MAJALENGKA | Sentrapos.co.id — Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR 2026, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyoroti temuan sejumlah koper jemaah haji Indonesia yang mengalami kerusakan selama proses pemberangkatan haji tahun 2026.
Cucun menegaskan persoalan tersebut akan menjadi bahan evaluasi serius dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini, khususnya terkait pelayanan maskapai dan vendor penyedia perlengkapan jemaah.
“Masalah koper rusak ini akan kami evaluasi. Maskapai dan vendor harus bertanggung jawab terhadap pelayanan kepada jemaah haji,” tegas Cucun Ahmad Syamsurijal, Minggu (10/5/2026).
Pernyataan itu disampaikan Cucun usai melepas keberangkatan calon jemaah haji kloter 24 asal Kabupaten Bandung di Bandara Kertajati, Jawa Barat.
Menurutnya, berdasarkan laporan yang diterima Timwas Haji DPR, kasus koper rusak memang tidak terjadi secara masif dan hanya ditemukan di beberapa kelompok terbang (kloter).
Meski demikian, ia menilai persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut kenyamanan dan pelayanan terhadap jemaah haji Indonesia.
“Walaupun hanya terjadi di beberapa kloter, koper jemaah yang rusak tetap harus diganti. Ini menyangkut pelayanan dan kepercayaan publik,” ujarnya.
DPR Minta Ada Pertanggungjawaban
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu meminta pihak maskapai penerbangan dan vendor perlengkapan haji segera mengambil langkah konkret untuk mengganti koper yang mengalami kerusakan.
Ia memastikan Kementerian Haji dan pihak terkait akan melakukan komunikasi lebih lanjut dengan maskapai agar persoalan serupa tidak kembali terulang.
Kasus koper rusak ini sekaligus menjadi catatan penting dalam evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Garuda Siapkan 49 Koper Cadangan
Sebelumnya, General Manager Garuda Indonesia Jeddah, Nano Setiawan, mengakui adanya laporan kerusakan koper milik jemaah haji Indonesia.
Menurut Nano, kerusakan koper dapat terjadi akibat berbagai faktor selama proses distribusi dan penanganan bagasi.
Untuk mengantisipasi kebutuhan penggantian, Garuda Indonesia telah menyerahkan 49 unit koper cadangan ke Kantor Daerah Kerja (Daker) Bandara di Jeddah sejak Jumat (8/5/2026).
“Kami berharap koper cadangan ini bisa menggantikan koper jemaah yang mengalami kerusakan,” kata Nano Setiawan.
Pihak Garuda juga memastikan akan terus melakukan koordinasi dengan penyelenggara haji guna meminimalkan potensi kerusakan koper pada kloter berikutnya.
Pelayanan Haji Jadi Sorotan
Permasalahan koper rusak menjadi perhatian publik karena pelayanan jemaah haji selalu menjadi sorotan utama setiap musim haji.
Selain transportasi dan akomodasi, kualitas perlengkapan jemaah juga dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan ibadah para calon tamu Allah.
“Pelayanan haji bukan hanya soal keberangkatan, tetapi juga menyangkut kenyamanan dan perlindungan hak jemaah selama proses perjalanan.” (*)
Poin Utama Berita
- DPR menyoroti temuan koper jemaah haji 2026 yang rusak.
- Timwas Haji DPR akan mengevaluasi pelayanan maskapai dan vendor.
- Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal meminta koper rusak diganti.
- Kasus kerusakan koper terjadi di beberapa kloter jemaah haji.
- Garuda Indonesia menyiapkan 49 koper cadangan di Jeddah.
- Kerusakan koper disebut dipicu berbagai faktor distribusi bagasi.
- Pelayanan jemaah haji menjadi perhatian serius pemerintah dan DPR.

















