Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HUKUM & KRIMINALINVESTIGASI & SOROTPERISTIWA

Hakim Sentil Noel di Sidang Korupsi K3: Reputasi Hancur Gara-gara Rp 3 Miliar dan Ducati

32
×

Hakim Sentil Noel di Sidang Korupsi K3: Reputasi Hancur Gara-gara Rp 3 Miliar dan Ducati

Sebarkan artikel ini
Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel saat memberikan keterangan di jeda istirahat sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (23/4/2026)
Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel saat memberikan keterangan di jeda istirahat sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (23/4/2026)
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Sidang perkara dugaan pemerasan dan gratifikasi pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan kembali memanas. Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menyoroti sikap mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer alias Noel, yang dinilai merusak reputasinya sendiri karena menerima uang miliaran rupiah dan motor mewah Ducati.

Ketua Majelis Hakim Nur Sari Baktiana menyampaikan keprihatinannya atas keterlibatan Noel dalam kasus dugaan korupsi yang menyeret sejumlah pejabat Kementerian Ketenagakerjaan tersebut.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Sangat disayangkan. Saudara ini sudah menempuh langkah yang diapresiasi publik, tetapi berada di sistem yang tidak bersih dan ikut-ikutan. Itu tadi penerimaan Ducati dan uang Rp 3 miliar,” ujar Hakim Nur Sari dalam persidangan, Kamis (7/5/2026).

Hakim menilai, citra dan jejak perjuangan Noel selama menjabat sebagai pejabat publik menjadi tergerus akibat perkara tersebut.

“Jejak langkah Saudara yang ditinggalkan itu menjadi tergerus, hanyut dan hilang. Padahal itu bisa menjadi legacy sebenarnya,” tegas hakim.

Noel Mengaku Bersalah dan Menyesal

Dalam persidangan, Noel secara terbuka mengakui kesalahannya menerima uang Rp 3 miliar dan satu unit motor Ducati Scrambler yang diduga berkaitan dengan praktik pemerasan sertifikasi K3 di Kemnaker.

Ia bahkan mengaku malu dan menyesal atas perbuatannya.

“Saya mengaku bersalah, Yang Mulia. Menyesal. Sangat menyesal dan malu saya,” kata Noel di hadapan majelis hakim.

Noel juga memohon agar majelis hakim memberikan putusan yang bijaksana terhadap dirinya.

“Harapan saya cuma di palu Yang Mulia masa depan saya hari ini. Saya minta ampun, Yang Mulia,” ucap Noel.

Terima Rp 3 Miliar dan Ducati

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkap Noel menerima uang sebesar Rp 3,365 miliar serta motor Ducati Scrambler dari ASN Kemnaker dan pihak swasta terkait pengurusan sertifikasi dan lisensi K3.

Dalam sidang, Noel mengaku tidak pernah menanyakan asal-usul uang maupun motor tersebut.

“Saya enggak pernah bertanya itu,” ujar Noel.

Jaksa menilai Noel seharusnya curiga karena pemberian tersebut berasal dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kementerian.

Namun Noel berdalih motor Ducati yang diterimanya merupakan motor bekas.

Modus Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3

Dalam dakwaan, jaksa menyebut praktik pemerasan pengurusan sertifikasi K3 telah berlangsung sejak 2021 dengan modus pungutan biaya nonteknis atau “undertable”.

Pemohon sertifikasi dan lisensi K3 disebut dipaksa membayar uang tambahan melalui Perusahaan Jasa K3 (PJK3) dengan tarif berkisar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per sertifikat.

Total uang yang diduga diperas dalam perkara ini mencapai Rp6,5 miliar.

“Tradisi apresiasi atau biaya nonteknis tetap diteruskan dalam pengurusan sertifikasi K3,” ungkap jaksa dalam dakwaan.

Hakim Nilai Sikap Kooperatif Jadi Pertimbangan

Meski menyesalkan keterlibatan Noel dalam kasus tersebut, majelis hakim mengapresiasi sikap kooperatif terdakwa yang sejak awal mengakui kesalahannya dan tidak melempar tanggung jawab kepada pihak lain.

Hakim juga menyebut kontribusi Noel selama menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam putusan nantinya.

“Saudara tuangkan kontribusi Saudara dalam pembelaan. Itu bisa menjadi pertimbangan majelis,” kata Hakim Nur Sari.

Kasus dugaan pemerasan sertifikasi K3 ini menjadi salah satu perkara besar yang menyeret sejumlah pejabat Kemnaker dan kini tengah bergulir di Pengadilan Tipikor Jakarta. (*kompas.com)


Poin Utama Berita

  • Hakim menyesalkan keterlibatan Noel dalam kasus korupsi K3.
  • Noel disebut merusak reputasi karena menerima Rp 3 miliar dan Ducati.
  • Noel mengaku bersalah, malu, dan menyesal di persidangan.
  • Jaksa menyebut Noel menerima Rp 3,365 miliar dan Ducati Scrambler.
  • Dugaan pemerasan sertifikasi K3 berlangsung sejak 2021.
  • Modus berupa pungutan biaya nonteknis pengurusan sertifikat K3.
  • Total dugaan uang pemerasan mencapai Rp 6,5 miliar.
  • Noel mengaku tidak pernah menanyakan asal-usul uang tersebut.
  • Hakim menilai sikap kooperatif Noel bisa menjadi pertimbangan.
  • Sidang kasus korupsi K3 masih terus bergulir di Tipikor Jakarta.