Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
PERISTIWASOSIAL POLITIK

DPRD Surabaya Soroti “Lapor Cak Eri”: Jangan Sekadar Hotline Baru, Harus Transparan dan Terintegrasi!

25
×

DPRD Surabaya Soroti “Lapor Cak Eri”: Jangan Sekadar Hotline Baru, Harus Transparan dan Terintegrasi!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id — Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Pdt. Rio Dh. I. Pattiselano, memberikan apresiasi terhadap layanan pengaduan warga melalui hotline WhatsApp “Lapor Cak Eri” yang digagas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Meski demikian, DPRD mengingatkan agar layanan tersebut tidak hanya menjadi kanal aduan baru tanpa dibarengi pembenahan sistem pelayanan publik yang lebih mendasar dan terintegrasi.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Menurut Rio, keberhasilan layanan pengaduan masyarakat sangat ditentukan oleh kecepatan respons, transparansi penanganan laporan, serta kemudahan warga dalam memantau tindak lanjut aduan mereka.

“Kami mengapresiasi inovasi ini, tetapi jangan sampai hanya menjadi kanal baru tanpa perbaikan sistem yang mendasar,” tegas Rio Pattiselano di Surabaya, Kamis (7/5/2026).

Rio menilai sistem pengaduan modern harus mampu memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai progres laporan yang mereka kirimkan.

Karena itu, ia mengusulkan agar hotline “Lapor Cak Eri” terhubung langsung dengan dashboard terintegrasi yang dapat dipantau secara real-time oleh Wali Kota Surabaya.

Dengan sistem tersebut, setiap laporan warga bisa langsung diteruskan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tanpa terhambat birokrasi panjang.

“Kalau terhubung ke dashboard, wali kota bisa langsung memonitor perkembangan laporan. Ini akan mempercepat pengambilan keputusan,” ujarnya.

Politikus DPRD Surabaya itu juga menyoroti banyaknya kanal pengaduan yang saat ini dimiliki Pemerintah Kota Surabaya.

Selain “Lapor Cak Eri”, sebelumnya sudah terdapat sejumlah layanan seperti aplikasi Wargaku, Call Center 112, hotline dinas, hingga Satgas Premanisme dan Satgas Tanah.

Menurut Rio, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan tumpang tindih layanan jika tidak diintegrasikan secara maksimal.

“Jangan sampai masyarakat melihat ini sebagai penumpukan layanan. Pertanyaannya, apakah layanan sebelumnya memang tidak efektif?” katanya.

Ia menegaskan pentingnya integrasi seluruh kanal pengaduan agar laporan warga tidak tercecer dan penanganannya menjadi lebih cepat serta efisien.

Rio bahkan menyebut sistem pengaduan yang transparan dan terintegrasi dapat menjadi early warning system bagi pemerintah dalam mendeteksi persoalan di masyarakat secara lebih cepat.

“Kalau transparan dan terintegrasi, ini bisa menjadi early warning system yang sangat bagus,” tandasnya.

Layanan “Lapor Cak Eri” sendiri menjadi salah satu inovasi komunikasi publik Pemkot Surabaya yang memungkinkan warga menyampaikan keluhan maupun laporan secara langsung melalui WhatsApp.

Program tersebut diharapkan mampu mempercepat pelayanan publik sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan kinerja pemerintah daerah.

Namun DPRD mengingatkan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari banyaknya laporan yang masuk, melainkan juga sejauh mana laporan tersebut benar-benar ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan transparan. (*)


Poin Utama Berita

  • DPRD Surabaya mengapresiasi hotline WhatsApp “Lapor Cak Eri”.
  • DPRD meminta layanan tidak sekadar menjadi kanal baru.
  • Kecepatan respons dan transparansi dinilai sangat penting.
  • Rio Pattiselano usulkan dashboard terintegrasi untuk wali kota.
  • Sistem diharapkan mempercepat distribusi laporan ke OPD.
  • DPRD menyoroti banyaknya kanal aduan di Pemkot Surabaya.
  • Ada kekhawatiran terjadi tumpang tindih layanan pengaduan.
  • Integrasi sistem dinilai penting agar laporan tidak tercecer.
  • Hotline dapat menjadi early warning system pemerintah.
  • DPRD meminta seluruh layanan pengaduan dibuat lebih efektif.