Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAH | REGIONALINVESTIGASI & SOROTPERISTIWA

Terungkap! Polisi Temukan Tabung Gas di Tenda Glamping Maut Posong, 4 Anggota Keluarga Diduga Keracunan CO

18
×

Terungkap! Polisi Temukan Tabung Gas di Tenda Glamping Maut Posong, 4 Anggota Keluarga Diduga Keracunan CO

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Tenda Tanpa Ventilasi Jadi Sorotan, Polisi Dalami Dugaan Keracunan Gas Karbon Monoksida dan Makanan

TEMANGGUNG | Sentrapos.co.id – Misteri kematian satu keluarga yang ditemukan tewas di dalam tenda glamping kawasan wisata Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mulai menemukan titik terang. Polisi mengungkap temuan penting berupa tabung gas portabel di dalam tenda tempat para korban menginap.

Empat korban yang meninggal dunia diketahui merupakan satu keluarga, yakni Muhamad Ali Munawar (52), Maghfirah (43), Bagas Amar Hakiki (21), dan Alvino Evan Hakim (16). Mereka ditemukan tak bernyawa di atas kasur dalam tenda glamping pada Rabu (27/5/2026).

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Tengah Kombes Pol Anwar Nasir mengatakan, tabung gas portabel tersebut sebelumnya digunakan untuk kegiatan barbeku (BBQ) pada malam hari sebelum para korban beristirahat.

Namun setelah digunakan, tabung gas itu disebut masih berada di dalam tenda.

“Tabung gas dilakukan pemeriksaan. Posisi tabung gas berada di dalam tenda. Jumlahnya lebih dari satu,” ungkap Kombes Pol Anwar Nasir.

Temuan itu memperkuat dugaan awal bahwa para korban kemungkinan terpapar gas karbon monoksida (CO) yang dapat mematikan apabila terhirup dalam ruang tertutup tanpa sirkulasi udara memadai.

Tenda Disebut Tidak Memiliki Ventilasi, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Menurut Anwar, kematian akibat paparan karbon monoksida sangat mungkin terjadi apabila sumber gas berada di ruang tertutup tanpa ventilasi yang cukup.

Ia membandingkan kasus tersebut dengan sejumlah kejadian serupa yang pernah terjadi akibat kendaraan menyala di ruang tertutup.

“Kasus seperti ini banyak terjadi. Ruangan tertutup tanpa ventilasi dapat menyebabkan seseorang mengalami kekurangan oksigen dan keracunan gas yang berujung kematian,” jelasnya.

Meski demikian, penyidik belum menetapkan penyebab pasti kematian. Polisi masih membuka kemungkinan lain, termasuk dugaan keracunan makanan yang dikonsumsi korban saat kegiatan barbeku.

Sampel makanan berupa daging dan sejumlah barang bukti lainnya telah dikirim ke Laboratorium Forensik untuk diperiksa lebih lanjut.

“Dugaan sementara masih mengarah pada dua kemungkinan, yakni paparan gas karbon monoksida atau faktor makanan. Kami masih menunggu hasil toksikologi dari Laboratorium Forensik,” tegas Anwar.

Kronologi Glamping Maut yang Gegerkan Temanggung

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, keluarga tersebut tiba di kawasan wisata Posong pada Selasa malam, 26 Mei 2026, sekitar pukul 21.05 WIB dan menempati tenda glamping nomor 3.

Keesokan paginya sekitar pukul 09.00 WIB, petugas mengantarkan makanan namun tidak mendapatkan respons dari penghuni tenda.

Petugas kembali mendatangi lokasi pada pukul 11.30 WIB menjelang waktu check-out, namun tetap tidak memperoleh jawaban.

Hingga akhirnya sekitar pukul 15.45 WIB, petugas memutuskan membuka tenda karena curiga. Saat itulah keempat penghuni ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban diperkirakan meninggal pada rentang waktu malam hingga pagi hari sebelum akhirnya ditemukan pada sore hari,” ujar Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Komang Mahendra Deputra.

Polisi memperkirakan terdapat jeda lebih dari 12 jam antara waktu kematian dan saat korban ditemukan oleh petugas.

Pengelola Glamping Ikut Diperiksa

Dalam proses penyelidikan, kepolisian juga telah meminta keterangan dari empat orang pengelola glamping sebagai saksi.

Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami standar keamanan, fasilitas ventilasi, prosedur keselamatan, serta kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam operasional lokasi wisata tersebut.

Namun hingga kini, polisi belum menyimpulkan ada atau tidaknya unsur pidana karena seluruh proses masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik.

Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat karena merupakan peristiwa pertama yang menyebabkan kematian wisatawan di kawasan glamping Posong. Polisi memastikan penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti tragedi yang merenggut empat nyawa dalam satu keluarga tersebut. (*)

Poin Utama Berita

  • Polisi menemukan tabung gas portabel di dalam tenda glamping tempat empat korban ditemukan meninggal.
  • Korban merupakan satu keluarga yang sedang berwisata di Posong, Temanggung.
  • Dugaan sementara mengarah pada keracunan gas karbon monoksida (CO).
  • Tenda glamping disebut tidak memiliki ventilasi yang memadai.
  • Polisi juga menyelidiki kemungkinan keracunan makanan.
  • Sampel makanan dan barang bukti telah diperiksa Laboratorium Forensik.
  • Korban diperkirakan meninggal pada malam hingga pagi hari.
  • Jenazah baru ditemukan sekitar 12 jam setelah waktu kematian.
  • Empat pengelola glamping telah diperiksa sebagai saksi.
  • Polisi masih menunggu hasil autopsi dan toksikologi sebelum menyimpulkan penyebab kematian.