Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HUKUM & KRIMINALPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

Terbongkar! Sindikat Joki UTBK Surabaya Beroperasi 9 Tahun, Tarif Tembus Rp700 Juta dan Incar Fakultas Kedokteran

33
×

Terbongkar! Sindikat Joki UTBK Surabaya Beroperasi 9 Tahun, Tarif Tembus Rp700 Juta dan Incar Fakultas Kedokteran

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id — Praktik curang dalam seleksi masuk perguruan tinggi kembali menggemparkan publik. Polrestabes Surabaya membongkar sindikat joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang ternyata telah beroperasi selama sembilan tahun dan memiliki jaringan lintas provinsi.

Sebanyak 14 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Mereka berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai mahasiswa, dokter, ASN P3K, hingga pengusaha.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengungkapkan, hingga saat ini penyidik telah mengantongi identitas 114 orang yang diduga menjadi pengguna jasa joki UTBK.

“Sampai hari ini sudah kita temukan data pemberi order sebanyak 114 orang. Nama-namanya sudah kita dapatkan dan akan terus kami dalami,” tegas Kombes Luthfie, Kamis (7/5/2026).

Jaringan Joki UTBK Menyebar ke Berbagai Daerah

Polisi menyebut praktik perjokian tersebut tidak hanya menyasar kampus di Jawa Timur, namun juga menjangkau Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Kalimantan.

Sindikat ini diduga telah lama menjalankan operasi terstruktur dengan pembagian tugas yang rapi, mulai penerima order, pembuat identitas palsu, hingga eksekutor ujian di lokasi.

“Ini ternyata tersebar tidak saja di kampus Jawa Timur, tetapi juga Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Kalimantan,” ujar Luthfie.

Terungkap dari Kecurigaan Pengawas UTBK di Unesa

Kasus ini terbongkar saat pelaksanaan UTBK SNBT di Gedung Rektorat Unesa Surabaya pada 21 April 2026.

Pengawas curiga terhadap seorang peserta asal Sumenep berinisial HER karena foto pada dokumen identitas identik dengan peserta UTBK tahun sebelumnya, namun menggunakan nama berbeda.

Kecurigaan semakin menguat ketika peserta tersebut tidak memahami bahasa Madura saat diajak berbicara oleh pengawas, meski identitasnya berasal dari Madura.

“Dari situ tersangka akhirnya mengaku dan menjelaskan bagaimana modus mereka hingga bisa duduk mengikuti ujian,” jelas Luthfie.

Tarif Fantastis: Rp500 Juta hingga Rp700 Juta

Dari hasil pemeriksaan, polisi mengungkap tarif penggunaan jasa joki UTBK sangat fantastis.

Tersangka utama berinisial IKP disebut mematok harga antara Rp500 juta hingga Rp700 juta untuk meloloskan calon mahasiswa ke kampus impian.

“Biaya yang ditetapkan bervariasi antara Rp500 juta sampai Rp700 juta,” ungkap Kapolrestabes Surabaya.

Uang tersebut kemudian dibagi kepada seluruh jaringan, termasuk joki pelaksana ujian yang mendapat bayaran Rp20 juta hingga Rp75 juta tergantung kampus tujuan.

Fakultas Kedokteran Jadi Incaran Utama

Polisi juga mengungkap mayoritas pengguna jasa joki mengincar Fakultas Kedokteran karena dianggap memiliki tingkat kesulitan ujian paling tinggi.

“Yang paling diminati menggunakan joki sebagian besar adalah Fakultas Kedokteran,” kata Luthfie.

Menurut pengakuan tersangka, tekanan untuk masuk jurusan bergengsi membuat banyak peserta memilih jalan pintas.

Dokter dan ASN Ikut Terlibat

Dari 14 tersangka yang diamankan, tiga di antaranya diketahui berprofesi sebagai dokter dan dua lainnya ASN P3K.

Selain itu, polisi juga mengamankan mahasiswa berprestasi yang disebut hampir lulus cumlaude namun justru terlibat sebagai joki UTBK.

“Tersangka N sebenarnya akan wisuda Oktober nanti dan nilainya cumlaude,” ujar Luthfie.

Polisi Pastikan Kampus Tidak Terlibat

Meski praktik perjokian berlangsung cukup lama, polisi memastikan sejauh ini belum menemukan keterlibatan pihak kampus dalam kasus tersebut.

Sindikat diketahui menggunakan modus pemalsuan dokumen seperti KTP, ijazah, kartu keluarga hingga manipulasi data SNPMB untuk mengganti identitas peserta asli dengan joki berkemampuan akademik tinggi.

Polisi kini terus memburu jaringan lain yang diduga masih aktif beroperasi di berbagai daerah. (*)


Poin Utama Berita

  • Sindikat joki UTBK di Surabaya dibongkar setelah beroperasi selama 9 tahun.
  • Polisi menetapkan 14 tersangka dari berbagai profesi termasuk dokter dan ASN.
  • Penyidik mengantongi identitas 114 pengguna jasa joki UTBK.
  • Tarif jasa joki mencapai Rp500 juta hingga Rp700 juta.
  • Fakultas Kedokteran menjadi jurusan paling banyak menggunakan jasa joki.
  • Praktik perjokian menyebar hingga Jawa Barat, Jawa Tengah dan Kalimantan.
  • Modus menggunakan pemalsuan KTP, ijazah dan data SNPMB.
  • Salah satu joki merupakan mahasiswa berprestasi calon lulusan cumlaude.
  • Polisi memastikan belum ada keterlibatan pihak kampus.
  • Jaringan lain masih terus diburu penyidik.