KEDIRI | Sentrapos.co.id — Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video dan narasi dugaan permainan proyek pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Video tersebut menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan adanya pembagian fee proyek yang disebut melibatkan oknum aparatur sipil negara (ASN) hingga aparat.
Dalam video yang viral di berbagai platform media sosial, terdengar percakapan berbahasa Jawa yang diduga membahas pembagian komisi proyek pembangunan puluhan Kopdes Merah Putih di wilayah Kediri.
Narasi yang berkembang di media sosial juga menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum ASN yang diduga berperan sebagai koordinator kontraktor serta dugaan keterlibatan aparat dalam proyek tersebut.
Tak hanya soal dugaan pembagian fee proyek, video tersebut juga memunculkan tudingan terkait kualitas pembangunan sejumlah Kopdes Merah Putih yang diduga tidak sesuai spesifikasi pekerjaan.
Kondisi itu memicu kekhawatiran masyarakat terkait transparansi penggunaan anggaran pembangunan desa yang sejatinya ditujukan untuk penguatan ekonomi kerakyatan.
“Program desa jangan sampai dijadikan bancakan,” tulis salah satu komentar warganet dalam unggahan viral tersebut.
Percakapan Viral Jadi Sorotan Publik
Dalam potongan video yang beredar, terdengar percakapan antara seorang pria yang disebut sebagai oknum ASN dengan sosok lain yang dinarasikan sebagai oknum TNI.
Percakapan itu diduga membahas proyek yang diperoleh di wilayah Kediri.
“Ada bagianmu sama Komandan Kodam sudah berusaha kasih aku proyek di Kediri,” ucap suara dalam video tersebut.
Percakapan kemudian berlanjut dengan pembahasan nominal uang yang diduga berkaitan dengan pembagian komisi proyek.
“Kok cuma 60, kan ya udah dikasi proyek,” terdengar suara lain dalam video.
“Pokoknya nanti aman ya, nyusul bisa,” jawab suara yang disebut sebagai oknum ASN.
Meski video tersebut ramai diperbincangkan, hingga kini belum ada kepastian mengenai waktu kejadian, identitas pihak yang terlibat, maupun kebenaran isi percakapan yang beredar luas di media sosial.
Kodim 0809 Kediri Tegas Bantah Tuduhan
Menanggapi viralnya video tersebut, Komandan Kodim 0809/Kediri Letkol Inf. Dhavid Nudlan angkat bicara dan membantah seluruh tudingan yang berkembang di media sosial.
Dalam konferensi pers resmi di Makodim 0809/Kediri pada Ahad (17/5/2026), Dhavid menegaskan tidak ada praktik jual beli proyek maupun titik pekerjaan dalam program KDKMP atau Kopdes Merah Putih.
“Saya nyatakan video itu tidak benar. Tidak ada jual beli titik KDKMP,” tegas Letkol Inf. Dhavid Nudlan.
Ia juga menegaskan bahwa narasi yang berkembang di media sosial tidak dapat langsung dijadikan dasar tanpa adanya pembuktian hukum dan investigasi resmi.
Program Kopdes Jadi Sorotan
Program Koperasi Desa Merah Putih sebelumnya diperkenalkan pemerintah sebagai langkah memperkuat ekonomi desa berbasis koperasi dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Melalui program tersebut, desa diharapkan mampu meningkatkan akses distribusi barang, usaha masyarakat, hingga penguatan ekonomi mandiri berbasis kerakyatan.
Namun munculnya dugaan permainan proyek membuat publik mempertanyakan sistem pengawasan dan transparansi pelaksanaan program di lapangan.
Warganet ramai meminta aparat penegak hukum dan lembaga pengawas melakukan audit terbuka terhadap proyek pembangunan Kopdes Merah Putih agar polemik yang berkembang tidak menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap program desa.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah maupun pihak kontraktor terkait viralnya dugaan permainan proyek pembangunan Kopdes Merah Putih di Kabupaten Kediri tersebut. (*)
Poin Utama Berita
- Video dugaan fee proyek Kopdes Merah Putih di Kediri viral di media sosial.
- Percakapan dalam video diduga melibatkan oknum ASN dan oknum TNI.
- Narasi viral menyinggung dugaan pembagian komisi proyek pembangunan koperasi desa.
- Publik juga menyoroti dugaan kualitas pembangunan Kopdes yang disebut tidak sesuai spesifikasi.
- Warganet meminta audit dan investigasi terbuka terkait proyek desa tersebut.
- Komandan Kodim 0809/Kediri Letkol Inf. Dhavid Nudlan membantah tudingan jual beli proyek.
- Kodim menegaskan tidak ada praktik jual beli titik proyek KDKMP.
- Hingga kini belum ada kepastian terkait identitas dan kebenaran isi percakapan dalam video viral.

















