CIREBON | Sentrapos.co.id – Ribuan rumah warga di sejumlah desa di Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terendam banjir pada Selasa (19/5/2026) pagi. Banjir dipicu meluapnya Sungai Cimanis setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Senin malam hingga Selasa dini hari.
Banjir merendam akses utama Desa Rawaurip yang berada di sekitar jalur utama Pantura Cirebon. Ketinggian air di jalan utama mencapai sekitar 60 hingga 70 sentimeter sehingga aktivitas warga lumpuh total karena kendaraan tidak dapat melintas.
Pantauan di lokasi menunjukkan genangan air juga masuk ke permukiman warga dengan ketinggian bervariasi hingga mencapai 1 meter di beberapa titik.
Salah seorang warga Desa Rawaurip, Heru, mengatakan banjir datang sangat cepat sejak pagi hari sehingga warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga di dalam rumah.
“Air tiba-tiba merendam jalan utama desa, terus tinggi, terus naik, masuk ke rumah. Cepat sekali. Akhirnya banyak perabotan, kulkas terendam,” kata Heru saat ditemui di rumahnya, Selasa siang.
“Ketinggian di dalam rumah kurang lebih antara 60 sampai 70 sentimeter, kalau di luar rumah bisa sampai 1 meter,” sambungnya.
Heru mengungkapkan banjir di wilayahnya bukan kejadian pertama. Dalam setahun terakhir, kawasan pesisir Kecamatan Pangenan sudah lima kali diterjang banjir akibat luapan Sungai Cimanis.
Kondisi tersebut membuat warga mulai khawatir terhadap dampak kerusakan rumah, perabotan, hingga terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat.
Ribuan Rumah Warga Terdampak
Camat Pangenan, Baihaqi, mengatakan banjir tidak hanya merendam Desa Rawaurip, tetapi juga meluas ke Desa Bendungan, Desa Pangenan, dan Desa Pengarengan.
Berdasarkan data sementara tim lapangan Kecamatan Pangenan, Desa Rawaurip menjadi wilayah terdampak paling parah dengan jumlah rumah terendam mencapai lebih dari 500 hingga 1.000 unit.
“Untuk di Desa Rawaurip, kurang lebih di atas 500 sampai 1.000 rumah terendam. Ketinggian rata-rata antara 50 sentimeter sampai 1 meter,” ujar Baihaqi saat memantau kondisi banjir.
Selain itu, sekitar 400 rumah di Desa Bendungan dan sekitar 500 rumah di Desa Pangenan juga ikut terdampak banjir dengan tinggi genangan yang bervariasi.
Menurut Baihaqi, banjir mulai terjadi sejak tengah malam setelah air meluap dari belokan Sungai Cimanis di Desa Beringin. Kondisi tanggul yang dinilai terlalu rendah diduga menjadi penyebab utama air melimpas ke permukiman warga.
“Limpasan air sekitar 70 sentimeter kemudian mengalir deras ke wilayah hilir hingga merendam kawasan pesisir menjelang subuh,” jelasnya.
Warga Desak Normalisasi Sungai dan Peninggian Tanggul
Pemerintah kecamatan bersama warga berharap Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) segera melakukan langkah penanganan permanen guna mencegah banjir terus berulang setiap musim hujan.
Normalisasi Sungai Cimanis dan peninggian tanggul dinilai menjadi solusi mendesak agar wilayah pesisir Kecamatan Pangenan tidak terus-menerus terdampak banjir musiman.
“Kami berharap ada penanganan serius, terutama normalisasi sungai dan peninggian tanggul agar banjir tidak terus terjadi setiap tahun,” harap warga setempat.
Hingga Selasa sore, banjir masih menggenangi sejumlah wilayah dan warga mulai berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diamankan. (*)
Poin Utama Berita
- Ribuan rumah di Kecamatan Pangenan, Cirebon, terendam banjir.
- Sungai Cimanis meluap akibat hujan deras sejak Senin malam.
- Desa Rawaurip menjadi wilayah terdampak paling parah.
- Ketinggian air mencapai 1 meter di sejumlah titik permukiman.
- Jalur utama Pantura Cirebon lumpuh akibat genangan banjir.
- Warga mengaku banjir datang sangat cepat dan merendam perabot rumah.
- Dalam setahun terakhir, wilayah tersebut sudah lima kali diterjang banjir.
- Warga mendesak BBWS melakukan normalisasi sungai dan peninggian tanggul.

















