Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Serangan Mematikan di Lebanon: Tentara Prancis Tewas dalam Misi PBB, Macron Tuding Hizbullah

20
×

Serangan Mematikan di Lebanon: Tentara Prancis Tewas dalam Misi PBB, Macron Tuding Hizbullah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LEBANON | Sentrapos.co.id — Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa kembali terjadi di Lebanon. Misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) diserang pada Sabtu (18/4), menewaskan satu tentara Prancis dan melukai tiga lainnya.

Insiden terjadi saat pasukan UNIFIL tengah menjalankan tugas penting membersihkan amunisi peledak di sepanjang jalan Desa Ghandouriyeh. Dalam keterangannya, UNIFIL menyebut serangan dilakukan oleh aktor non-negara menggunakan senjata ringan.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Kami menyampaikan duka cita yang tulus kepada keluarga, teman, dan rekan kerja dari penjaga perdamaian yang gugur. Doa kami untuk pemulihan cepat bagi yang terluka,” demikian pernyataan resmi UNIFIL.

UNIFIL menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

“Serangan disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian dapat dianggap sebagai kejahatan perang,” tegas UNIFIL.

Macron Tuding Hizbullah, Langsung Dibantah

Presiden Prancis Emmanuel Macron secara tegas menuding kelompok Hizbullah sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

“Semuanya mengarah pada Hizbullah yang bertanggung jawab atas serangan ini,” kata Macron.

Ia juga mendesak otoritas Lebanon untuk segera menangkap pelaku.

Namun, Hizbullah langsung membantah tudingan tersebut dan meminta semua pihak untuk tidak berspekulasi.

“Hizbullah membantah segala keterkaitan dengan insiden tersebut,” bunyi pernyataan resmi mereka.

Prajurit Gugur dalam Penyergapan Jarak Dekat

Tentara Prancis yang gugur diketahui bernama Sersan Staf Florian Montorio. Ia menjadi prajurit kedua Prancis yang tewas dalam misi penjaga perdamaian.

Menteri Angkatan Bersenjata Prancis menyebut korban terjebak dalam penyergapan saat menuju pos terdepan UNIFIL yang terputus akibat konflik.

“Penyergapan dilakukan dari jarak sangat dekat oleh kelompok bersenjata,” ungkap pihak Prancis.

Meski sempat mendapatkan pertolongan dari rekan-rekannya, nyawa Montorio tidak tertolong.

Indonesia Kecam, Sebut Berpotensi Kejahatan Perang

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri turut menyampaikan belasungkawa dan mengecam keras serangan tersebut.

“Serangan di tengah kesepakatan gencatan senjata merupakan hal yang tidak dapat diterima,” tegas pernyataan resmi Kemlu RI.

Indonesia juga mengingatkan bahwa pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran kekerasan.

“Aksi tersebut dapat dianggap sebagai kejahatan perang,” lanjut pernyataan itu.

Pemerintah RI menyerukan semua pihak untuk menahan diri, menghormati hukum internasional, serta menjaga komitmen gencatan senjata demi mencegah eskalasi konflik lebih luas.

Serangan ini kembali menegaskan tingginya risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik, sekaligus menjadi sorotan serius komunitas internasional. (*)


Poin Utama Berita

  • Serangan terhadap pasukan UNIFIL terjadi di Lebanon
  • 1 tentara Prancis tewas, 3 lainnya luka-luka
  • Serangan terjadi saat misi pembersihan amunisi
  • UNIFIL sebut serangan berpotensi kejahatan perang
  • Macron tuding Hizbullah sebagai pelaku
  • Hizbullah membantah keterlibatan
  • Korban tewas akibat penyergapan jarak dekat
  • Indonesia kecam keras dan serukan penahanan diri