Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWA

Spanduk ‘Shut Up KDM’ Gegerkan GBLA, Dedi Mulyadi: Terima Kasih Bobotoh, Demi Jaga Profesionalisme Persib

32
×

Spanduk ‘Shut Up KDM’ Gegerkan GBLA, Dedi Mulyadi: Terima Kasih Bobotoh, Demi Jaga Profesionalisme Persib

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANDUNG | Sentrapos.co.id — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), merespons santai sekaligus tegas kemunculan spanduk bertuliskan “Shut Up KDM” yang terbentang di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib Bandung melawan Arema FC, Jumat (24/4).

Alih-alih tersinggung, Dedi justru mengapresiasi sikap suporter Persib (Bobotoh) yang dinilainya sebagai bentuk kepedulian terhadap profesionalisme klub.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Saya ucapkan terima kasih atas spanduk tersebut. Saya yakin itu didasarkan keinginan agar profesionalisme sepak bola tetap terjaga tanpa tercederai oleh politik,” ujar Dedi melalui akun Instagram resminya, Minggu (26/4).

Menurutnya, kritik yang disampaikan Bobotoh merupakan ekspresi cinta terhadap Persib agar tidak terseret dalam kepentingan di luar sepak bola, termasuk isu politik.

Sorotan terhadap Dedi mencuat setelah dirinya mengungkap adanya bonus untuk pemain Persib. Hal ini kemudian memicu reaksi dari sebagian suporter yang menganggap keterlibatan tersebut berpotensi mengganggu independensi klub.

Dedi pun menjelaskan kronologi pemberian bonus tersebut. Ia menyebut dana bonus sebesar Rp1 miliar per pertandingan berasal dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait.

“Bonus itu bagian dari dukungan agar Persib bisa meraih target juara tiga kali berturut-turut,” jelasnya.

Ia memaparkan, bonus tersebut merupakan hasil diskusi antara dirinya, Maruarar Sirait (Ara), dan manajemen Persib terkait peluang meraih hattrick juara.

Dalam pertemuan tersebut, pihak manajemen Persib menyampaikan bahwa target tersebut membutuhkan dukungan besar, terutama saat menjalani laga tandang.

“Dari tujuh laga tandang, lima pertandingan akan diberikan bonus masing-masing Rp1 miliar, total Rp5 miliar,” ungkapnya.

Dedi menegaskan bahwa skema bonus tersebut telah dikonfirmasi kepada manajemen Persib dan tidak melanggar aturan yang berlaku.

Ia juga mengakui bahwa informasi tersebut awalnya tidak untuk dipublikasikan. Namun, sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi, ia memilih membuka hal tersebut ke publik.

“Saya menjunjung transparansi. Publik harus tahu ada aliran dana sebagai bentuk dukungan agar Persib juara,” tegasnya.

Meski demikian, Dedi meminta agar polemik ini tidak diperpanjang. Ia berharap seluruh pihak kembali fokus mendukung Persib dalam meraih prestasi.

“Sudah, tidak perlu diperdebatkan lagi. Kita fokus saja agar Persib bisa juara,” pungkasnya.

Polemik ini sekaligus menjadi refleksi penting tentang batas antara dukungan dan intervensi dalam dunia sepak bola profesional, serta pentingnya menjaga integritas kompetisi di tengah tingginya antusiasme publik. (*)


Poin Utama Berita

  • Spanduk “Shut Up KDM” muncul di GBLA saat Persib vs Arema
  • Dedi Mulyadi justru mengapresiasi kritik Bobotoh
  • Dinilai sebagai bentuk kecintaan terhadap profesionalisme Persib
  • Polemik dipicu isu bonus pemain dari pihak eksternal
  • Bonus Rp1 miliar per laga berasal dari Maruarar Sirait
  • Total bonus mencapai Rp5 miliar untuk laga tandang tertentu
  • Dedi tegaskan tidak ada pelanggaran aturan
  • Transparansi jadi alasan membuka informasi ke publik
  • Dedi minta polemik dihentikan, fokus dukung Persib juara
error: Content is protected !!