Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIINVESTIGASI & SOROTPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

210 Siswa Keracunan MBG, Wali Kota Eri Ancam Tutup SPPG Nakal di Surabaya

42
×

210 Siswa Keracunan MBG, Wali Kota Eri Ancam Tutup SPPG Nakal di Surabaya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Wali Kota Surabaya Ancam Beri Sanksi Tegas SPPG Penyebab Keracunan

SURABAYA | Sentrapos.co.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga menjadi penyebab keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan itu disampaikan menyusul insiden keracunan yang dialami 210 siswa dan guru di Surabaya akibat konsumsi lauk daging krengsengan olahan SPPG Bubutan Tembok Dukuh pada Senin (11/5/2026).

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Saat ini, Pemerintah Kota Surabaya masih menunggu hasil laboratorium sampel makanan MBG yang diperiksa Dinas Kesehatan Surabaya.

“Kalau memang terbukti menyebabkan keracunan, saya minta ada sanksi tegas kepada SPPG. Apakah ditutup atau bagaimana, itu akan ditentukan,” kata Eri Cahyadi, Senin (18/5/2026).

Puluhan SPPG di Surabaya Belum Kantongi Sertifikat Higiene

Eri mengungkapkan seluruh SPPG seharusnya memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai syarat operasional dapur penyedia makanan.

Namun berdasarkan data yang diterima Pemkot Surabaya, masih terdapat 84 SPPG yang belum mengantongi sertifikat tersebut.

“Ada SPPG yang belum memiliki SLHS, sedangkan pemerintah kota juga belum mengetahui secara detail SPPG mana saja yang sudah berdiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan selama ini pendirian SPPG tidak seluruhnya melalui koordinasi dengan Pemkot Surabaya sehingga pengawasan menjadi terkendala.

Pemkot Siap Turun Cek Dapur dalam 1×24 Jam

Eri memastikan Pemkot Surabaya siap bergerak cepat melakukan pengecekan langsung ke dapur SPPG dalam waktu 1×24 jam.

Jika kondisi dapur dinilai bersih dan memenuhi standar sanitasi, maka pemerintah akan memberikan rekomendasi penerbitan SLHS kepada pihak provinsi.

“Kalau tempatnya bersih dan layak, pasti kami rekomendasikan. Tapi kalau tidak sesuai syarat kesehatan, ya tidak akan direkomendasikan,” tegas Eri.

Menurutnya, rekomendasi dari pemerintah kota menjadi bagian penting sebelum sertifikat resmi diterbitkan pihak provinsi.

Dugaan Sanitasi Buruk Jadi Sorotan

Kasus keracunan MBG sebelumnya terjadi setelah ratusan siswa dan guru mengonsumsi makanan dari SPPG Bubutan Tembok Dukuh.

Meski pihak SPPG sempat mengklaim dapur telah bersertifikat lengkap, Pemkot Surabaya menyebut dapur tersebut ternyata belum memiliki SLHS dan ditemukan sejumlah catatan terkait kebersihan serta sanitasi.

“Kalau dapurnya tidak ada sanitasinya, ya mungkin tidak direkomendasikan,” ujar Eri.

Hasil Laboratorium Jadi Penentu Langkah Pemkot

Pemkot Surabaya kini menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab pasti keracunan massal tersebut.

Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan apakah SPPG terkait layak tetap beroperasi atau harus dikenai sanksi tegas.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena berkaitan langsung dengan keamanan pangan dan kesehatan siswa penerima program MBG di Surabaya. (*)


Poin Utama Berita

  • Wali Kota Surabaya ancam beri sanksi tegas kepada SPPG penyebab keracunan MBG.
  • Sebanyak 210 siswa dan guru diduga keracunan makanan MBG.
  • Pemkot masih menunggu hasil laboratorium sampel makanan.
  • Sebanyak 84 SPPG di Surabaya belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi.
  • Pemkot siap mengecek dapur SPPG dalam waktu 1×24 jam.
  • Dugaan sanitasi buruk menjadi sorotan dalam kasus ini.
  • SPPG Bubutan Tembok Dukuh disebut belum memiliki SLHS.
  • Hasil lab akan menentukan langkah sanksi dari Pemkot Surabaya.