Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIEKONOMI & BISNISPERISTIWA

Tito Karnavian: Negara Harus Hadir untuk Rakyat, Hampir 9.000 Rumah Warga Sultra Dibedah Tahun 2026

41
×

Tito Karnavian: Negara Harus Hadir untuk Rakyat, Hampir 9.000 Rumah Warga Sultra Dibedah Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Mendagri Tito Karnavian serahkan penghargaan bagi Pemda berkinerja terbaik se-Sulawesi dengan bonus dana hingga Rp3 M, Jumat (29/5/2026). Foto: Dok. Kemendagri
Mendagri Tito Karnavian serahkan penghargaan bagi Pemda berkinerja terbaik se-Sulawesi dengan bonus dana hingga Rp3 M, Jumat (29/5/2026). Foto: Dok. Kemendagri
Example 468x60

Program Prioritas Prabowo Dorong Percepatan Bedah Rumah, Bantuan Perumahan di Sulawesi Tenggara Melonjak Hampir 8 Kali Lipat

KENDARI | Sentrapos.co.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa ungkapan “negara hadir untuk rakyat” tidak boleh berhenti sebagai slogan semata. Menurutnya, pemerintah harus hadir secara nyata di tengah masyarakat melalui program-program yang langsung menyentuh kebutuhan dasar warga, salah satunya sektor perumahan.

Pernyataan tersebut disampaikan Tito Karnavian saat meninjau pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5/2026).

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Dalam kunjungan tersebut, Tito didampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait untuk memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kita ingin mengubah cara berpikir bahwa masyarakat yang benar-benar membutuhkan uluran tangan pemerintah bisa merasakan langsung kehadiran negara dalam kehidupan mereka,” tegas Tito Karnavian.

Mendagri menjelaskan, program bantuan perumahan tahun 2026 menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika pada tahun 2025 bantuan perumahan di Sulawesi Tenggara hanya menyasar 1.129 unit rumah, maka pada tahun 2026 jumlahnya melonjak menjadi 8.973 unit rumah atau meningkat hampir delapan kali lipat.

Setiap penerima bantuan mendapatkan dukungan dana sebesar Rp20 juta untuk peningkatan kualitas rumah agar menjadi lebih layak huni.

Program Bedah Rumah Terbesar, Kendari Targetkan 548 Rumah Direhabilitasi

Khusus di Kota Kendari, pemerintah menargetkan rehabilitasi sebanyak 548 unit rumah yang dihuni masyarakat berpenghasilan rendah, terutama warga dengan pendapatan sekitar Rp1 juta per bulan.

Menurut Tito, program perumahan yang dijalankan saat ini merupakan salah satu program bantuan rakyat terbesar yang pernah ia lihat selama menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri.

“Selama saya menjadi Mendagri, baru kali ini saya melihat program yang begitu besar untuk membantu masyarakat yang rumahnya tidak layak huni sekaligus memperluas akses kepemilikan rumah,” ujarnya.

Ia menilai program tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi angka rumah tidak layak huni di berbagai daerah.

Tito juga memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri PKP Maruarar Sirait yang dinilai aktif turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat secara nyata.

Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar setiap kebijakan yang dibuat benar-benar menjawab kebutuhan rakyat.

“Kita berharap program ini terus berlanjut dan jumlah penerimanya semakin bertambah sehingga persoalan backlog perumahan di Indonesia bisa terus berkurang dari tahun ke tahun,” kata Tito.

Program BSPS dan pembangunan perumahan rakyat saat ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam mempercepat pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Selain meningkatkan kualitas hunian, program tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas sektor konstruksi lokal.

Dengan peningkatan jumlah bantuan yang signifikan pada tahun 2026, pemerintah menargetkan semakin banyak keluarga berpenghasilan rendah dapat menikmati rumah yang sehat, aman, dan layak huni sebagai bagian dari pembangunan nasional yang inklusif. (*)

Poin Utama Berita

  • Mendagri Tito Karnavian menegaskan negara harus hadir secara nyata untuk rakyat.
  • Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) menjadi salah satu wujud nyata kehadiran pemerintah.
  • Bantuan perumahan di Sulawesi Tenggara meningkat dari 1.129 unit menjadi 8.973 unit pada 2026.
  • Setiap rumah mendapatkan bantuan peningkatan kualitas sebesar Rp20 juta.
  • Kota Kendari menargetkan rehabilitasi 548 rumah warga berpenghasilan rendah.
  • Tito menyebut program bedah rumah ini sebagai salah satu yang terbesar selama dirinya menjabat Mendagri.
  • Program merupakan bagian dari prioritas Presiden Prabowo Subianto.
  • Menteri PKP Maruarar Sirait ikut meninjau langsung pelaksanaan program di lapangan.
  • Pemerintah berharap backlog perumahan nasional terus berkurang.
  • Program dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menggerakkan ekonomi daerah.