TULUNGAGUNG | Sentrapos.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp10,4 miliar kepada masyarakat Tulungagung, Kamis (14/5/2026).
Bantuan yang bersumber dari APBD Pemprov Jatim dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut disalurkan di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa, Tulungagung.
Program bantuan menyasar masyarakat miskin, kelompok rentan, difabel, pelaku UMKM, hingga desa-desa yang membutuhkan penguatan ekonomi.
Khofifah mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi angka kemiskinan ekstrem di Jawa Timur.
“Kalau kita bahagia, maka kita ingin yang lain bahagia. Kalau kita sejahtera, kita ingin orang lain juga sejahtera. Kalau kita bisa menikmati kehidupan, maka kita juga ingin yang lain bisa menikmati kehidupan dengan baik,” ujar Khofifah.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), Program Pemberdayaan BUMDes, Program Desa Berdaya, Jatim Puspa, Bantuan Keuangan Desa, hingga bantuan sosial bagi lansia melalui Program Keluarga Harapan (PKH) Plus.
Selain itu, Pemprov Jatim juga memberikan Bantuan Kewirausahaan Inklusif Produktif (KIP) Putri Jawara, bantuan kemiskinan ekstrem, zakat produktif, bantuan operasional pendamping PKH Plus, serta tali asih bagi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Menurut Khofifah, bantuan produktif tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan ekonomi keluarga penerima manfaat dan memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat di tengah tantangan ekonomi saat ini.
Pemprov Jatim Akui Fiskal Masih Terbatas
Khofifah mengakui kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi Jawa Timur masih memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh masyarakat kurang mampu.
Meski demikian, Pemprov Jatim terus berupaya memaksimalkan program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Jika yang kami lakukan belum maksimal, kami mohon maaf karena kemampuan Pemprov baru sampai di sini. Doakan provinsi rezekinya lebih banyak, supaya yang bisa mendapatkan program ini juga lebih banyak lagi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jawa Timur Restu Novi Widiani menjelaskan total bantuan Rp10,4 miliar berasal dari berbagai sumber anggaran.
Rinciannya yakni Rp4,3 miliar dari Dinas Sosial Jatim, Rp25 juta dari BUMD Jatim, Rp939 juta dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jatim, serta Rp5,118 miliar Bantuan Keuangan Desa dari lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jatim.
Penyaluran Mengacu DTSEN Nasional
Restu Novi menegaskan penyaluran bantuan sosial dilakukan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar tepat sasaran.
“Untuk sasaran penerima bantuan, kami mengacu DTSEN karena itu sudah menjadi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Segala penerima bansos kita mengacu ke situ,” kata Restu Novi.
Ia menjelaskan penerima bantuan perlindungan sosial diprioritaskan bagi masyarakat desil 1 hingga 4, sedangkan program pemberdayaan ekonomi menyasar desil 1 hingga 5.
Pemprov Jatim berharap bantuan tersebut dapat memperkuat perlindungan sosial masyarakat sekaligus menjadi stimulus ekonomi bagi warga Tulungagung yang membutuhkan. (*)
Poin Utama Berita
- Gubernur Khofifah menyalurkan bansos Rp10,4 miliar di Tulungagung.
- Bantuan berasal dari APBD Pemprov Jatim dan BUMD.
- Program menyasar masyarakat miskin, lansia, difabel, UMKM dan desa.
- Bantuan mencakup PKH Plus, Desa Berdaya, ASPD hingga zakat produktif.
- Pemprov Jatim ingin memperkuat kesejahteraan dan ekonomi masyarakat.
- Khofifah mengakui kemampuan fiskal daerah masih terbatas.
- Penyaluran bansos mengacu Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
- Bantuan ekonomi produktif diharapkan meningkatkan pendapatan keluarga penerima.
- Total bantuan berasal dari Dinsos, PMD, OPD dan BUMD Jatim.
- Program diarahkan untuk pengentasan kemiskinan ekstrem di Jawa Timur.

















