Rumah Bu Mutviana Terus Terbakar Tanpa Sebab Pasti, BPBD dan Tim Peneliti Bergerak Ungkap Sumber Api Misterius
SLEMAN | Sentrapos.co.id – Fenomena kebakaran misterius yang berulang kali terjadi di sebuah rumah warga di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, terus menjadi perhatian publik dan kalangan peneliti. Hingga Senin (8/6/2026), tercatat sedikitnya 113 kali kebakaran terjadi di rumah milik Mutviana tanpa penyebab yang dapat dipastikan.
Untuk mengungkap sumber munculnya api yang misterius tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mengambil langkah khusus dengan memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik strategis di dalam rumah.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya investigasi ilmiah yang melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi dan lembaga penelitian nasional.
“Sebetulnya penjelasannya adalah kita ingin melihat seperti apa asal muasal munculnya api itu. Kemunculan api di beberapa spot sehingga bisa mendapatkan bagaimana prosesnya,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, Selasa (9/6/2026).
CCTV Dipasang untuk Rekam Munculnya Api Misterius
BPBD Sleman menjelaskan bahwa pemasangan CCTV bertujuan untuk mendokumentasikan secara langsung proses munculnya api yang selama ini terjadi secara tiba-tiba di berbagai sudut rumah.
Rekaman tersebut diharapkan mampu memberikan data objektif bagi para peneliti dalam mengidentifikasi penyebab utama kebakaran berulang tersebut.
Selain membantu penelitian, CCTV juga berfungsi untuk memantau aktivitas keluar masuk orang yang datang ke lokasi.
“Ketika rumah yang terdampak ini sering dimasuki orang, jika ada sesuatu yang hilang atau terjadi hal yang tidak diinginkan, siapa saja yang masuk bisa termonitor melalui CCTV,” jelas Bambang.
Saat ini, dua unit kamera pengawas telah dipasang di ruang tengah dan ruang depan rumah.
Dugaan Penyebab Masih Diteliti, Mulai Gas Metana hingga Limbah Ayam
Fenomena kebakaran misterius tersebut memunculkan berbagai hipotesis dari kalangan ahli dan peneliti.
Beberapa dugaan yang berkembang antara lain keberadaan gas metana, gas hidrogen, reaksi kimia tertentu di dalam tanah, hingga kemungkinan pengaruh limbah peternakan ayam yang berada di sekitar lokasi.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada satu pun kesimpulan resmi yang dapat memastikan penyebab kebakaran tersebut.
Tim peneliti dari berbagai institusi masih melakukan serangkaian kajian dan pengambilan data lapangan.
Universitas Gadjah Mada (UGM) diketahui telah menerjunkan tim yang mengoperasikan alat georadar untuk memetakan kondisi bawah permukaan tanah di sekitar rumah.
Sementara itu, tim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga telah turun langsung melakukan observasi.
“BRIN sudah datang. Mereka masih menunggu alat penelitian yang dikirim dari Jakarta untuk mendukung investigasi lebih lanjut,” kata Mutviana.
Intensitas Kebakaran Mulai Menurun
Menariknya, pemilik rumah mengaku frekuensi kemunculan api mulai berkurang dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Mutviana, kondisi tersebut terjadi seiring meningkatnya jumlah warga, peneliti, dan pengunjung yang datang ke lokasi.
Ia bahkan mengaitkan fenomena tersebut dengan teori yang pernah disampaikan sejumlah pihak terkait keberadaan oksigen di sekitar lokasi.
“Kalau manusianya banyak yang datang, intensitas kebakarannya menurun. Seperti yang pernah dijelaskan soal oksigen yang berebut dengan manusia, mungkin ada kaitannya,” ujar Mutviana.
Meski demikian, pernyataan tersebut masih bersifat dugaan dan belum memiliki dasar ilmiah yang dapat dijadikan kesimpulan.
Publik Menunggu Jawaban Ilmiah atas Fenomena Langka Ini
Kasus kebakaran misterius di Seyegan kini menjadi salah satu fenomena yang menyita perhatian masyarakat luas.
Selain memicu rasa penasaran, kejadian ini juga menjadi objek penelitian lintas disiplin ilmu karena frekuensi kebakaran yang sangat tinggi tanpa sumber api yang jelas.
BPBD Sleman berharap hasil penelitian yang dilakukan berbagai lembaga dapat segera menemukan titik terang sehingga penyebab pasti kebakaran dapat diketahui dan solusi permanen dapat diterapkan.
“Dengan banyaknya pihak yang terlibat dalam penelitian ini, kami berharap penyebab kebakaran segera terungkap sehingga warga mendapatkan kepastian dan rasa aman,” pungkas Bambang. (*)
Poin Utama Berita
- Rumah warga di Seyegan, Sleman mengalami kebakaran misterius hingga 113 kali.
- BPBD Sleman memasang CCTV untuk merekam kemunculan api secara langsung.
- Dua kamera dipasang di ruang depan dan ruang tengah rumah.
- Peneliti menduga kebakaran berkaitan dengan gas metana, gas hidrogen, atau limbah ayam.
- Tim UGM telah melakukan pemetaan menggunakan georadar.
- BRIN ikut melakukan penelitian dan menunggu peralatan tambahan dari Jakarta.
- Intensitas kebakaran disebut mulai berkurang dalam beberapa hari terakhir.
- Rekaman CCTV diharapkan menjadi bukti penting dalam proses investigasi.
- Belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab utama kebakaran.
- Kasus ini menjadi perhatian publik dan kalangan ilmuwan nasional.

















