Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

KPK Resmi Luncurkan Buku Pendidikan Antikorupsi untuk Sekolah, Integritas Ditanamkan Sejak Dini

23
×

KPK Resmi Luncurkan Buku Pendidikan Antikorupsi untuk Sekolah, Integritas Ditanamkan Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi meluncurkan Buku Panduan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi (PAK) sebagai upaya memperkuat budaya integritas di lingkungan pendidikan sejak usia dini.

Peluncuran buku tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pemerintah daerah, serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan pendidikan merupakan ruang paling strategis dalam membentuk karakter generasi yang jujur dan berintegritas.

“Pendidikan harus menjadi fondasi membangun generasi berintegritas,” kata Setyo Budiyanto dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, penguatan integritas pendidikan dari pusat hingga daerah harus memiliki arah dan semangat yang sama agar budaya antikorupsi benar-benar tertanam dalam kehidupan masyarakat.

Respons Hasil SPI Pendidikan 2024

Peluncuran panduan tersebut menjadi bagian dari langkah penguatan integritas pendidikan nasional yang dinilai masih menjadi pekerjaan besar pemerintah.

KPK mengacu pada hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024 yang mencatat indeks integritas pendidikan berada di angka 69,50 dari skala 100.

Nilai tersebut menunjukkan budaya integritas mulai terbentuk, namun belum sepenuhnya konsisten di seluruh ekosistem pendidikan Indonesia.

Buku Disiapkan dari PAUD hingga SMK

Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi dilengkapi lima bahan ajar yang disesuaikan untuk jenjang:

  • PAUD
  • SD
  • SMP
  • SMA
  • SMK

KPK menyebut terdapat lima kompetensi utama dalam materi pendidikan antikorupsi tersebut, yakni:

  • Menaati aturan
  • Memahami konsep kepemilikan
  • Menjaga amanah
  • Mengelola dilema etis
  • Membangun budaya antikorupsi

Abdul Mu’ti: Pendidikan Karakter Harus Diperkuat

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan pendidikan tidak hanya bertujuan menciptakan generasi cerdas secara akademik, tetapi juga membangun karakter yang jujur dan bertanggung jawab.

“Ini bagian dari kebijakan untuk memperkuat pendidikan karakter, khususnya kepribadian yang jujur, berintegritas, dan bertanggung jawab,” ujar Abdul Mu’ti.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri III Akhmad Wiyagus meminta pemerintah daerah aktif memanfaatkan panduan tersebut dalam implementasi pendidikan antikorupsi di sekolah-sekolah.

KPK Kembali Gelar SPI Pendidikan 2026

Selain meluncurkan buku panduan, KPK juga kembali melaksanakan SPI Pendidikan 2026 yang berlangsung sejak 13 April hingga 31 Juli 2026.

Survei tersebut bertujuan memetakan kondisi integritas pendidikan di Indonesia sekaligus mengevaluasi efektivitas program penguatan integritas yang telah dijalankan.

“Pemberantasan korupsi sejatinya dimulai dari ruang kelas,” tegas Setyo.

KPK berharap pendidikan antikorupsi dapat menjadi gerakan berkelanjutan untuk membentuk generasi yang bersih, berintegritas, dan berani melawan praktik korupsi di masa depan. (*)


Poin Utama Berita

  • KPK meluncurkan Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi nasional.
  • Program dilakukan bersama Kemendagri dan Kemendikdasmen.
  • Buku disiapkan untuk jenjang PAUD hingga SMK.
  • Pendidikan antikorupsi fokus membangun karakter berintegritas.
  • SPI Pendidikan 2024 menunjukkan indeks integritas masih 69,50.
  • Ada lima kompetensi utama dalam materi antikorupsi.
  • Abdul Mu’ti menekankan pentingnya pendidikan karakter.
  • KPK kembali menggelar SPI Pendidikan 2026 hingga Juli mendatang.