Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

DKI Jakarta Temukan 4 Kasus Hantavirus, Dinkes Pastikan Mayoritas Pasien Sudah Sembuh

33
×

DKI Jakarta Temukan 4 Kasus Hantavirus, Dinkes Pastikan Mayoritas Pasien Sudah Sembuh

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat empat kasus hantavirus ditemukan di wilayah Ibu Kota hingga Mei 2026. Dari jumlah tersebut, tiga pasien dinyatakan sembuh, sementara satu lainnya masih berstatus suspek dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan seluruh pasien yang terdeteksi mengalami gejala ringan dan telah mendapatkan penanganan sesuai prosedur kesehatan.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Di 2026 sampai sekarang ini ada 4 kasus yang sudah kita temukan, 3 orangnya sudah sembuh dengan gejala ringan, sementara satu orang masih suspek,” ujar Ani Ruspitawati kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (11/5/2026).

Pasien Suspek Diisolasi

Ani menjelaskan, pasien yang masih berstatus suspek saat ini telah ditempatkan di ruang isolasi sebagai langkah antisipasi sambil menunggu hasil laboratorium keluar.

Menurutnya, langkah isolasi dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian agar potensi penyebaran virus dapat dicegah sedini mungkin.

“Kalau kita ketemu suspek, prinsipnya dilakukan isolasi sampai pemeriksaan laboratorium selesai,” jelas Ani.

Meski demikian, Dinkes memastikan seluruh kasus yang muncul di Jakarta sejauh ini tergolong ringan dan tidak menunjukkan kondisi mengkhawatirkan.

Tidak Terkait Klaster Kapal Pesiar MV Hondius

Dinkes DKI Jakarta juga memastikan kasus hantavirus yang ditemukan di Jakarta tidak berkaitan dengan klaster internasional di kapal pesiar MV Hondius.

Kasus di kapal pesiar tersebut sebelumnya menjadi perhatian dunia setelah muncul delapan pasien terinfeksi hantavirus jenis Andes saat pelayaran dari Argentina menuju Tanjung Verde, Afrika Barat.

Ani menegaskan kasus di Jakarta merupakan bagian dari pemantauan rutin penyakit menular yang dilakukan sepanjang tahun.

“Bukan, enggak terkait. Itu kasus yang kita monitor sepanjang tahun,” tegasnya.

WHO Sebut Risiko Penyebaran Rendah

Hantavirus kini menjadi perhatian global setelah wabah di kapal pesiar MV Hondius ramai diberitakan internasional.

Meski demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan risiko penyebaran hantavirus ke populasi global masih tergolong rendah.

Virus ini diketahui dapat menular melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.

Pemerintah pun mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan tikus maupun area yang tercemar untuk mencegah risiko penularan. (*)


Poin Utama Berita

  • DKI Jakarta mencatat 4 kasus hantavirus hingga Mei 2026.
  • Tiga pasien dinyatakan sembuh dengan gejala ringan.
  • Satu pasien masih berstatus suspek dan menunggu hasil laboratorium.
  • Pasien suspek telah ditempatkan di ruang isolasi.
  • Dinkes memastikan kasus di Jakarta tidak terkait kapal MV Hondius.
  • Hantavirus menjadi perhatian global setelah wabah di kapal pesiar.
  • WHO menyebut risiko penyebaran global tergolong rendah.
  • Warga diimbau menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penularan.