YOGYAKARTA | Sentrapos.co.id – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Relawan Peduli Bangsa menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Jumat (19/6/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menyampaikan dukungan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan karena dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para relawan dan keluarganya.
Massa yang didominasi oleh ibu-ibu mulai memadati kawasan Titik Nol sekitar pukul 15.30 WIB. Mereka membawa berbagai poster berisi dukungan terhadap keberlanjutan program MBG.
Salah satu poster yang menarik perhatian bertuliskan:
“Nek MBG bubar aku kerjo opo?” (Kalau MBG dibubarkan, saya kerja apa?).
Tulisan tersebut menggambarkan kekhawatiran sebagian relawan terhadap keberlangsungan pekerjaan yang mereka peroleh melalui program tersebut.
Tiga Aspirasi Disampaikan Massa Aksi
Koordinator Lapangan Aliansi Relawan Peduli Bangsa, Raihan Ervan, mengatakan aksi tersebut membawa tiga tuntutan utama kepada pemerintah.
Ketiga aspirasi tersebut meliputi:
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan.
- Penegakan hukum terhadap pelaku korupsi.
- Menjaga persatuan nasional agar tidak terjadi perpecahan di tengah masyarakat.
“Kami membawa tiga aspirasi, yaitu meminta Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan, mendorong penegakan hukum terhadap koruptor, dan mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan,” ujar Raihan.
Relawan Sebut MBG Menjadi Sumber Penghasilan
Menurut Raihan, program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga telah membuka lapangan pekerjaan bagi ribuan relawan yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ia menyebut banyak relawan memiliki keterbatasan usia maupun latar belakang pendidikan sehingga sulit memperoleh pekerjaan lain.
“Kami mencari nafkah melalui program ini karena keterbatasan usia dan tingkat pendidikan. Penghasilan dari MBG membantu memenuhi kebutuhan keluarga, bahkan ada anak relawan yang kini bisa kembali bersekolah,” katanya.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam aksi tersebut, di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terdapat sekitar 16.000 relawan SPPG yang disebut terlibat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Ancam Gelar Aksi Lebih Besar
Aliansi Relawan Peduli Bangsa juga menyatakan akan menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila program MBG dihentikan.
“Jika Program Makan Bergizi Gratis dihentikan, kami siap mengerahkan massa yang lebih banyak untuk menyampaikan aspirasi secara damai,” tegas Raihan.
Hingga aksi berakhir, kegiatan berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi peserta didik dan kelompok sasaran lainnya. Berbagai pihak menyampaikan pandangan berbeda terkait pelaksanaan program tersebut, sementara pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap implementasinya. (*)
Poin Utama Berita
- Aliansi Relawan Peduli Bangsa menggelar aksi di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
- Massa meminta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan.
- Tiga aspirasi disampaikan, yakni keberlanjutan MBG, penegakan hukum terhadap koruptor, dan menjaga persatuan bangsa.
- Relawan menyebut MBG menjadi sumber penghasilan bagi banyak keluarga.
- Koordinator aksi menyatakan terdapat sekitar 16.000 relawan SPPG di DIY.
- Massa mengaku siap menggelar aksi lebih besar jika Program MBG dihentikan.
- Aksi berlangsung damai dengan pengawalan aparat keamanan.

















