Gubernur Jatim Sampaikan Doa dan Belasungkawa untuk Jemaah Haji, 38 Orang Tunda Keberangkatan karena Faktor Kesehatan
SURABAYA | Sentrapos.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan seluruh jemaah haji Embarkasi Surabaya tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi untuk menjaga kesehatan, kekhusyukan ibadah, serta mematuhi seluruh aturan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Khofifah menegaskan kesehatan menjadi faktor penting agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalankan secara maksimal dan lancar.
“Kita tentu berharap semuanya dalam menjalankan ibadah haji diparingi kesehatan. Yang haji sehat, keluarga yang ditinggalkan sehat, semuanya diberi keselamatan dan keberkahan,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).
Menurut Khofifah, Embarkasi Surabaya tahun ini memberangkatkan total 116 kelompok terbang (kloter) dengan jumlah keseluruhan mencapai 44.080 jemaah dan petugas haji.
Jumlah tersebut terdiri dari 42.109 jemaah haji, 464 petugas kloter, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 140 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU).
Khofifah menyebut Jawa Timur kini menjadi provinsi dengan tambahan kuota jemaah haji terbanyak karena memiliki antrean keberangkatan paling panjang di Indonesia.
“Kalau dulu paling banyak Jawa Barat karena jumlah penduduknya paling banyak, sekarang Jawa Timur mendapatkan tambahan 8.000 jamaah haji berdasarkan Undang-Undang Haji karena antreannya paling panjang,” jelasnya.
Pada Kamis (21/5/2026), Embarkasi Surabaya resmi memberangkatkan kloter terakhir atau kloter 116 menuju Tanah Suci. Sebanyak 370 jemaah diberangkatkan dalam kloter pamungkas tersebut, terdiri dari 163 laki-laki dan 207 perempuan.
Rombongan juga didampingi empat petugas kloter, dua Petugas Haji Daerah (PHD), dan tiga petugas Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), sehingga total rombongan mencapai 379 orang.
Dalam kloter terakhir itu, jemaah tertua tercatat atas nama Raminten Murtomo Singo Dimejo asal Kabupaten Sidoarjo yang berusia 86 tahun. Sementara jemaah termuda adalah Mohammad Akbar Kurniawan asal Surabaya berusia 21 tahun.
Khofifah turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan haji Embarkasi Surabaya, mulai dari petugas asrama haji, tenaga kesehatan, maskapai penerbangan, hingga unsur keamanan.
Selain itu, ia juga menyampaikan doa bagi jemaah yang harus menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan serta belasungkawa atas wafatnya sejumlah jemaah di Arab Saudi.
“Hingga saat ini terdapat 38 orang jamaah haji yang menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan, dan turut berduka cita atas wafatnya 13 orang jamaah haji di Arab Saudi,” ungkap Khofifah.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap seluruh jemaah haji asal Embarkasi Surabaya dapat menjalankan ibadah dengan lancar, sehat, serta kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur. (*)
Poin Utama Berita
- Khofifah mengingatkan jemaah haji menjaga kesehatan dan kekhusyukan ibadah.
- Embarkasi Surabaya memberangkatkan total 116 kloter haji tahun 2026.
- Total 44.080 jemaah dan petugas diberangkatkan ke Tanah Suci.
- Jawa Timur mendapat tambahan kuota 8.000 jemaah haji.
- Kloter terakhir diberangkatkan pada 21 Mei 2026.
- Jemaah tertua berusia 86 tahun, termuda 21 tahun.
- Sebanyak 38 jemaah menunda keberangkatan karena alasan kesehatan.
- Khofifah menyampaikan belasungkawa atas wafatnya 13 jemaah di Arab Saudi.

















