LAMONGAN | Sentrapos.co.id – Hujan deras disertai angin puting beliung menerjang Dusun Ngingkrang, Desa Gondang Lor, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Akibat cuaca ekstrem tersebut, sebuah rumah joglo berbahan kayu jati milik warga roboh hingga rata dengan tanah.
Rumah tersebut diketahui milik Hardian Permana (35), warga RT 002 RW 003 Dusun Ngingkrang.
Kuatnya sapuan angin tidak hanya merobohkan bangunan rumah, tetapi juga merusak dua unit sepeda motor yang tertimpa reruntuhan bangunan.
“Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Kerugian materiil diperkirakan mencapai kurang lebih Rp150 juta,” ujar Kasihumas Polres Lamongan Ipda M Hamzaid, Jumat malam.
Rumah Joglo Roboh dalam Hitungan Menit
Warga setempat menyebut angin puting beliung datang secara tiba-tiba bersamaan dengan hujan deras yang mengguyur kawasan Sugio.
Bangunan joglo berbahan kayu jati yang berdiri kokoh itu dilaporkan roboh hanya dalam hitungan menit akibat terpaan angin yang sangat kuat.
Selain rumah Hardian yang mengalami kerusakan paling parah, sejumlah rumah warga lain di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan ringan.
Atap rumah beterbangan dan beberapa pohon dilaporkan tumbang akibat cuaca ekstrem tersebut.
Polisi dan Warga Langsung Lakukan Evakuasi
Pasca-kejadian, aparat kepolisian bersama warga langsung bergerak melakukan penanganan darurat di lokasi bencana.
Kapolsek Sugio AKP Jinanto bersama personel Polsek turun langsung membantu proses evakuasi barang-barang milik korban yang masih bisa diselamatkan.
Petugas dan warga bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan di sekitar lokasi.
“Petugas bersama warga langsung membantu evakuasi dan pembersihan lokasi pasca-bencana,” kata Hamzaid.
Respons cepat aparat dan warga mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai membantu meringankan beban korban.
Cuaca Ekstrem Masih Mengancam Jawa Timur
Peristiwa puting beliung di Lamongan menambah daftar bencana cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, hujan badai dan angin kencang juga dilaporkan merusak bangunan di Surabaya dan Tulungagung.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat hujan deras disertai angin kencang mulai terjadi pada sore hingga malam hari.
Warga Diimbau Waspada Saat Hujan dan Angin Kencang
Aparat mengimbau masyarakat untuk:
- menghindari berteduh di bawah pohon besar,
- memperkuat bagian atap rumah,
- serta segera mencari tempat aman saat angin kencang mulai terjadi.
Cuaca ekstrem seperti puting beliung berpotensi menimbulkan kerusakan besar dalam waktu singkat, terutama pada bangunan semi permanen dan rumah berbahan kayu.
“Keselamatan warga menjadi prioritas utama saat cuaca ekstrem terjadi,” tegas aparat.
Kerugian Besar, Tidak Ada Korban Jiwa
Meski menyebabkan kerugian materiil cukup besar hingga mencapai Rp150 juta, musibah ini dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa.
Warga berharap adanya bantuan dan penanganan cepat agar korban dapat segera memperbaiki rumah yang hancur akibat bencana tersebut.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa ancaman cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai di berbagai wilayah Indonesia. (*)
Poin Utama Berita
- Puting beliung menerjang Dusun Ngingkrang, Lamongan.
- Rumah joglo berbahan kayu jati milik warga roboh rata dengan tanah.
- Dua sepeda motor rusak tertimpa reruntuhan bangunan.
- Kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta.
- Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
- Polisi dan warga langsung melakukan evakuasi dan pembersihan puing.
- Sejumlah rumah lain mengalami kerusakan ringan.
- Warga diminta waspada terhadap cuaca ekstrem di Jawa Timur.

















