Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAHPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWAVIRAL

Viral Dikira Korban Begal di Ngaliyan Semarang, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya Ternyata Tawuran Pelajar SMP

34
×

Viral Dikira Korban Begal di Ngaliyan Semarang, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya Ternyata Tawuran Pelajar SMP

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SEMARANG | Sentrapos.co.id — Media sosial dihebohkan dengan unggahan dugaan aksi pembegalan di kawasan Jembatan Tol Mangkang, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Narasi tersebut viral setelah diunggah akun Instagram @infokejadiansemarang.new yang menyebut seorang remaja menjadi korban begal hingga mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Namun setelah dilakukan penyelidikan, polisi memastikan peristiwa tersebut bukan aksi pembegalan, melainkan tawuran antar pelajar SMP yang dipicu saling tantang di media sosial.

“Bukan begal. Itu perkelahian antar pelajar SMP di atas Jembatan Tol Wonosari, Kecamatan Ngaliyan,” tegas Kapolsek Ngaliyan Kompol Aliet Alphard.

Tawuran Dipicu Tantangan di Instagram

Kapolsek menjelaskan, tawuran melibatkan dua kelompok pelajar dari SMP Purnama 3 dan SMPN 28 Semarang.

Menurut hasil penyelidikan, kedua kelompok sebelumnya saling menantang melalui Instagram sebelum akhirnya sepakat bertemu di lokasi kejadian pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

Kelompok SMP Purnama 3 datang menggunakan dua sepeda motor dengan lima orang, sementara kelompok lawan berjumlah sekitar 18 orang menggunakan enam sepeda motor.

“Mereka sebelumnya saling tantang di media sosial untuk melakukan tawuran,” ungkap Aliet.

Korban Terluka Akibat Sabetan Celurit

Dalam perkelahian tersebut, seorang pelajar berinisial DP terlibat duel satu lawan satu dengan lawannya yang diduga membawa senjata tajam jenis celurit.

Akibatnya, korban mengalami luka sabetan pada bagian tangan kiri.

Setelah terluka, korban bersama rekannya mencoba melarikan diri menggunakan sepeda motor. Namun mereka terus dikejar rombongan lawan hingga kawasan Hamas Wonosari.

Motor korban kemudian dipepet hingga menabrak tiang listrik.

“Korban sempat meminta pertolongan warga dan mengaku menjadi korban begal,” jelas Kapolsek.

Polisi Luruskan Informasi Viral

Polisi yang menerima laporan dugaan pembegalan langsung menuju lokasi dan mengecek kondisi korban di RS Samsoe Hidajat Semarang.

Setelah memeriksa sejumlah saksi, polisi memastikan bahwa informasi pembegalan yang viral di media sosial tidak benar.

Kasus tersebut kini ditangani Unit Reskrim Polsek Ngaliyan untuk pendalaman lebih lanjut.

Fenomena Tawuran Pelajar Jadi Sorotan

Kasus ini kembali menjadi perhatian publik terkait maraknya tawuran pelajar yang dipicu media sosial.

Pengamat pendidikan menilai tantangan tawuran di platform digital menjadi ancaman serius karena mudah memancing aksi kekerasan di kalangan remaja.

Selain itu, penyebaran informasi tanpa verifikasi di media sosial juga dinilai dapat memicu kepanikan publik.

Masyarakat diimbau lebih bijak dalam membagikan informasi dan segera melapor kepada aparat jika menemukan indikasi kekerasan atau tawuran di lingkungan sekitar. (*)


Poin Utama Berita

  • Viral narasi pembegalan di Ngaliyan Semarang ternyata hoaks.
  • Polisi memastikan kejadian sebenarnya adalah tawuran pelajar SMP.
  • Tawuran dipicu saling tantang melalui Instagram.
  • Dua sekolah yang terlibat yakni SMP Purnama 3 dan SMPN 28 Semarang.
  • Korban mengalami luka sabetan celurit di tangan kiri.
  • Korban sempat mengaku dibegal setelah meminta pertolongan warga.
  • Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan mendalami kasus.
  • Tawuran pelajar yang dipicu media sosial kembali menjadi sorotan.