Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAHHUKUM & KRIMINALPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

UGM Buka Suara! Dosen Terkait Daycare Little Aresha, Tegaskan Tak Ada Kaitan Institusi, 53 Balita Jadi Korban

33
×

UGM Buka Suara! Dosen Terkait Daycare Little Aresha, Tegaskan Tak Ada Kaitan Institusi, 53 Balita Jadi Korban

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

YOGYAKARTA | Sentrapos.co.idUniversitas Gadjah Mada akhirnya angkat bicara terkait viralnya dugaan keterlibatan salah satu dosennya dalam struktur pengurus Yayasan Daycare Little Aresha yang terseret kasus kekerasan terhadap anak.

Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana, membenarkan bahwa nama Cahyaningrum Dewojati yang beredar di media sosial merupakan dosen aktif di kampus tersebut.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Namun, ia menegaskan bahwa keterlibatan yang bersangkutan dalam yayasan tersebut bersifat pribadi dan tidak mewakili institusi.

“Yang bersangkutan benar merupakan dosen aktif, namun keterlibatannya dalam pengelolaan daycare tersebut dalam kapasitas pribadi,” tegasnya.


UGM Tegaskan Tidak Terlibat

UGM secara tegas menyatakan tidak memiliki hubungan kelembagaan apa pun dengan yayasan daycare tersebut.

“Sebagai institusi, UGM tidak memiliki relasi apa pun dengan Yayasan Daycare Little Aresha,” jelasnya.

UGM juga menegaskan komitmennya untuk mematuhi aturan hukum serta mendukung penuh proses penegakan hukum yang tengah berlangsung.


53 Balita Jadi Korban, 13 Tersangka Diamankan

Kasus ini mencuat setelah aparat kepolisian menggerebek Daycare Little Aresha di kawasan Umbulharjo, Yogyakarta, pada Jumat (24/4/2026).

Dari hasil penyelidikan, sebanyak 53 anak yang mayoritas berusia di bawah dua tahun diduga menjadi korban kekerasan dan penelantaran.

Polisi telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka, yang terdiri dari:

  • Kepala yayasan
  • Kepala sekolah
  • 11 orang pengasuh

Hingga kini, identitas para tersangka belum diumumkan secara resmi oleh pihak kepolisian.


UGM Sampaikan Empati dan Komitmen Perlindungan Anak

UGM menyatakan keprihatinan mendalam atas dugaan kekerasan yang terjadi, serta menyampaikan empati kepada para korban dan keluarga.

“Kami menyampaikan empati yang tulus kepada para penyintas, khususnya anak-anak, beserta keluarga yang terdampak,” ungkap pihak kampus.

Selain itu, UGM menegaskan akan terus memantau perkembangan kasus dan siap mengambil langkah lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.


Kasus Jadi Sorotan Publik Nasional

Kasus ini menjadi perhatian luas publik setelah beredarnya dokumen kepengurusan yayasan di media sosial, yang mencantumkan nama-nama pengurus lengkap dengan gelar akademik.

Peristiwa ini sekaligus memicu kekhawatiran masyarakat terhadap standar keamanan dan pengawasan di lembaga penitipan anak.


Pentingnya Pengawasan Daycare

Kasus ini menjadi pengingat serius akan pentingnya pengawasan ketat terhadap operasional daycare, terutama yang menangani anak usia dini.

Penguatan regulasi, transparansi manajemen, serta pengawasan berkala dinilai menjadi langkah krusial untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (*)


Poin Utama Berita

  • UGM benarkan dosennya terkait yayasan daycare
  • Tegaskan keterlibatan bersifat pribadi, bukan institusi
  • UGM tidak memiliki hubungan dengan yayasan
  • 53 balita diduga jadi korban kekerasan
  • Polisi tetapkan 13 tersangka
  • Kasus daycare viral dan jadi sorotan publik
  • UGM sampaikan empati dan dukung proses hukum
  • Pengawasan daycare jadi perhatian serius
error: Content is protected !!