Republika Keluarkan Pernyataan Resmi, Kecam Intersepsi Israel terhadap Kapal Kemanusiaan Gaza
JAKARTA | Sentrapos.co.id – Media nasional Republika resmi mengeluarkan pernyataan sikap terkait nasib dua jurnalisnya, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, yang turut dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza, Palestina.
Keduanya diketahui berada dalam rombongan relawan internasional yang dicegat militer Israel saat kapal berada di perairan internasional dekat Siprus.
Hingga saat ini, kondisi dan keberadaan dua jurnalis Indonesia tersebut belum diketahui secara pasti karena pihak Republika mengaku belum berhasil menjalin komunikasi langsung dengan keduanya.
Republika Kecam Keras Tindakan Israel
Dalam pernyataan resminya, Republika mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Israel terhadap kapal misi kemanusiaan tersebut.
Republika menilai tindakan itu merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan untuk rakyat Palestina di Gaza.
“Tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza,” demikian bunyi pernyataan resmi Republika.
Bawa Bantuan Kemanusiaan, Bukan Senjata
Republika menegaskan para relawan yang berada dalam armada Global Sumud Flotilla datang membawa misi kemanusiaan, bukan ancaman militer.
Rombongan disebut membawa obat-obatan, bantuan logistik, serta dukungan moral bagi warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade dan konflik berkepanjangan.
“Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia,” tulis Republika.
Dua Jurnalis Indonesia Jadi Perhatian Serius
Dalam rombongan tersebut terdapat sembilan warga negara Indonesia (WNI), termasuk Bambang Noroyono dan Thoudy Badai yang menjalankan tugas jurnalistik sekaligus misi kemanusiaan.
Republika menegaskan keselamatan kedua jurnalisnya menjadi perhatian serius perusahaan media tersebut.
“Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami,” tegas Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin.
Tolak Kriminalisasi Misi Kemanusiaan
Republika juga menyatakan dukungan terhadap seluruh relawan kemanusiaan dunia dan menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional.
Peristiwa ini memicu perhatian luas publik internasional mengingat armada bantuan tersebut membawa misi sipil dan kemanusiaan untuk warga Gaza.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah Indonesia terkait langkah diplomatik yang akan ditempuh atas insiden tersebut. (*)
Poin Utama Berita
- Republika merilis pernyataan resmi terkait dua jurnalisnya yang dicegat Israel.
- Bambang Noroyono dan Thoudy Badai ikut misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
- Kapal dicegat militer Israel di perairan internasional dekat Siprus.
- Republika mengecam tindakan Israel sebagai pelanggaran hukum internasional.
- Hingga kini kondisi dua jurnalis Indonesia belum diketahui pasti.
- Rombongan membawa bantuan kemanusiaan, obat-obatan, dan logistik untuk Gaza.
- Republika menolak kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan internasional.

















