JAKARTA | Sentrapos.co.id — Kabar duka menyelimuti dunia musik Tanah Air. Mantan gitaris band legendaris Stinky, Ndhank Surahman Hartono, meninggal dunia pada Sabtu (18/4) setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Sebelum mengembuskan napas terakhir, Ndhank diketahui masih aktif membicarakan rencana masa depan, termasuk proyek band barunya.
Hal tersebut diungkapkan oleh saudara kembarnya, Edo Surahim, yang menjadi salah satu orang terakhir yang berkomunikasi dengan almarhum.
“Sempat bahas project band baru dia Note n Sound dengan eks vokalis Zigas (Zoker) dan gitaris Orange, Ryan,” ujar Edo, Minggu (19/4).
Proyek Terakhir yang Belum Sempat Rilis
Menurut Edo, Ndhank memiliki harapan besar agar proyek band barunya tersebut bisa segera berjalan. Namun hingga kini, band tersebut belum merilis karya resmi.
Meski demikian, proses rekaman sebenarnya telah dilakukan dan hanya tinggal menunggu kepastian dari label musik.
“Sudah recording, tapi tunggu konfirmasi dari salah satu label besar, masih belum ada kabar juga,” ungkap Edo.
Sempat Dirawat, Alami Stroke hingga Pecah Pembuluh Darah
Edo juga mengungkap kondisi terakhir sang kakak sebelum meninggal dunia. Ndhank diketahui sempat dirawat selama tiga hari di rumah sakit.
“Itu dirawat baru 3 hari. Awalnya stroke ringan, terakhir sebelum meninggal pembuluh di otak pecah,” jelasnya.
Kondisi tersebut akhirnya merenggut nyawa musisi yang dikenal sebagai sosok di balik lagu-lagu hits era 90-an.
Dimakamkan di Manado
Rencananya, jenazah almarhum akan disemayamkan dan dimakamkan di Manado. Namun, pihak keluarga masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari istri mendiang.
Kabar ini juga dikonfirmasi oleh musisi sekaligus anggota AKSI Bersatu, Ari Bias.
“(Disemayamkan dan dimakamkan) di Manado,” ujar Ari.
Sosok Penting di Balik Lagu Legendaris
Ndhank merupakan salah satu pendiri band Stinky sejak 1992 bersama Andre Taulany dan personel lainnya.
Ia dikenal sebagai pencipta lagu-lagu hits seperti “Mungkinkah” dan “Jangan Tutup Dirimu” yang melekat kuat di hati pecinta musik Indonesia.
Selain itu, Ndhank juga dikenal sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan hak cipta musik.
“Ndank sosok yang konsisten dalam memperjuangkan dan menyuarakan terkait hak cipta,” ungkap Ari Bias.
Kepergian Ndhank menjadi kehilangan besar bagi industri musik Indonesia, terutama bagi generasi yang tumbuh bersama karya-karyanya. (*)
Poin Utama Berita
- Ndhank eks gitaris Stinky meninggal dunia pada 18 April
- Sempat dirawat 3 hari akibat stroke ringan
- Meninggal setelah mengalami pecah pembuluh darah di otak
- Sebelum wafat, bahas proyek band baru “Note n Sound”
- Proyek sudah rekaman, namun belum rilis
- Akan dimakamkan di Manado
- Dikenal sebagai pencipta lagu hits “Mungkinkah”
- Sosok pejuang hak cipta di industri musik

















