Ratusan Mahasiswa Kepung DPRD Bangkalan, Soroti Dugaan Penyimpangan Program MBG
BANGKALAN | Sentrapos.co.id – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Bangkalan Bersatu menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (18/5/2026).
Dalam aksi tersebut, massa mendesak DPRD melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak berjalan optimal dan diduga sarat penyimpangan.
Koordinator aksi, Muhammad Fauzi, menyebut pihaknya menerima banyak laporan terkait dugaan pemotongan anggaran hingga kualitas makanan yang dianggap tidak layak konsumsi.
“Banyak yang dipotong, makanan juga tidak sesuai, bahkan ada yang disajikan dalam kondisi basi,” tegas Fauzi saat menyampaikan orasi.
Dugaan Pemotongan Gaji Pekerja Dapur MBG
Tak hanya menyoroti kualitas makanan, mahasiswa juga mengungkap dugaan praktik pemotongan gaji pekerja dapur MBG di salah satu lokasi penyedia layanan.
Menurut Fauzi, terdapat pekerja yang diminta tidak mengambil sebagian gajinya.
“Ada dapur yang meminta separuh gaji pekerjanya. Dua minggu dibayar, dua minggu lagi diminta tidak diambil,” ungkapnya.
Temuan tersebut memicu kekhawatiran mahasiswa terkait pengelolaan dana program MBG yang berasal dari anggaran negara.
Banyak Dapur MBG Disebut Tak Punya IPAL
Aliansi mahasiswa juga menyoroti persoalan sanitasi dan pengelolaan limbah di sejumlah dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bangkalan.
Mereka menyebut masih banyak dapur yang belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), bahkan beberapa yang sudah memiliki IPAL dinilai belum memenuhi standar Badan Gizi Nasional (BGN).
“Legalitas dapur, pengelolaan IPAL, hingga perekrutan tenaga kerja harus diawasi ketat,” kata Fauzi.
DPRD Diminta Evaluasi Total Program MBG
Mahasiswa mendesak DPRD Bangkalan tidak tinggal diam meskipun program MBG berasal dari pemerintah pusat.
Menurut mereka, penerima manfaat program tetap merupakan masyarakat Bangkalan sehingga pengawasan daerah dinilai sangat penting.
“Kami meminta DPRD Bangkalan melakukan evaluasi dan pengawasan total terhadap pelaksanaan program MBG,” tegasnya.
Soroti Infrastruktur hingga Pungli Parkir
Selain isu MBG, massa aksi juga membawa sejumlah tuntutan lain, mulai dari persoalan infrastruktur jalan rusak, layanan kesehatan, dugaan pungutan liar parkir, hingga masalah sampah di wilayah Bangkalan.
Hingga berita ini diturunkan, Ketua DPRD Bangkalan Dedy Yusuf belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan mahasiswa tersebut. (*)
Poin Utama Berita
- Ratusan mahasiswa BEM Bangkalan menggelar demo di DPRD Bangkalan.
- Massa menuntut evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Mahasiswa mengungkap dugaan pemotongan dana dan kualitas makanan basi.
- Ada dugaan pemotongan gaji pekerja dapur MBG.
- Banyak dapur MBG disebut belum memiliki IPAL sesuai standar.
- DPRD diminta mengawasi legalitas dan pengelolaan program MBG.
- Aksi juga menyoroti infrastruktur, sampah, dan pungli parkir.

















