Usai pembangunan infrastruktur provinsi terkoneksi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pembangunan desa kini menjadi prioritas utama, mulai dari jalan desa, rumah rakyat miskin bernuansa tradisional hingga pendidikan gratis bagi warga tak mampu.
BANJAR | Sentrapos.co.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pembangunan desa atau lembur setelah infrastruktur jalan provinsi di berbagai wilayah mulai terkoneksi.
Hal tersebut disampaikan Dedi usai melaksanakan Salat Idul Adha di Masjid Al Hikmah, Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Rabu (27/5/2026).
Menurut Dedi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyelesaikan sejumlah pembangunan infrastruktur strategis, salah satunya Jembatan Sodongkopo di Kabupaten Pangandaran yang kini sudah dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Sampai memasang lampu di Jembatan Sodongkopo,” kata Dedi Mulyadi.
Setelah pembangunan jalan provinsi dan konektivitas antarwilayah mulai tertata, Dedi menyebut langkah berikutnya adalah fokus membangun desa-desa yang selama ini dinilai tertinggal dalam pemerataan pembangunan.
Dedi: Desa Harus Jadi Prioritas Pembangunan
Dedi menilai masyarakat desa merupakan kelompok yang paling setia menjaga nilai kebangsaan dan kehidupan sosial. Namun ironisnya, pembangunan desa justru kerap berada di urutan terakhir.
“Orang desa terdepan dalam hal setia kepada negara. Tapi giliran pembangunan di desa, selalu di urutan terakhir. Harusnya lembur diurus, kota ditata,” tegasnya.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini menyiapkan sejumlah skenario pembangunan desa secara bertahap.
Dedi menjelaskan, pembangunan infrastruktur desa nantinya akan dilakukan melalui dua pola, yakni pembangunan langsung oleh pemerintah provinsi dan pembangunan melalui bantuan keuangan desa.
“Pertama, dibangun langsung sama provinsi. Kedua, dibangun sama desa lewat bantuan keuangan desa. Dimulai bertahap,” ujarnya.
Pemerintah, kata Dedi, akan memprioritaskan pembangunan jalan desa yang rusak parah agar akses masyarakat menjadi lebih baik.
Tak hanya perbaikan jalan, Pemprov Jabar juga akan memasang lampu penerangan jalan umum (PJU) di berbagai ruas jalan desa untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan warga.
Rumah Tradisional dan Pendidikan Gratis Jadi Prioritas
Selain infrastruktur jalan, Dedi juga menaruh perhatian besar terhadap perbaikan rumah masyarakat miskin di pedesaan.
Namun, ia menekankan konsep pembangunan rumah rakyat harus tetap mempertahankan identitas budaya lokal Jawa Barat.
“Rumah panggung harus tetap panggung, rumah bilik tetap bilik. Sebab rumah panggung dan bilik punya harkat dan martabat,” katanya.
Menurut Dedi, rumah tradisional bukan sekadar bangunan, melainkan bagian dari identitas budaya dan nilai kehidupan masyarakat Sunda yang harus dijaga.
Di sektor pendidikan, Dedi memastikan seluruh anak di Jawa Barat harus bisa mengenyam pendidikan minimal hingga tingkat SMA.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat, lanjut dia, akan menjamin akses pendidikan gratis bagi siswa tidak mampu, baik di sekolah negeri maupun swasta.
“Sekolah negeri free, nggak usah bayar. Bagi siswa tak mampu yang sekolah di sekolah swasta, dibayari sama pemerintah,” tegas Dedi.
Program pembangunan desa, pendidikan gratis, hingga revitalisasi rumah tradisional ini menjadi bagian dari visi Dedi Mulyadi untuk memperkuat pembangunan berbasis masyarakat dan budaya lokal di Jawa Barat. (*)
Poin Utama Berita
- Dedi Mulyadi fokus membangun desa setelah infrastruktur provinsi terkoneksi.
- Jembatan Sodongkopo di Pangandaran telah selesai dibangun dan dipasang lampu.
- Pemprov Jabar memprioritaskan perbaikan jalan desa rusak parah.
- Lampu PJU akan dipasang di ruas jalan desa untuk meningkatkan keamanan.
- Pemerintah menyiapkan bantuan pembangunan rumah rakyat miskin bernuansa tradisional.
- Rumah panggung dan rumah bilik akan tetap dipertahankan sebagai identitas budaya.
- Pendidikan gratis hingga SMA menjadi prioritas bagi warga tidak mampu.

















