Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISNASIONALPERISTIWA

Indonesia-Rusia Sepakat Bangun PLTN dan Perkuat Migas, Pemerintah Target Tambahan Listrik 70 GW

45
×

Indonesia-Rusia Sepakat Bangun PLTN dan Perkuat Migas, Pemerintah Target Tambahan Listrik 70 GW

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Pemerintah Indonesia dan Rusia resmi memperkuat kerja sama strategis di sektor energi, mulai dari pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), minyak dan gas bumi (migas), hingga energi baru terbarukan (EBT).

Kesepakatan tersebut dicapai dalam rangkaian Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 Indonesia-Rusia yang berlangsung di Kazan, Rusia, Kamis (14/5/2026).

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Yuliot, mengatakan kerja sama tersebut menghasilkan sejumlah komitmen investasi penting untuk mendukung ketahanan energi nasional Indonesia.

“Kerja sama di sektor energi dengan Rusia telah menghasilkan berbagai komitmen investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi, kilang minyak, ketenagalistrikan berbasis energi baru dan terbarukan, termasuk rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir modular kecil,” ujar Yuliot.

Dalam forum tersebut, pemerintah juga membahas perkembangan impor minyak mentah Rusia ke Indonesia serta progres proyek strategis Grass Root Refinery (GRR) Tuban, Jawa Timur.

Pemerintah menilai kolaborasi energi dengan Rusia menjadi langkah strategis dalam memperkuat pasokan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global dan fluktuasi harga energi dunia.

Target Tambahan Listrik 70 GW

Pemerintah Indonesia menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik nasional sebesar 70 gigawatt (GW) dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

Dari total tambahan kapasitas tersebut, sekitar 40 GW ditargetkan berasal dari energi baru terbarukan.

“Dalam RUPTL 2025–2034 ditetapkan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 70 GW, dengan target 40 GW berasal dari energi baru terbarukan atau sebesar 62 persen dari total tambahan kapasitas,” kata Yuliot.

Selain energi hijau, pemerintah juga mulai memasukkan tenaga nuklir sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional.

Indonesia menargetkan pembangunan dua unit PLTN dengan total kapasitas mencapai 500 megawatt (MW).

“Untuk pembangkit listrik tenaga nuklir, ditargetkan pembangunan dua unit dengan total kapasitas 500 MW,” tegas Yuliot.

Pengembangan PLTN modular kecil dinilai menjadi solusi untuk memperkuat bauran energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Minyak Rusia Segera Masuk Indonesia

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan impor minyak mentah dari Rusia akan segera masuk ke Indonesia dalam waktu dekat.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketahanan energi nasional dan memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman.

“Bagi saya yang paling penting adalah semua stok kita ada. Dan untuk minyak mentah Rusia sebentar lagi masuk,” ujar Bahlil.

Meski demikian, pemerintah belum mengungkap volume impor minyak mentah Rusia maupun kilang pengolahannya di dalam negeri.

Bahlil menegaskan, di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu, pemerintah wajib memastikan pasokan BBM nasional tetap aman.

“Dalam kondisi seperti ini negara harus menjamin ketersediaan semua jenis BBM. Itu jauh lebih penting,” katanya.

Selain crude oil, pemerintah juga membuka peluang impor liquefied petroleum gas (LPG) dari Rusia. Namun rencana tersebut masih dalam tahap pembicaraan bisnis.

Pemerintah memastikan stok LPG nasional saat ini masih berada di atas batas minimum nasional sehingga masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan energi.

Kerja sama energi Indonesia-Rusia diproyeksikan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mempercepat transisi energi, memperkuat ketahanan energi nasional, serta menarik investasi besar di sektor energi masa depan. (*)


Poin Utama Berita

  • Indonesia dan Rusia sepakat memperkuat kerja sama sektor energi.
  • Kerja sama mencakup PLTN, migas, energi terbarukan, dan kilang minyak.
  • Pemerintah menargetkan tambahan listrik nasional sebesar 70 GW hingga 2034.
  • Sebanyak 40 GW ditargetkan berasal dari energi baru terbarukan.
  • Indonesia menyiapkan pembangunan dua unit PLTN berkapasitas total 500 MW.
  • Impor minyak mentah Rusia disebut segera masuk ke Indonesia.
  • Pemerintah fokus menjaga ketahanan energi dan stok BBM nasional.
  • Peluang impor LPG Rusia masih dalam tahap pembicaraan.
  • Proyek GRR Tuban juga menjadi pembahasan strategis Indonesia-Rusia.
  • Kerja sama energi dinilai penting menghadapi ketidakpastian geopolitik global.