Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAHPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

Santri SMP di Gresik Ditemukan Meninggal di Belakang Ponpes, Polisi Ungkap Kronologi dan Pesan Terakhir Korban

36
×

Santri SMP di Gresik Ditemukan Meninggal di Belakang Ponpes, Polisi Ungkap Kronologi dan Pesan Terakhir Korban

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

GRESIK | Sentrapos.co.id — Seorang santri berinisial RAS (15), pelajar tingkat SMP di salah satu pondok pesantren kawasan Kedamean, Kabupaten Gresik, ditemukan meninggal dunia di area belakang pondok pada Rabu (6/5/2026).

Peristiwa tragis tersebut mengejutkan para santri dan pengasuh pondok, terlebih korban diketahui telah tinggal dan menimba ilmu di pesantren itu selama kurang lebih tiga tahun.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Kapolsek Kedamean Ekwan mengatakan, sebelum ditemukan meninggal, korban sempat mendapat teguran dari pengasuh pondok karena menggunakan laptop milik pondok tanpa izin.

“Korban menggunakan laptop milik pondok di mushola, padahal laptop tersebut seharusnya berada di laboratorium,” ujar Kapolsek Kedamean Ekwan.

Menurut hasil pemeriksaan saksi, korban kemudian ditegur pengasuh pondok atas tindakannya tersebut.

Setelah mendapat teguran, korban disebut sempat bercerita kepada beberapa teman sesama santri bahwa dirinya merasa malu karena ketahuan mengambil laptop dari laboratorium pondok.

Korban juga sempat mengucapkan pernyataan yang membuat teman-temannya khawatir, namun saat itu dianggap hanya candaan.

“Korban sempat mengatakan kepada temannya bahwa lebih baik mengakhiri hidup karena malu,” terang Ekwan.

Tak lama setelah itu, sejumlah santri melihat korban membawa tali dari gudang menuju area belakang pondok pesantren.

Karena korban tak kunjung kembali, beberapa santri berinisiatif mencarinya ke lokasi terakhir yang dituju.

Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di area pekarangan belakang pondok.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pengasuh pondok dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Tim Inafis Polres Gresik bersama petugas medis langsung melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

“Dari hasil visum dan pemeriksaan Inafis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” tegas Kapolsek Kedamean.

Polisi memastikan penyelidikan masih dilakukan untuk melengkapi keterangan saksi dan memastikan seluruh rangkaian kejadian.

Warga sekitar menyebut korban diduga merasa takut apabila kejadian terkait laptop tersebut diketahui orang tuanya.

Meski demikian, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan tetap menghormati privasi keluarga korban.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting mengenai pentingnya perhatian terhadap kondisi psikologis remaja dan komunikasi yang sehat di lingkungan pendidikan maupun keluarga.

Catatan Redaksi: Informasi dalam artikel ini tidak dimaksudkan untuk menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan emosional atau membutuhkan dukungan psikologis, segera hubungi tenaga profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat. (*)


Poin Utama Berita

  • Santri SMP berusia 15 tahun ditemukan meninggal di area belakang ponpes di Gresik.
  • Korban diketahui sudah tiga tahun mondok di pesantren tersebut.
  • Sebelum kejadian, korban sempat ditegur karena menggunakan laptop pondok tanpa izin.
  • Korban disebut merasa malu setelah ketahuan pengasuh pondok.
  • Teman korban mengaku sempat mendengar ucapan yang mengarah pada tindakan fatal.
  • Korban ditemukan setelah beberapa santri mencarinya ke area belakang pondok.
  • Polisi memastikan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
  • Tim Inafis dan petugas medis telah melakukan pemeriksaan di lokasi.
  • Polisi mengimbau masyarakat tidak berspekulasi.
  • Kasus menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental remaja.