SIDOARJO, SENTRAPOS.CO.ID – Misteri kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50), yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas di area parkir Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, masih terus didalami aparat kepolisian.
Hingga kini, penyidik belum menetapkan tersangka. Namun, kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengungkap sejumlah perkembangan hasil pendalaman berdasarkan informasi yang diperoleh keluarga, mulai dari hasil autopsi, rekaman CCTV, hingga dugaan identitas pria yang disebut-sebut berkaitan dengan perkara tersebut.
“Seluruh dugaan yang disampaikan keluarga merupakan bagian dari informasi yang mereka peroleh dan masih menunggu pembuktian melalui proses penyidikan kepolisian,” ujar Risang Bima Wijaya.
Kuasa Hukum Sebut Terduga Pria Berinisial “E”
Risang mengungkapkan, keluarga memperoleh informasi mengenai seorang pria yang terekam kamera pengawas (CCTV) di kawasan Bandara Juanda.
Menurutnya, pria tersebut diperkirakan berusia di atas 50 tahun, berasal dari luar Pulau Jawa dan diduga berasal dari wilayah Sulawesi. Saat ini, pria tersebut disebut berdomisili di salah satu kecamatan di Kabupaten Malang.
Meski demikian, Risang menegaskan identitas lengkap belum dapat dipublikasikan karena masih menjadi bagian dari proses penyelidikan.
“Untuk sementara yang dapat kami sampaikan hanya inisialnya, yakni berawalan huruf ‘E’. Identitas lengkap belum bisa dibuka demi kepentingan penyidikan,” kata Risang.
Pihak keluarga berharap informasi tersebut dapat membantu aparat kepolisian mengidentifikasi serta menemukan keberadaan pria dimaksud.
Hasil Autopsi Mengarah Dugaan Kekerasan
Kuasa hukum keluarga juga mengungkap hasil autopsi yang menurutnya menunjukkan adanya sejumlah luka pada tubuh korban.
Temuan tersebut antara lain:
- Luka akibat benturan benda tumpul pada telinga kiri.
- Cuping telinga robek disertai pendarahan.
- Pembengkakan pada bibir atas dan bawah.
- Pendarahan di area mulut.
- Lidah berwarna kehitaman yang mengarah pada kondisi asfiksia atau kekurangan oksigen.
Menurut Risang, berdasarkan hasil autopsi tersebut, keluarga menduga korban meninggal bukan karena penyebab alami ataupun kecelakaan.
“Dugaan sementara keluarga mengarah pada kemungkinan korban mengalami pembekapan hingga saluran pernapasannya tertutup. Namun dugaan ini masih menunggu pembuktian ilmiah melalui penyidikan.”
Polisi Masih Tunggu Hasil Toksikologi
Selain hasil autopsi, keluarga juga menunggu hasil pemeriksaan toksikologi dari Laboratorium Forforensik Polda Jawa Timur.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan apakah terdapat kandungan zat beracun di dalam tubuh korban, termasuk kemungkinan adanya racun tertentu.
Hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi bagian penting dalam mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Dugaan Korban Dijebak Berkedok Kerja Sama Bisnis
Keluarga juga menduga sebelum ditemukan meninggal dunia, korban dipancing bertemu seseorang dengan modus menawarkan kerja sama bisnis atau investasi.
Menurut Risang, dugaan tersebut muncul karena selama ini korban dikenal tidak pernah bepergian maupun menginap sendirian tanpa didampingi keluarga.
Keberangkatan korban ke wilayah Malang dinilai sebagai sesuatu yang tidak lazim.
“Korban tidak memiliki kebiasaan bepergian sendiri dalam waktu lama. Karena itu keluarga menduga korban diperdaya hingga akhirnya bertemu dengan seseorang.”
Korban Sempat Berkomunikasi dengan Keluarga
Berdasarkan keterangan keluarga, Ruly masih sempat melakukan komunikasi melalui panggilan video (video call) dengan adiknya pada Sabtu malam.
Saat itu korban mengaku masih berada di wilayah Pujon, Kabupaten Malang.
Namun setelah komunikasi tersebut, korban tidak lagi dapat dihubungi hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas yang terparkir selama beberapa hari di Bandara Juanda.
CCTV Jadi Petunjuk Penting
Menurut kuasa hukum keluarga, rekaman CCTV memperlihatkan mobil korban memasuki area parkir Bandara Juanda dikemudikan oleh seorang pria lain.
Keluarga menduga saat kendaraan memasuki area parkir, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Selain itu, rekaman CCTV disebut tidak memperlihatkan seseorang keluar dari kendaraan setelah mobil diparkir.
Informasi tersebut kini menjadi salah satu petunjuk penting yang tengah didalami penyidik.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, penyidik telah mengantongi sejumlah petunjuk, mulai dari rekaman CCTV, ciri fisik, kendaraan hingga dugaan tempat tinggal seseorang yang sedang didalami.”
Polisi Belum Tetapkan Tersangka
Hingga berita ini diterbitkan, Polda Jawa Timur belum mengumumkan identitas tersangka maupun menyampaikan kesimpulan resmi terkait penyebab kematian Ruly Yunis Setiawati.
Seluruh informasi mengenai dugaan pelaku, motif, maupun kronologi masih menjadi bagian dari proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan aparat kepolisian.
Sentrapos.co.id akan terus memperbarui informasi setelah terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian. (*)
Poin Utama Berita
- Misteri kematian Sekdin PRKP Bangkalan masih dalam penyelidikan polisi.
- Kuasa hukum keluarga menyebut pria yang diduga terkait kasus tersebut berinisial “E”.
- Pria tersebut disebut berusia di atas 50 tahun dan berdomisili di Kabupaten Malang berdasarkan informasi yang diterima keluarga.
- Hasil autopsi menunjukkan adanya luka akibat benturan benda tumpul dan indikasi asfiksia.
- Keluarga menduga korban menjadi korban pembunuhan, namun hal tersebut masih menunggu pembuktian penyidik.
- Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi Laboratorium Forensik Polda Jatim.
- Korban diduga diperdaya dengan modus kerja sama bisnis atau investasi.
- Korban sempat melakukan video call dengan keluarga dari wilayah Malang sebelum tidak dapat dihubungi.
- Rekaman CCTV menjadi salah satu alat bukti penting dalam penyelidikan.
- Hingga kini polisi belum menetapkan tersangka maupun mengumumkan penyebab resmi kematian korban.

















