Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIINVESTIGASI & SOROTPERISTIWA

Kemlu RI Kecam Israel usai Cegat Kapal Kemanusiaan Gaza, Nasib WNI Masih Dipantau

39
×

Kemlu RI Kecam Israel usai Cegat Kapal Kemanusiaan Gaza, Nasib WNI Masih Dipantau

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kemlu RI Kutuk Intersepsi Israel terhadap Armada Bantuan Gaza

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat armada misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan Siprus, Mediterania Timur.

Dalam rombongan misi kemanusiaan tersebut terdapat sejumlah warga negara Indonesia (WNI), termasuk dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono alias Abeng dan Thoudy Badai alias Ody, serta relawan kemanusiaan dari Rumah Zakat, Andi Angga Prasadewa.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Indonesia Kecam Tindakan Israel

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menegaskan bahwa Indonesia mengecam tindakan intersepsi yang dilakukan militer Israel terhadap kapal-kapal bantuan yang membawa misi kemanusiaan untuk warga Palestina di Gaza.

“Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla,” ujar Yvonne dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).

Menurut data yang diterima Kemlu dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), sedikitnya terdapat 10 kapal yang dicegat dalam operasi tersebut, di antaranya Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

Nasib WNI Masih Dipantau

Kemlu mengungkapkan bahwa relawan Indonesia Andi Angga Prasadewa diketahui berada di kapal Josef. Sementara itu, pihak pemerintah masih terus berupaya memastikan kondisi dan keberadaan jurnalis Bambang Noroyono.

“Kapal yang membawa jurnalis Bambang Noroyono sampai saat ini masih dicoba dihubungi untuk mengetahui status dari kapal termasuk Saudara Bambang Noroyono di kapal tersebut,” jelas Yvonne.

Kemlu menyebut situasi di lapangan masih sangat dinamis dan memungkinkan adanya perkembangan baru sewaktu-waktu.

RI Desak Israel Bebaskan Seluruh Relawan

Pemerintah Indonesia mendesak Israel segera membebaskan seluruh awak kapal dan relawan kemanusiaan internasional yang ditahan dalam operasi tersebut.

Selain itu, Indonesia juga meminta Israel menjamin keberlanjutan distribusi bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional.

“Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan,” tegas Yvonne.

Kemlu Siapkan Langkah Perlindungan WNI

Saat ini, Kemlu RI terus melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri, termasuk KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman.

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan perlindungan terhadap para WNI serta mempercepat proses pemulangan apabila diperlukan.

Kemlu menegaskan perlindungan WNI menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia di tengah situasi internasional yang berkembang cepat.

Misi Kemanusiaan untuk Gaza

Global Sumud Flotilla merupakan armada bantuan internasional yang membawa obat-obatan, logistik, dan bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina di Jalur Gaza.

Misi tersebut menjadi perhatian dunia internasional karena dilakukan di tengah blokade berkepanjangan dan konflik yang terus berlangsung di wilayah Palestina. (*)


Poin Utama Berita

  • Kemlu RI mengecam keras tindakan Israel mencegat armada Global Sumud Flotilla.
  • Dalam rombongan terdapat dua jurnalis Republika dan relawan Indonesia.
  • Sedikitnya 10 kapal bantuan dicegat di perairan Siprus.
  • Nasib jurnalis Bambang Noroyono masih terus dipantau pemerintah.
  • Indonesia mendesak Israel membebaskan seluruh relawan kemanusiaan.
  • Kemlu berkoordinasi dengan KBRI Ankara, Kairo, dan Amman.
  • Perlindungan WNI menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia.