Korban Ditemukan Bersimbah Darah di Rumahnya, Polisi Periksa Enam Saksi dan Tunggu Hasil Autopsi Resmi
BEKASI | Sentrapos.co.id – Misteri kematian seorang warga negara (WN) Korea Selatan berinisial S (66) yang ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di kawasan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, mulai menemukan titik terang. Polisi mengungkap bahwa terduga pelaku dalam kasus tersebut telah berhasil diidentifikasi.
Korban sebelumnya ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka yang diduga akibat kekerasan benda tajam dan benda tumpul. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, aparat kepolisian mengarah pada dugaan kuat bahwa korban merupakan korban pembunuhan.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni membenarkan bahwa indikasi pembunuhan ditemukan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Dugaannya seperti itu (korban pembunuhan),” kata Kombes Pol Sumarni saat dikonfirmasi, Jumat (29/5).
Lebih lanjut, Sumarni mengungkapkan bahwa identitas terduga pelaku telah diketahui penyidik.
“Sudah (teridentifikasi),” ujarnya singkat.
Meski demikian, kepolisian masih belum mengungkap identitas maupun hubungan terduga pelaku dengan korban karena proses penyidikan masih terus berlangsung.
Korban Dikenal Tertutup, Tinggal Seorang Diri dan Memiliki Puluhan Kontrakan
Ketua RW 02 Kelurahan Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Jahid, mengatakan korban dikenal sebagai sosok yang tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Menurutnya, korban tinggal seorang diri setelah berpisah dengan istrinya sejak sekitar tiga tahun lalu.
“Untuk Mr. Sang, kesehariannya hidup bermasyarakatnya agak tertutup,” ujar Jahid.
Ia menjelaskan mantan istri dan ketiga anak korban telah tinggal terpisah sejak perceraian. Namun, anak perempuan tertua korban masih kerap datang mengunjungi ayahnya.
Selain dikenal tertutup, posisi rumah korban yang berada cukup jauh dari jalan utama dan selalu tertutup membuat aktivitas korban jarang diketahui warga sekitar.
“Pintu gerbangnya pun tiap hari terlihat tertutup rapat,” katanya.
Warga juga menyebut korban mengalami kendala komunikasi karena kemampuan berbahasa Indonesia yang terbatas sehingga sulit berbaur dengan lingkungan sekitar.
“Bahasanya masih patah-patah. Kita juga enggak ngerti bahasa dia,” ungkap salah satu warga.
Selain rumah tinggalnya, korban diketahui memiliki sekitar 30 unit rumah kontrakan yang berada di samping kediamannya.
Ditemukan Anak Perempuan dalam Kondisi Bersimbah Darah
Korban pertama kali ditemukan oleh putrinya pada Rabu (28/5) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat ditemukan, korban berada seorang diri di dalam rumah dan telah meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan.
Kapolsek Tambun Selatan Kompol Wuryanti mengatakan pihak kepolisian segera melakukan langkah penyelidikan setelah menerima laporan tersebut.
“Beliau ditemukan oleh putrinya. Sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Wuryanti.
Karena korban merupakan warga negara asing, polisi juga langsung berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta.
Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan adanya luka akibat benda tajam dan benda tumpul yang mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan.
Polisi Periksa Enam Saksi dan Kembangkan Penyidikan
Hingga kini, penyidik masih terus mengembangkan kasus dengan memeriksa sejumlah saksi dan menunggu hasil resmi autopsi dari tim forensik.
“Kasus sudah dalam tahap penyidikan. Saksi yang diperiksa sebanyak enam orang,” kata Kompol Wuryanti.
Menurutnya, hasil autopsi akan menjadi salah satu alat bukti penting untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
“Untuk hasil autopsi secara resmi belum keluar,” ujarnya.
Polisi memastikan proses penyidikan akan terus dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap motif, pelaku, serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan tewasnya warga negara Korea Selatan tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan warga negara asing dan terjadi di kawasan permukiman yang selama ini dikenal relatif tenang di Kabupaten Bekasi. (*)
Poin Utama Berita
- WN Korea Selatan berinisial S (66) ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Tambun Selatan, Bekasi.
- Polisi menduga korban tewas akibat pembunuhan berdasarkan temuan di lokasi kejadian.
- Kapolres Metro Bekasi mengungkap terduga pelaku telah berhasil diidentifikasi.
- Korban dikenal tertutup dan tinggal seorang diri setelah bercerai tiga tahun lalu.
- Korban diketahui memiliki sekitar 30 unit rumah kontrakan di samping rumahnya.
- Polisi telah memeriksa enam orang saksi untuk mendalami kasus tersebut.
- Hasil autopsi resmi masih ditunggu untuk memastikan penyebab kematian korban.
- Kedutaan Besar Korea Selatan telah diberitahu terkait kasus yang menimpa warganya.

















