Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIINVESTIGASI & SOROTPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

DKI Jakarta Waspada Hantavirus, Dinkes Temukan 3 Kasus Positif dan 6 Suspek Masih Dipantau

39
×

DKI Jakarta Waspada Hantavirus, Dinkes Temukan 3 Kasus Positif dan 6 Suspek Masih Dipantau

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Dinkes DKI Jakarta Temukan 3 Kasus Positif Hantavirus, Enam Suspek Masih Dipantau

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran hantavirus setelah ditemukan tiga kasus positif dan enam kasus suspek yang masih dalam proses pemantauan intensif.

Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan pihaknya terus memperkuat sistem pengawasan penyakit menular sebagai langkah antisipasi mencegah penyebaran lebih luas.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Sampai dengan saat ini kami masih menemukan tiga kasus positif hantavirus dan enam suspek yang terus kami monitor,” ujar Ani di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Senin (18/5/2026).

Dinkes Keluarkan Surat Edaran Kewaspadaan

Sebagai tindak lanjut surat kewaspadaan dari Kementerian Kesehatan, Dinkes DKI telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh fasilitas kesehatan di Jakarta.

Langkah tersebut dilakukan agar seluruh rumah sakit, puskesmas, hingga tenaga kesehatan meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala dan potensi penularan hantavirus.

Selain itu, beberapa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) juga telah ditetapkan sebagai rumah sakit sentinel guna memperkuat pemantauan kasus.

“Kami sudah memberikan surat edaran kewaspadaan hantavirus untuk seluruh fasilitas kesehatan di Jakarta,” jelas Ani.

Tim Gerak Cepat Disiagakan

Dinkes DKI juga membentuk tim gerak cepat untuk memperkuat sistem kewaspadaan dini apabila terjadi lonjakan kasus secara signifikan di masyarakat.

Menurut Ani, langkah cepat diperlukan agar penanganan pasien maupun tracing potensi penularan dapat dilakukan lebih efektif.

“Ada tim gerak cepat yang terus melakukan sistem kewaspadaan dini apabila terjadi peningkatan kasus yang cukup signifikan,” katanya.

Warga Diminta Waspadai Kotoran Tikus

Dalam upaya pencegahan, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih serta sehat.

Hantavirus diketahui dapat menular melalui tikus, terutama lewat urine, air liur, maupun kotorannya yang terhirup manusia.

Dinkes meminta warga berhati-hati saat membersihkan area yang terdapat kotoran tikus.

“Jangan membersihkan dalam keadaan kering. Area harus disemprot disinfektan terlebih dahulu dan ventilasi udara dipastikan baik,” tegas Ani.

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan dari hewan pengerat, terutama tikus, kepada manusia. Infeksi ini dapat menyerang sistem pernapasan dan ginjal dengan gejala seperti:

  • Demam tinggi
  • Nyeri otot
  • Sesak napas
  • Mual dan muntah
  • Tubuh lemas

Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala setelah kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi tikus.

Dinkes DKI memastikan pemantauan dan langkah mitigasi terus dilakukan untuk mencegah penyebaran kasus hantavirus di wilayah ibu kota. (*)


Poin Utama Berita

  • Dinkes DKI Jakarta mencatat 3 kasus positif hantavirus.
  • Sebanyak 6 orang berstatus suspek masih dipantau.
  • Surat edaran kewaspadaan telah dikirim ke seluruh fasilitas kesehatan.
  • Sejumlah RSUD ditetapkan sebagai rumah sakit sentinel.
  • Tim gerak cepat disiagakan untuk antisipasi lonjakan kasus.
  • Warga diminta waspada terhadap kotoran, urine, dan air liur tikus.
  • Dinkes mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.