Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INVESTIGASI & SOROTPERISTIWASOSIAL POLITIKVIRAL

Viral Lagu ‘My Little Bolu Ketan’ untuk Bahlil, Golkar Sebut Kreativitas Netizen dan Bukan Sindiran

32
×

Viral Lagu ‘My Little Bolu Ketan’ untuk Bahlil, Golkar Sebut Kreativitas Netizen dan Bukan Sindiran

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sekjen Partai Golkar Sarmuji menilai lagu viral “Mas Bahlil Ganteng” sebagai bentuk apresiasi publik terhadap kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, bukan sarkasme maupun body shaming.

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Lagu viral bertajuk “My Little Bolu Ketan” yang ramai berseliweran di media sosial dan dikaitkan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menuai beragam respons publik.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Lagu tersebut berasal dari rangkaian komentar netizen yang kemudian dijadikan lirik unik dan menghibur. Potongan lirik seperti “MBG, Mas Bahlil Ganteng, buah apa yang paling manis, buaaahlil, tambah ganteng aja, my little bolu ketan” kini viral di berbagai platform digital.

Menanggapi fenomena itu, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, menilai lagu tersebut merupakan bentuk kreativitas warganet yang muncul sebagai apresiasi terhadap kinerja Bahlil selama menjabat sebagai Menteri ESDM.

“Saya yang sudah mendengar lirik lagu tersebut tanpa ragu menjawab itu bagian dari kreativitas netizen berapresiasi atas kerja keras Pak Bahlil,” ujar Sarmuji dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, lagu yang viral tersebut justru memiliki nuansa ringan dan menghibur, tanpa mengandung unsur penghinaan ataupun sindiran terselubung.

“Lagunya sendiri cukup cute dan menghibur,” lanjutnya.

Sarmuji juga menepis anggapan bahwa frasa “Mas Bahlil Ganteng” merupakan bentuk sarkasme ataupun body shaming. Ia mengaku memahami budaya dan sastra Jawa, termasuk konsep sanepan atau sindiran halus yang bermakna kebalikan.

“Dalam konteks Mas Bahlil Ganteng di lagu itu saya tidak merasakan sarkastis bahkan sebagai sanepan atau sindiran halus sekalipun,” tegasnya.

Ia menilai kata “ganteng” tidak selalu berkaitan dengan standar fisik tertentu, melainkan juga dapat dimaknai sebagai simbol apresiasi terhadap karakter, kerja keras, hingga kualitas seseorang.

Sarmuji bahkan membagikan pengalaman pribadinya dalam memaknai kata “ganteng” kepada ketiga anaknya yang memiliki karakter wajah dan warna kulit berbeda.

“Ketiganya sama-sama ganteng. Saya tidak sedang melakukan body shaming, melainkan menyatakan versi ganteng yang berbeda,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Sarmuji juga menyinggung istilah “my little bolu ketan” yang menurutnya mengingatkan pada jajanan tradisional favoritnya berbahan ketan hitam dan gula merah.

Ia kemudian mengaitkan filosofi makanan tersebut dengan sosok Bahlil yang dinilai memiliki kinerja luar biasa meski tampil sederhana layaknya rakyat kebanyakan.

“Sama seperti Pak Bahlil yang kinerjanya luar biasa meskipun tampilannya seperti rakyat kebanyakan,” katanya.

Fenomena lagu viral ini pun kembali menunjukkan kuatnya pengaruh media sosial dalam membentuk tren politik populer, sekaligus memperlihatkan bagaimana figur publik kini kerap menjadi bagian dari budaya digital masyarakat. (*)


Poin Utama Berita

  • Lagu “My Little Bolu Ketan” untuk Bahlil Lahadalia viral di media sosial.
  • Lirik lagu berasal dari komentar netizen yang dirangkai menjadi lagu.
  • Golkar menyebut lagu tersebut sebagai kreativitas dan bentuk apresiasi publik.
  • Sekjen Golkar Sarmuji menilai lagu itu tidak mengandung sarkasme.
  • Frasa “Mas Bahlil Ganteng” dianggap bukan body shaming.
  • Sarmuji mengaitkan istilah “bolu ketan” dengan kesederhanaan dan kinerja Bahlil.
  • Lagu viral ini ramai dibahas di berbagai platform digital.