Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAH | REGIONALPERISTIWA

Geger! Rumah di Sleman Terbakar Misterius 51 Kali dalam Sepekan, UGM Turunkan Tim Ahli untuk Ungkap Penyebabnya

38
×

Geger! Rumah di Sleman Terbakar Misterius 51 Kali dalam Sepekan, UGM Turunkan Tim Ahli untuk Ungkap Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Api Muncul Acak di Berbagai Sudut Rumah, Dugaan Gas Metana hingga Faktor Lingkungan Kini Diteliti Tim Lintas Disiplin

SLEMAN | Sentrapos.co.id – Fenomena kebakaran misterius yang terjadi berulang kali di sebuah rumah di Padukuhan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi perhatian publik. Dalam kurun waktu satu pekan, rumah tersebut dilaporkan mengalami 51 kali kejadian kebakaran dengan titik api muncul secara acak di berbagai lokasi.

Kasus yang menghebohkan warga itu kini mendapat perhatian serius dari kalangan akademisi. Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi menerjunkan tim lintas disiplin untuk melakukan investigasi ilmiah guna mengungkap penyebab pasti fenomena tersebut.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Koordinator Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM, Prof. Alva Edy Tontowi, mengatakan observasi lapangan dilakukan pada Sabtu (30/5/2026) dengan melibatkan tujuh peneliti dari berbagai bidang keilmuan.

Tim tersebut berasal dari Teknik Mesin dan Industri, Teknik Nuklir dan Fisika, Teknik Sipil dan Lingkungan, hingga Geologi.

“Kami akan melakukan observasi menyeluruh untuk melihat sumber kebakaran, lokasi munculnya api, serta kondisi lingkungan sekitar agar dapat diketahui apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Alva Edy Tontowi.

Menurutnya, fenomena serupa pernah terjadi di sejumlah wilayah dan dalam beberapa kasus dipicu oleh gas metana, biogas, hingga kebocoran instalasi tertentu. Namun, untuk kasus di Sleman, pihaknya belum dapat menarik kesimpulan sebelum investigasi lapangan dilakukan secara komprehensif.

Pemda DIY dan Tim Ahli Telusuri Dugaan Gas Metana dari Septictank

Selain UGM, Pemerintah Daerah DIY melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) juga ikut melakukan pemantauan intensif terhadap kejadian tersebut.

Kepala DPUP-ESDM DIY, Anna Rina Herbranti, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD Sleman, PLN, serta sejumlah institusi akademik untuk mencari sumber fenomena yang mengundang perhatian masyarakat luas itu.

“Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penyebab kebakaran berulang ini dapat teridentifikasi secara ilmiah,” kata Anna.

Berdasarkan kajian geologi sementara, wilayah Seyegan didominasi endapan vulkanik muda berupa pasir, abu vulkanik, tuf, breksi, dan sedimen aluvial hasil aktivitas Gunung Merapi.

Karakteristik geologi tersebut dinilai tidak mendukung terbentuknya sistem hidrokarbon alami maupun akumulasi gas alam dalam skala besar.

Meski demikian, tim ahli tidak menutup kemungkinan adanya akumulasi gas organik lokal, khususnya gas metana yang berasal dari septictank.

“Tanah di wilayah Seyegan relatif porous sehingga memungkinkan gas dari septictank merembes ke permukaan melalui pori-pori tanah atau rekahan kecil,” jelas Anna.

Penghuni Rumah Mengaku Ketakutan, Api Muncul Tanpa Pola

Penghuni rumah, Mutviana (29), mengaku hingga kini masih diliputi rasa takut karena titik api muncul tanpa pola dan waktu yang tidak dapat diprediksi.

Menurutnya, kebakaran dapat terjadi kapan saja, mulai dini hari hingga siang bolong. Benda-benda yang terbakar pun beragam, mulai dari kain, plastik, gabus, kayu, tikar, hingga bagian pintu rumah.

“Sampai hari ini sudah terjadi 51 kali kebakaran. Waktunya acak, lokasinya juga berpindah-pindah. Kadang di depan rumah, kadang di belakang, kadang di dalam ruangan,” kata Mutviana.

Ia menyebut kebakaran terbesar sejauh ini terjadi pada sebuah sofa yang hangus terbakar. Selain itu, beberapa tikar, pintu, dan benda berbahan kain juga sempat terbakar secara tiba-tiba.

Fenomena tersebut membuat keluarga dan warga sekitar merasa cemas karena khawatir api sewaktu-waktu membesar dan membahayakan keselamatan penghuni rumah maupun lingkungan sekitar.

Hasil observasi tim UGM, DPUP-ESDM DIY, BPBD, dan sejumlah institusi terkait diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti dari kebakaran misterius tersebut sehingga langkah penanganan yang tepat dapat segera dilakukan. (*)

Poin Utama Berita

  • Rumah di Seyegan, Sleman mengalami 51 kali kebakaran misterius dalam satu pekan.
  • UGM menerjunkan tim ahli lintas disiplin untuk melakukan investigasi.
  • Tim terdiri dari pakar teknik mesin, fisika, nuklir, geologi, hingga lingkungan.
  • Pemda DIY turut memantau dan melakukan kajian ilmiah.
  • Dugaan sementara mengarah pada akumulasi gas metana dari septictank.
  • Secara geologi wilayah Seyegan dinilai tidak memiliki potensi gas alam besar.
  • Api muncul secara acak dan membakar berbagai benda di rumah.
  • Penghuni rumah mengaku ketakutan karena kebakaran terjadi tanpa pola.
  • Sofa, tikar, pintu, kain, dan plastik menjadi benda yang paling sering terbakar.
  • Hasil investigasi ilmiah diharapkan mengungkap penyebab pasti fenomena tersebut.