Peningkatan penjualan juga dirasakan pedagang lainnya, Ahmad. Ia mengaku penjualan sapi kurban tahun ini lebih tinggi dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

Jika pada Idul Adha sebelumnya dirinya mampu menjual sekitar 50 ekor sapi, tahun ini jumlah penjualan sudah mencapai 60 ekor meski Hari Raya Idul Adha masih sekitar dua pekan lagi.

“Biasanya semakin dekat Idul Adha pembeli makin ramai. Tahun ini penjualannya lebih cepat,” katanya.

Sementara itu, salah satu pembeli sapi kurban, Supriyanto, mengaku sengaja membeli lebih awal untuk mendapatkan sapi berkualitas dengan harga yang belum terlalu tinggi.

Ia membeli sapi berbobot lebih dari 300 kilogram dengan harga Rp23,4 juta setelah melalui proses negosiasi cukup alot dengan penjual.

“Takut kalau beli mendekati Idul Adha nanti harganya makin naik. Makanya beli sekarang supaya dapat sapi yang bagus,” pungkasnya.

Kenaikan harga sapi kurban di Ponorogo diperkirakan masih berpotensi terjadi hingga mendekati Hari Raya Idul Adha seiring meningkatnya permintaan masyarakat terhadap hewan kurban berkualitas. (*)


Poin Utama Berita

  • Harga sapi kurban di Ponorogo naik Rp3 juta hingga Rp4 juta per ekor.
  • Permintaan hewan kurban meningkat tajam menjelang Idul Adha 2026.
  • Sapi berbobot 550 kilogram kini dijual hingga Rp29 juta.
  • Sapi ukuran sedang 300 kilogram paling diminati pembeli.
  • Pedagang mengaku penjualan tahun ini lebih tinggi dibanding tahun lalu.
  • Masyarakat membeli lebih awal untuk menghindari lonjakan harga mendekati Idul Adha.
  • Pasar Hewan Jetis Ponorogo menjadi pusat transaksi sapi kurban yang ramai pembeli.