Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
OTOMOTIF

Ledakan Mobil Listrik di Indonesia 2026: Penjualan Melejit, BBM Naik Jadi Pemicu, ICE Mulai Tergeser!

43
×

Ledakan Mobil Listrik di Indonesia 2026: Penjualan Melejit, BBM Naik Jadi Pemicu, ICE Mulai Tergeser!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | SENTRAPOS.CO.ID – Tren kendaraan listrik berbasis baterai (electric vehicle/EV) di Indonesia terus menunjukkan lonjakan signifikan. Di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan perubahan preferensi konsumen, mobil listrik kini menjadi primadona baru yang perlahan menggeser dominasi kendaraan konvensional berbasis mesin pembakaran internal (ICE).

Data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkap perubahan drastis dalam peta industri otomotif nasional. Pangsa pasar kendaraan konvensional yang pada 2021 masih mencapai 99,6 persen, kini turun tajam menjadi 75 persen per Maret 2026.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Sebaliknya, kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) melonjak dari hanya 0,1 persen menjadi 15,6 persen dalam periode yang sama.

Lonjakan ini bukan tanpa alasan. Selain faktor harga BBM, kemajuan teknologi baterai juga menjadi pendorong utama.

“Terjadi perubahan preferensi konsumen. Masyarakat mulai memilih kendaraan yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan. Ini menjadi sinyal positif bagi transformasi industri otomotif nasional,” tegas Direktur Jenderal ILMATE Kemenperin, Setia Diarta.

Penjualan Melonjak, ICE Tertekan

Sepanjang awal 2026, penjualan mobil listrik tercatat meningkat hingga 96 persen, dari 16.926 unit menjadi 33.146 unit. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan industri otomotif nasional yang hanya mencapai 1,7 persen.

Di sisi lain, penjualan mobil konvensional justru mengalami penurunan dari 174.776 unit menjadi 156.684 unit.

Fenomena ini mempertegas bahwa kendaraan listrik bukan lagi sekadar tren, melainkan sudah menjadi arah masa depan industri otomotif Indonesia.

Jarak Tempuh Tak Lagi Jadi Masalah

Salah satu hambatan utama adopsi kendaraan listrik, yakni kecemasan jarak tempuh (range anxiety), kini mulai teratasi. Teknologi baterai terbaru memungkinkan EV menempuh jarak hingga 600 kilometer dalam sekali pengisian penuh.

Hal ini membuat kendaraan listrik semakin kompetitif dibandingkan mobil berbahan bakar fosil.

Industri Tumbuh, Investasi Mengalir

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian terus mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik nasional. Saat ini tercatat:

  • 14 perusahaan perakitan mobil listrik (kapasitas 409.860 unit/tahun)
  • 68 produsen motor listrik (kapasitas 2,51 juta unit/tahun)
  • 9 produsen bus listrik (kapasitas 4.100 unit/tahun)

Total investasi sektor ini telah mencapai Rp25,674 triliun.

Populasi kendaraan listrik nasional juga meningkat pesat hingga 358.205 unit per Maret 2026.

Kebijakan Pajak Jadi Tantangan Baru

Meski tren positif terus berlanjut, industri EV menghadapi tantangan baru setelah pemerintah resmi memberlakukan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk kendaraan listrik.

Kebijakan ini tertuang dalam Permendagri Nomor 11 Tahun 2026, yang tidak lagi mengecualikan EV dari objek pajak seperti sebelumnya.

Pelaku industri masih menunggu aturan turunan di daerah sebelum menilai dampak kebijakan ini terhadap penjualan.

“Saat ini terlalu dini untuk menyimpulkan dampak regulasi terhadap permintaan kendaraan listrik. Kita perlu melihat beberapa bulan ke depan,” ujar COO Hyundai Motor Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto.

Insentif Motor Listrik Masih Digodok

Di sisi lain, pemerintah membuka peluang untuk kembali memberikan insentif motor listrik. Kebijakan tersebut masih dalam tahap pembahasan lintas kementerian.

Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden untuk mempercepat transisi menuju kendaraan berbasis listrik guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Era Baru Otomotif Indonesia Dimulai

Transformasi menuju kendaraan listrik kini bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan. Dengan dukungan kebijakan, investasi besar, serta perubahan perilaku konsumen, Indonesia tengah memasuki era baru industri otomotif yang lebih hijau dan berkelanjutan. (*)


Poin Utama Berita

  • Penjualan mobil listrik di Indonesia melonjak hingga 96 persen pada 2026
  • Pangsa pasar ICE turun drastis dari 99,6% (2021) menjadi 75% (2026)
  • Jarak tempuh EV kini mencapai hingga 600 km, atasi “range anxiety”
  • Total investasi industri EV tembus Rp25,6 triliun
  • Pemerintah mulai kenakan pajak kendaraan listrik (PKB & BBNKB)
  • Insentif motor listrik masih dalam tahap pembahasan
  • EV diprediksi kuasai hingga 20% pasar otomotif nasional di 2026
error: Content is protected !!