Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAHGAYA HIDUP & KOMUNITASPERISTIWAVIRALWISATA & KULINER

Heboh Dugaan Candi Raksasa di Kediri! Situs Adan-Adan Disebut Berpotensi Lebih Besar dari Borobudur

29
×

Heboh Dugaan Candi Raksasa di Kediri! Situs Adan-Adan Disebut Berpotensi Lebih Besar dari Borobudur

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KEDIRI | Sentrapos.co.id — Situs Adan-Adan di Dusun Puhsul, Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, kembali menjadi sorotan publik setelah foto dan video penampakan struktur percandian viral di media sosial.

Kemunculan video yang memperlihatkan struktur batu kuno, arca Buddha, makara raksasa hingga fragmen stupa memicu spekulasi tentang keberadaan kompleks candi besar yang disebut-sebut berpotensi lebih besar dibanding Candi Borobudur.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

 

Namun, Juru Pelihara Situs Adan-Adan, Ikhwan, memastikan bahwa foto dan video yang beredar bukan merupakan penemuan baru, melainkan dokumentasi lama saat proses ekskavasi tahun 2022.

“Itu foto-foto lama waktu ekskavasi tahun 2022,” jelas Ikhwan, Kamis (7/5/2026).

Diduga Kompleks Candi Buddha Abad 9-11

Situs Adan-Adan pertama kali ditemukan pada tahun 2016 dan sejak itu terus diteliti oleh tim arkeologi nasional melalui ekskavasi bertahap hampir setiap tahun.

Berdasarkan hasil penelitian sementara dan uji karbon (carbon dating), situs tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-9 hingga ke-11 Masehi dan diduga merupakan kompleks candi Buddha kuno.

“Ditemukan juga beberapa arca yang belum selesai dikerjakan lalu ditinggalkan. Jadi disinyalir dulu pembangunannya belum selesai,” ujar Ikhwan.

Penemuan kepala arca Buddha pada proses ekskavasi tahun 2020 semakin memperkuat dugaan bahwa kawasan tersebut merupakan pusat percandian Buddha besar pada masa lampau.

Makara Raksasa Jadi Sorotan Publik

Salah satu artefak yang paling menyita perhatian adalah makara berukuran besar yang ditemukan di area situs.

Makara sendiri merupakan ornamen khas percandian kuno yang biasanya ditempatkan di pintu masuk bangunan suci.

Menurut Ikhwan, ukuran makara di Situs Adan-Adan bahkan disebut lebih besar dibanding makara di Candi Borobudur.

“Biasanya ukuran makara menunjukkan besarnya bangunan candi. Karena itu muncul dugaan kompleks candinya sangat besar,” katanya.

Bahkan, sejumlah peneliti menyebut makara di Situs Adan-Adan berpotensi menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

Kompleks Diduga Berpola Mandala

Dari total 48 titik ekskavasi yang telah dilakukan, arkeolog memperkirakan bangunan inti situs memiliki ukuran sekitar 21 meter.

Sementara keseluruhan kompleks diperkirakan mencapai sekitar 800 meter persegi dengan pola mandala, yakni bangunan utama di tengah yang dikelilingi teras dan struktur luar.

“Bangunannya bersifat mandala. Ada bangunan inti di tengah lalu teras luar sampai bagian terluar,” jelas Ikhwan.

Selain makara dan arca Buddha, tim arkeologi juga menemukan fragmen stupa, kepala kala, Dwarapala hingga struktur batu lain yang masih terkubur di bawah tanah.

Diduga Rusak Akibat Aktivitas Gunung Kelud

Peneliti juga menemukan bagian puncak stupa dalam kondisi roboh di bawah tanah.

Dugaan sementara, kerusakan situs terjadi akibat aktivitas vulkanik Gunung Kelud atau faktor alam lainnya di masa lalu.

“Bagian stupanya ditemukan di bawah tanah. Kemungkinan dulu roboh akibat aktivitas vulkanik atau faktor lainnya,” pungkas Ikhwan.

Kini, Situs Adan-Adan menjadi salah satu kawasan arkeologi paling menjanjikan di Jawa Timur dan berpotensi membuka babak baru sejarah peradaban kuno Nusantara. (*)


Poin Utama Berita

  • Video struktur percandian Situs Adan-Adan Kediri viral di media sosial.
  • Foto dan video dipastikan merupakan dokumentasi ekskavasi tahun 2022.
  • Situs Adan-Adan diduga merupakan kompleks candi Buddha abad ke-9 hingga ke-11.
  • Penelitian situs dimulai sejak ditemukan pada tahun 2016.
  • Ditemukan kepala arca Buddha, makara, Dwarapala dan fragmen stupa.
  • Makara di Situs Adan-Adan disebut lebih besar dibanding Borobudur.
  • Kompleks percandian diperkirakan memiliki pola mandala dan area sangat luas.
  • Dugaan kerusakan situs berkaitan dengan aktivitas Gunung Kelud.
  • Situs Adan-Adan berpotensi menjadi salah satu penemuan arkeologi terbesar di Jawa Timur.