Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWSINTERNASIONALPERISTIWA

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz: Ancam Blokade Global, AS Tak Mundur!

35
×

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz: Ancam Blokade Global, AS Tak Mundur!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TEHERAN | Sentrapos.co.id — Ketegangan geopolitik kembali memanas setelah Iran secara resmi menutup kembali Selat Hormuz pada Jumat (17/4/2026), hanya sehari setelah sempat dibuka.

Langkah tegas ini diambil menyusul sikap Amerika Serikat yang tetap mempertahankan blokade di perairan strategis tersebut, meski Iran sebelumnya telah memberi sinyal deeskalasi.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Penutupan Selat Hormuz langsung memicu kekhawatiran global, mengingat jalur ini merupakan salah satu titik vital distribusi minyak dunia.


Eskalasi Konflik Memuncak

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa keputusan ini bukan tanpa alasan.

“Jika blokade ini terus berlanjut, Selat Hormuz tidak akan tetap terbuka,” tegas Ghalibaf.

Ia juga menambahkan bahwa akses jalur laut tersebut kini sepenuhnya berada di bawah kendali Iran.

“Akses melalui Selat Hormuz akan bergantung pada izin dari Iran,” lanjutnya.

Pernyataan ini menjadi sinyal keras bahwa Teheran siap meningkatkan tekanan terhadap Washington di tengah konflik yang semakin meruncing.


Blokade AS Jadi Pemicu

Sebelumnya, Amerika Serikat telah melakukan langkah agresif dengan memblokade aktivitas maritim Iran sejak awal pekan. Kapal-kapal yang menuju maupun keluar dari pelabuhan Iran dihentikan sebagai bagian dari strategi tekanan.

Langkah ini memicu reaksi keras dari Teheran yang menganggapnya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan jalur perdagangan internasional.

Iran bahkan sempat membuka kembali Selat Hormuz sebagai bentuk itikad baik. Namun, karena blokade AS tidak dicabut, keputusan penutupan kembali pun diambil.


Dampak Global dan Ancaman Energi

Selat Hormuz dikenal sebagai jalur vital yang dilalui sekitar sepertiga distribusi minyak dunia. Penutupan jalur ini berpotensi memicu lonjakan harga energi global dan gangguan besar pada rantai pasok internasional.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kini memasuki fase yang lebih berbahaya, dengan potensi eskalasi militer yang semakin terbuka.

Pengamat internasional menilai, jika konflik ini tidak segera diredam, dampaknya bisa meluas ke stabilitas ekonomi global.


Situasi Kian Tidak Pasti

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda kedua pihak akan menurunkan tensi. Iran bersikeras mempertahankan kedaulatan wilayahnya, sementara AS tetap menjalankan strategi tekanannya.

Kondisi ini membuat Selat Hormuz menjadi titik panas baru yang berpotensi memicu krisis internasional yang lebih besar. (*)


Poin Utama Berita

  • Iran kembali menutup Selat Hormuz setelah sempat dibuka
  • Penutupan dipicu blokade Amerika Serikat yang belum dicabut
  • Iran tegaskan akses selat bergantung pada izin mereka
  • AS memblokade kapal dari dan ke pelabuhan Iran
  • Selat Hormuz jalur vital distribusi minyak dunia
  • Potensi lonjakan harga energi global meningkat
  • Ketegangan Iran-AS berisiko eskalasi konflik lebih luas