Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISNASIONALPERISTIWA

Indonesia-Belarus Perkuat Kerja Sama Strategis, Traktor Canggih hingga Dump Truck Tambang Siap Masuk RI

56
×

Indonesia-Belarus Perkuat Kerja Sama Strategis, Traktor Canggih hingga Dump Truck Tambang Siap Masuk RI

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Pemerintah Indonesia terus memperluas diplomasi ekonomi strategis di kawasan Eurasia guna memperkuat ketahanan pangan nasional, modernisasi industri, hingga pengamanan rantai pasok sektor strategis.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ke sejumlah pusat manufaktur utama di Belarus sejak Kamis (14/5/2026).

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Kunjungan yang berlangsung di Kota Minsk itu menjadi bagian dari rangkaian Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI–Belarus di bidang perdagangan, ekonomi, dan teknik.

Dalam agenda tersebut, Airlangga didampingi Wakil Menteri Industri Belarus Leonid Ryzkovsky untuk meninjau langsung potensi kerja sama teknologi industri dan pertanian yang dinilai dapat mendukung kebutuhan nasional Indonesia.


Modernisasi Pertanian Jadi Fokus Utama

Salah satu agenda penting dalam kunjungan tersebut adalah peninjauan ke Minsk Tractor Works (MTZ), produsen alat mesin pertanian terbesar dan paling berpengaruh di Belarus.

Belarus sendiri dikenal sebagai negara dengan tingkat swasembada pangan mencapai 96 persen berkat penguatan mekanisasi agro-industri modern.

Sektor manufaktur bahkan menyumbang sekitar 20,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Belarus pada 2024.

Bagi Indonesia, kerja sama ini dipandang strategis untuk mendukung program food estate nasional sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian berbasis teknologi modern.

Pihak MTZ menyatakan kesiapan memproduksi alat berat yang disesuaikan dengan karakteristik lahan dan kebutuhan Indonesia, termasuk menyediakan program pelatihan operator dan transfer teknologi.

“Kami melihat perusahaan-perusahaan Belarus berpengalaman dalam memproduksi berbagai macam produk alat berat, terutama yang dapat memperkuat industrialisasi, mekanisasi pertanian modern, serta pengembangan industri alat berat di Indonesia,” ujar Menko Airlangga Hartarto di Minsk.

Pembahasan implementasi kerja sama tersebut juga telah melibatkan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.


Indonesia Jajaki Kendaraan Komersial dan Industri Tambang

Tak hanya sektor pertanian, delegasi Indonesia juga menjajaki potensi kolaborasi di bidang kendaraan komersial dan transportasi massal.

Saat mengunjungi Minsk Automobile Plant (MAZ), kedua pihak membahas peluang perakitan lokal atau local assembly kendaraan berat dan pengembangan armada rendah emisi.

Sementara itu, kunjungan ke BelAZ Holding Management Company membuka peluang kerja sama strategis di sektor pertambangan nasional.

Sebagai salah satu eksportir batu bara terbesar dunia dengan produksi mencapai 800 juta ton per tahun, Indonesia dinilai membutuhkan armada dump truck yang efisien dan berkapasitas besar.

Dalam pembahasan tersebut, kedua negara turut membicarakan:

  • Pengembangan armada kendaraan berat pertambangan
  • Sistem pemeliharaan dan rantai pasok alat berat
  • Pemanfaatan karet alam Indonesia untuk kebutuhan ban kendaraan tambang
  • Pengembangan baterai berbasis nikel untuk kendaraan berat
  • Diversifikasi singkong (cassava) menjadi etanol

Kerja sama ini dinilai dapat memperkuat hilirisasi industri nasional sekaligus mendukung pengembangan energi alternatif berbasis sumber daya domestik.


Indonesia–EAEU FTA Diproyeksikan Buka Pasar Baru

Optimisme penguatan hubungan ekonomi RI–Belarus juga diperkuat dengan penjajakan perjanjian perdagangan bebas Indonesia–Uni Ekonomi Eurasia atau Indonesia–EAEU FTA.

Perjanjian tersebut diproyeksikan membuka akses pasar baru sekaligus memperkuat perdagangan komoditas strategis kedua negara.

Selain Belarus, kawasan EAEU juga mencakup Rusia, Kazakhstan, Armenia, dan Kirgistan yang dinilai memiliki potensi pasar besar bagi produk Indonesia.


Tantangan Data Industri dan Langkah Strategis Ke Depan

Meski peluang kerja sama terbuka lebar, Belarus menilai masih terdapat tantangan dalam pemetaan kebutuhan riil industri di Indonesia.

Pemerintah Belarus menyebut informasi spesifik terkait kebutuhan industri nasional Indonesia masih terbatas sehingga perlu adanya komunikasi yang lebih intensif.

Untuk mengatasi hal tersebut, kedua negara sepakat memperkuat forum konsultasi rutin antara pemerintah dan pelaku usaha.

Langkah ini diharapkan mampu memastikan transfer teknologi berjalan tepat sasaran sekaligus memperkuat fondasi kerja sama menjelang rencana kunjungan kenegaraan Presiden Belarus ke Indonesia di masa mendatang.

Turut mendampingi Menko Airlangga dalam kunjungan tersebut yakni Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Belarus Jose Tavares, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, serta jajaran perwakilan APINDO dan KADIN Indonesia. (*)


Poin Utama Berita

  • Indonesia memperkuat diplomasi ekonomi strategis dengan Belarus.
  • Airlangga Hartarto meninjau langsung industri alat berat dan pertanian di Minsk.
  • Belarus siap mendukung modernisasi pertanian Indonesia lewat teknologi traktor modern.
  • Kerja sama diarahkan untuk mendukung program food estate nasional.
  • Indonesia juga menjajaki kendaraan komersial rendah emisi dan industri tambang.
  • Belarus menawarkan transfer teknologi dan pelatihan operator alat berat.
  • Pembahasan mencakup baterai berbasis nikel dan etanol berbahan singkong.
  • Indonesia–EAEU FTA diproyeksikan membuka akses pasar baru di Eurasia.
  • Kedua negara sepakat memperkuat komunikasi industri dan konsultasi bisnis.
  • Kunjungan ini menjadi langkah strategis memperkuat ketahanan pangan dan industrialisasi nasional.