Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIDAERAHINVESTIGASI & SOROTPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

HEBOH! Kali Rawalumbu Bekasi Mendadak Biru Pekat, DLH Turun Tangan Selidiki Dugaan Limbah Industri

38
×

HEBOH! Kali Rawalumbu Bekasi Mendadak Biru Pekat, DLH Turun Tangan Selidiki Dugaan Limbah Industri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BEKASI | Sentrapos.co.id – Fenomena aliran kali berubah warna menjadi biru pekat di wilayah Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, menghebohkan warga dan viral di media sosial. Menyikapi kejadian tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi langsung turun ke lapangan untuk mengambil sampel air dan melakukan pemeriksaan kualitas lingkungan, Senin (18/5/2026).

Perubahan warna air yang mencolok terjadi di sepanjang aliran Kali Jembatan Rawalumbu. Warga menduga pencemaran berasal dari limbah industri rumahan berupa tinta atau cat sablon yang dibuang ke aliran sungai.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kota Bekasi, Wulan Agustina Triwardani, mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim laboratorium serta Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) guna melakukan verifikasi lapangan.

“Tim UPTD Lab sudah melakukan uji kualitas air di lokasi Kali Jembatan 7 Bojong Rawalumbu. Kami juga menurunkan tim PPLH untuk melakukan verifikasi lapangan,” ujar Wulan saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, sejumlah parameter kualitas air masih berada dalam kategori normal. Tingkat keasaman (pH) tercatat sebesar 7,54 atau netral. Suhu air berada di angka 30 derajat Celsius dengan kadar oksigen terlarut (DO) sebesar 4,5 mg/L.

Selain itu, nilai daya hantar listrik (DHL) tercatat sebesar 644,35 µS yang menunjukkan adanya kandungan zat terlarut di dalam air. Sementara kadar klorin bebas ditemukan sebesar 0,08 mg/L.

Meski demikian, DLH menegaskan pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan ada atau tidaknya kandungan bahan kimia berbahaya maupun limbah B3 di aliran kali tersebut.

“Perlu ada pemeriksaan lanjutan untuk memastikan ada atau tidaknya kandungan limbah kimia maupun bahan berbahaya lainnya di aliran sungai tersebut,” tegas Wulan.

DLH juga menyebut kondisi air saat ini terlihat keruh, namun belum ditemukan endapan maupun bau menyengat yang biasanya muncul akibat pencemaran berat.

“Sementara ini kondisi airnya memang keruh, tetapi tidak ada endapan dan juga berbau,” tambahnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan warna biru pekat yang sempat viral sejak Jumat (15/5/2026) hingga Sabtu (16/5/2026) kini mulai memudar. Aliran air berubah menjadi abu-abu kehitaman dengan arus yang cukup deras.

Sebelumnya, video aliran kali berwarna biru pekat viral setelah diunggah akun Instagram @bekasiterkini dan menuai perhatian luas masyarakat.

Seorang warga sekitar bernama Ari (55) mengaku sempat melihat adanya aktivitas pembuangan limbah ke aliran kali tersebut. Ia menduga limbah berasal dari industri pengoplosan tinta atau cat sablon di sekitar lokasi.

“Saya sempat melihat ada orang yang buang limbah ke kali itu. Enggak tahu disengaja apa tidak, tapi yang seperti ini bukan sekali, sudah sering,” kata Ari.

Menurutnya, cairan biru tersebut diduga berasal dari limbah tinta B3 atau cat sablon dari industri rumahan.

“Setahu saya itu dari tinta B3 atau cat sablon. Asalnya dari industri rumahan, tapi memang khusus pengoplosan,” ujarnya.

Warga kini khawatir dugaan pencemaran tersebut berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat, termasuk kemungkinan meresap ke sumur warga karena aliran kali terhubung hingga ke Kalimalang.

Ari berharap pemerintah segera bertindak tegas terhadap pihak yang diduga membuang limbah ke sungai.

“Saya minta ditertibkan saja. Karena ini pencemaran lingkungan dan dampaknya ke warga,” tandasnya.

Fenomena kali berubah warna ini kembali menjadi sorotan terkait pengawasan limbah industri rumahan di kawasan padat penduduk. Masyarakat mendesak adanya investigasi menyeluruh serta penindakan tegas jika ditemukan pelanggaran lingkungan hidup. (*)


Poin Utama Berita

  • Kali di Bojong Rawalumbu, Bekasi, sempat berubah warna menjadi biru pekat dan viral di media sosial.
  • DLH Kota Bekasi turun langsung mengambil sampel air dan melakukan pemeriksaan kualitas lingkungan.
  • Hasil uji awal menunjukkan beberapa parameter air masih dalam batas normal.
  • DLH tetap melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mendeteksi kemungkinan limbah kimia atau B3.
  • Warga menduga pencemaran berasal dari limbah tinta atau cat sablon industri rumahan.
  • Masyarakat khawatir pencemaran berdampak pada lingkungan dan sumur warga.
  • Pemerintah didesak menindak tegas pelaku pembuangan limbah ke sungai.