Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

Kemenkes Peringatkan Bahaya Hantavirus dari Tikus, Warga Diminta Waspada Saat Banjir

27
×

Kemenkes Peringatkan Bahaya Hantavirus dari Tikus, Warga Diminta Waspada Saat Banjir

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan hantavirus yang berasal dari tikus, terutama di wilayah rawan banjir dan lingkungan dengan sanitasi buruk.

Peringatan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya perhatian dunia terhadap kasus hantavirus global setelah muncul klaster penyakit di kapal pesiar MV Hondius.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan tikus menjadi sumber utama penyebaran virus tersebut.

“Kita harus betul-betul sadar terkait sumber penularan hantavirus yang infeksinya berasal dari tikus,” kata Andi dalam konferensi pers daring, Senin (11/5/2026).

Penularan Bisa Lewat Urine dan Kotoran Tikus

Kemenkes menjelaskan, hantavirus dapat menular melalui paparan urine, air liur, maupun kotoran tikus yang telah terinfeksi virus.

Penularan biasanya terjadi ketika seseorang menghirup partikel virus dari lingkungan yang tercemar.

Karena itu, risiko penyebaran dinilai lebih tinggi di wilayah dengan sanitasi buruk, pemukiman padat, dan daerah yang sering dilanda banjir.

“Risiko itu ada pada daerah-daerah dengan intensitas banjir yang cukup tinggi,” ujar Andi.

Ia menjelaskan, kondisi banjir meningkatkan potensi kontak manusia dengan tikus maupun sekresi yang membawa virus berbahaya tersebut.

Warga Diminta Tidak Bermain Air Banjir

Kemenkes juga mengingatkan masyarakat agar tidak bermain di genangan banjir karena berisiko memicu berbagai penyakit menular, termasuk hantavirus dan leptospirosis.

“Ketika terjadi banjir jangan malah main-main banjir seperti kolam renang raksasa, karena sebenarnya itu berisiko memicu penyakit menular,” tegas Andi.

Pemerintah meminta masyarakat menjaga kebersihan rumah dan lingkungan agar tikus tidak berkembang biak di sekitar permukiman.

Indonesia Belum Temukan Kasus HPS

Kasus hantavirus global saat ini menjadi perhatian internasional setelah muncul klaster penyakit pernapasan akut di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar lintas Atlantik dan Afrika.

Virus yang teridentifikasi adalah Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) strain Andes yang dikenal memiliki tingkat kematian tinggi.

Meski demikian, Kemenkes memastikan Indonesia belum pernah melaporkan kasus HPS hingga saat ini.

Indonesia baru mencatat infeksi hantavirus tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dalam jumlah terbatas sejak tahun 1991.

WNA Kontak Erat Dinyatakan Negatif

Dalam kesempatan yang sama, Kemenkes juga mengungkap hasil pemeriksaan seorang warga negara asing (WNA) di Jakarta yang sempat melakukan kontak erat dengan penumpang kapal pesiar MV Hondius.

WNA berinisial KE (60) tersebut dinyatakan negatif hantavirus berdasarkan hasil laboratorium.

“Berdasarkan hasil laboratorium, pasien dinyatakan negatif Hantavirus,” kata Andi.

Meski hasilnya negatif, pemantauan kesehatan terhadap pasien tetap dilakukan secara ketat di RSPI Sulianti Saroso.

Kemenkes menegaskan masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga sanitasi dan menghindari kontak dengan tikus maupun lingkungan yang tercemar. (*)


Poin Utama Berita

  • Kemenkes mengingatkan masyarakat mewaspadai hantavirus dari tikus.
  • Risiko penularan meningkat di wilayah banjir dan sanitasi buruk.
  • Hantavirus dapat menular lewat urine, air liur, dan kotoran tikus.
  • Warga diminta tidak bermain air banjir karena berisiko penyakit menular.
  • Kasus hantavirus global mencuat usai wabah di kapal MV Hondius.
  • Indonesia belum pernah melaporkan kasus HPS strain Andes.
  • WNA kontak erat dengan penumpang kapal pesiar dinyatakan negatif.
  • Kemenkes meminta masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.