Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAH | REGIONALHOBI, GAYA HIDUP & KOMUNITASPERISTIWAWISATA | TRAVEL & KULINER

Usai Yadnya Kasada 2026, Sebanyak 4 Ton Sampah Diangkut dari Gunung Bromo, Petugas dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lautan Pasir

13
×

Usai Yadnya Kasada 2026, Sebanyak 4 Ton Sampah Diangkut dari Gunung Bromo, Petugas dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lautan Pasir

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Ribuan Pengunjung Tinggalkan Jejak Sampah di Kawasan Bromo, TNI-Polri, Balai TNBTS dan Pelaku Wisata Turun Tangan Lakukan Aksi Bersih-Bersih

PROBOLINGGO | Sentrapos.co.id

Pasca pelaksanaan Yadnya Kasada 1948 Saka yang dihadiri ribuan umat Hindu Tengger, wisatawan domestik, hingga mancanegara, kawasan wisata Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo dibersihkan dari tumpukan sampah yang ditinggalkan pengunjung.

Dalam kegiatan kerja bakti yang melibatkan berbagai unsur, petugas berhasil mengumpulkan lebih dari 4 ton sampah dari kawasan lautan pasir hingga area sekitar Pura Luhur Poten, Selasa (2/6/2026).

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Tumpukan sampah yang didominasi plastik bekas makanan dan minuman ditemukan tersebar di sejumlah titik kawasan kaldera Gunung Bromo. Selain sampah plastik, petugas juga membersihkan bekas perapian yang ditinggalkan pengunjung selama perayaan berlangsung.

Aksi bersih-bersih tersebut dilakukan pada hari terakhir penutupan kawasan wisata Bromo setelah rangkaian ritual Yadnya Kasada selesai dilaksanakan.

“Lebih dari 4 ton sampah berhasil dikumpulkan dari kawasan lautan pasir hingga Pura Luhur Poten setelah perayaan Yadnya Kasada yang dihadiri ribuan pengunjung.”

Kegiatan berlangsung sekitar empat jam dan melibatkan anggota Polres Probolinggo, TNI, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), masyarakat Tengger, komunitas lingkungan, pelaku wisata, hingga para pedagang dan pengemudi jip wisata.

Gotong Royong Jaga Kelestarian Bromo, Simbol Kepedulian terhadap Alam

Pembersihan dimulai dari pintu masuk kawasan wisata Bromo di Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Tim gabungan kemudian menyisir area lautan pasir hingga kawasan sekitar Pura Luhur Poten yang menjadi pusat pelaksanaan ritual Yadnya Kasada.

Kapolsek Sukapura AKP Ardhi Bitakumala mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan dan keberlanjutan destinasi wisata unggulan Jawa Timur.

“Kami melaksanakan bersih-bersih di wilayah Gunung Bromo, lautan pasir, hingga Pura Poten Luhur dari sampah yang ditinggalkan pengunjung saat kegiatan Yadnya Kasada,” ujar AKP Ardhi Bitakumala.

Menurutnya, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak yang selama ini menggantungkan aktivitas ekonomi di kawasan wisata Bromo.

Mulai dari pelaku usaha wisata, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), komunitas pemuda, pedagang asongan, hingga para pengemudi jip wisata turut bergabung dalam aksi gotong royong tersebut.

“Kegiatan ini didukung berbagai institusi, pelaku wisata, PHRI, komunitas, pemuda, pedagang asongan, pengemudi jip, dan semua pihak yang mencari rezeki di kawasan Gunung Bromo,” jelasnya.

Sambut Hari Bhayangkara, Bromo Kembali Bersih dan Asri

Selain menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026.

AKP Ardhi berharap kegiatan gotong royong tersebut dapat menjadi momentum meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga alam dan tidak membuang sampah sembarangan di kawasan wisata.

“Jangan lupa kita jaga alam, maka alam akan menjaga kita,” pesan AKP Ardhi.

Seluruh sampah yang berhasil dikumpulkan kemudian diangkut menggunakan dua unit truk dan tiga kendaraan pikap untuk diproses lebih lanjut.

Dengan kembali bersihnya kawasan Bromo, seluruh pihak berharap kesadaran wisatawan terhadap kebersihan lingkungan semakin meningkat, sehingga salah satu destinasi wisata terbaik Indonesia tersebut tetap terjaga keindahan dan kelestariannya.

Gunung Bromo yang telah dikenal hingga mancanegara bukan hanya menjadi destinasi wisata alam unggulan, tetapi juga ruang sakral bagi masyarakat Tengger dalam menjalankan tradisi budaya dan keagamaan yang diwariskan turun-temurun.

Menjaga kebersihan kawasan Bromo menjadi tanggung jawab bersama agar warisan alam dan budaya tersebut tetap lestari bagi generasi mendatang. (*)

Poin Utama Berita

  • Lebih dari 4 ton sampah berhasil dikumpulkan dari kawasan Gunung Bromo pasca Yadnya Kasada 2026.
  • Sampah didominasi plastik bekas makanan dan minuman yang ditinggalkan pengunjung.
  • Aksi bersih-bersih melibatkan TNI, Polri, Balai TNBTS, warga Tengger, pelaku wisata dan komunitas.
  • Pembersihan dilakukan dari Cemoro Lawang hingga kawasan Pura Luhur Poten.
  • Petugas juga membersihkan bekas perapian yang ditinggalkan di lautan pasir Bromo.
  • Sampah diangkut menggunakan dua truk dan tiga kendaraan pikap.
  • Kegiatan menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-80.
  • Seluruh pihak diajak menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan wisata Bromo.
  • Gunung Bromo merupakan destinasi wisata internasional sekaligus kawasan budaya dan spiritual masyarakat Tengger.
  • Kesadaran wisatawan dinilai menjadi kunci menjaga kelestarian lingkungan Bromo.