SURABAYA | Sentrapos.co.id — Sebanyak 197 siswa dari 12 sekolah di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (11/5/2026).
Peristiwa tersebut membuat puluhan siswa mengalami gejala mual, muntah, hingga pusing tak lama setelah mengonsumsi makanan yang diduga berasal dari menu olahan daging.
Ketua Satgas MBG Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengatakan seluruh menu makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini telah ditarik untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
“Jadi laporan tim Dinkes Jatim di lapangan, ada 197 siswa yang diduga mengalami keracunan massal,” kata Emil, Senin (11/5/2026).
Tiga Siswa Dirawat di Rumah Sakit
Emil menjelaskan, dari total korban, tiga siswa menjalani perawatan di rumah sakit, sementara lima siswa lainnya masih dalam observasi di Puskesmas Tembok Dukuh.
Sementara sebagian besar siswa lainnya menjalani rawat jalan dan sudah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik.
“Kita fokus memastikan penanganan korban semaksimal mungkin dan dilayani sebaik-baiknya,” tegas Emil.
Menu Daging Diduga Jadi Penyebab
Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya, drg Tyas Pranadani, mengungkapkan gejala yang paling banyak dialami siswa adalah mual, muntah, dan pusing.
Menurutnya, dugaan awal mengarah pada menu olahan daging yang baru pertama kali diberikan dalam program MBG di sekolah tersebut.
“Biasanya enggak dikasih daging, hari ini ada daging. Jadi kemungkinan masih diduga dari dagingnya,” ujar Tyas.
Meski demikian, pihaknya menegaskan penyebab pasti keracunan masih menunggu hasil uji laboratorium.
Orang Tua Panik Antar Anak ke Fasilitas Kesehatan
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah orang tua panik dan bergegas membawa anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan setelah muncul gejala keracunan.
Korban mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Tembok Dukuh dan RS Ibu dan Anak (RSIA) IBI Surabaya.
Beruntung, kondisi mayoritas siswa dilaporkan berangsur membaik usai mendapatkan perawatan darurat.
SPPG Diminta Beri Penjelasan
Puskesmas juga telah meminta klarifikasi kepada pihak penyedia makanan atau SPPG terkait proses pengolahan dan distribusi makanan MBG tersebut.
Pemerintah memastikan investigasi akan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan keamanan program MBG yang menjadi salah satu program prioritas nasional.
“Belum ada yang rawat inap. Sebagian besar sudah pulang setelah kondisi stabil,” pungkas Tyas. (*)
Poin Utama Berita
- Sebanyak 197 siswa diduga keracunan massal di Surabaya.
- Korban berasal dari 12 sekolah di kawasan Tembok Dukuh.
- Gejala yang muncul berupa mual, muntah, dan pusing.
- Tiga siswa dirawat di rumah sakit dan lima diobservasi.
- Menu olahan daging diduga menjadi penyebab keracunan.
- SPPG menarik seluruh menu makanan untuk pemeriksaan.
- Orang tua siswa sempat panik membawa anak ke fasilitas kesehatan.
- Pemerintah menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab pasti.

















